Loading...

PENGENDALIAN HAMA HAWAR DAUN KRESEK

PENGENDALIAN HAMA HAWAR DAUN KRESEK
PENGENDALIAN HAMA HAWAR DAUN KRESEKBAKHTIAR,SPBPP SinoaPPL Desa Bonto BulaengSalah satu penyakit penting pada tanaman padi yang menjadi momok petani kita adalah penyakit kresek atau hawar daun bekteri. Banyak petani yang belum mengetahui bagaimana cara mengendalikan penyakit ini. Kebanyakan petani menganggap kresek sebagai penyakit yang disebabkan oleh jamur sehingga mereka mengendalikannya dengan fungisida. Bahkan ada yang lebih parah lagi menganggap penyakit ini berasal dari serangan hama sehingga mereka mengendalikannya dengan insektisida. Menurut para pakar hama dan penyakit tanaman, penyakit kresek ini bisa diantisipasi dengan budidaya tanaman secara sehat. Beberapa perlakuan yang dapat dilakukan antara lain adalah:• Menggunakan benih unggul dengan varietas tahan penyakit hawar daun bakteri • Jarak tanam yang tidak terlalu rapat sehingga mengurangi kelembaban lingkungan sekitar tanaman• Pengurangan penggunaan pupuk urea hal ini dimaksudkan agar tanaman tidak sukulen sehingga batang dan daun menjadi lunak yang menjadikannya mudah terserang penyakit ini• Mengaplikasi tanaman padi dengan corine bacterium. PENYAKIT HAWAR DAUN (KRESEK)Penyakit yang sering menyerang tanaman padi diantaranya adalah hawar daun bakteri atau BLB (bacterial leaf blight) yang lebih populer dengan nama penyakit “kresek”.Penyakit hawar daun bakteri merupakan penyakit yang tersebar luas di pertanaman padi sawah dan bisa menurunkan hasil sampai 36%. Penyakit ini pada umumnya terjadi pada musim hujan atau lembab >75%, terutama pada lahan sawah yang selalu tergenang dengan pemupukan N yang tinggi. Hawar daun bakteri merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Xanthomonas campestris pv. Oryzae Dye. yang dapat menginfeksi tanaman padi pada berbagai stadium pertumbuhan. Gejala Serangan Penyakit Hawar Daun BakteriPenyakit hawar bakteri pada tanaman padi bersifat sistemik dan dapat menginfeksi tanaman pada berbagai stadium pertumbuhan. Gejala penyakit ini dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu:1. Gejala layu (kresek) pada tanaman muda atau tanaman dewasa yang peka,2. Gejala hawar dan 3. Gejala daun kuning pucat Pengendalian Penyakit Hawar Daun BakteriPengendalian penyakit hawar daun bakteri akan lebih berhasil bila dilaksanakan secara terpadu, mengingat berbagai faktor dapat mempengaruhi penyakit ini di lapangan, misalnya keadaan tanah, pengairan, pemupukan, kelembaban, suhu dan ketahanan varietas padi yang ditanam. Usaha terpadu yang dapat dilaksanakan mencakup penanaman varietas yang tahan, pembuatan persemaian kering atau tidak terendam air, jarak tanam tidak terlalu rapat, tidak memotong akar dan daun bibit yang akan ditanam, air tidak terlalu tinggi pada waktu tanaman baru ditanam dan menghindari pemberian pupuk N yang terlalu tinggi.Upaya pengendalian untuk mengatasi penyakit ini yaitu dengan melakukan beberapa hal : 1. Perbaikan cara bercocok tanam, melalui:• Pengolahan tanah secara optimal• Pengaturan pola tanam dan waktu tanam serempak dalam satu hamparan• Pergiliran tanam dan varietas tahan• Penanaman varietas unggul dari benih yang sehat2. Sanitasi lingkungan3. Pemanfaatan agensia hayati Corynebacterium4. Penyemprotan bakterisida anjuran yang efektif dan diizinkan secara bijaksana berdasarkan hasil pengamatan.