Loading...

Pengendalian Hama Pada tanaman Jagung

Pengendalian Hama Pada tanaman Jagung
PendahuluanJagung sebagai bahan pangan merupakan sumber karbohidrat kedua setelah beras. Disamping itu jagung digunakan pula sebagai bahan makanan ternak (pakan) dan bahan baku industri.Salah satu faktor pembatas dalam usaha pengamanan produksi jagung adalah gangguan hama yang dapat menyerang sejak mulai tanaman tumbuh hingga menjelang panen. Hama dapat menjadi penghambat keberhasilan panen bila tidak dikendalikan, keberhasilan dalam mengendalikan hama akan mengamankan produksi, untuk mencapai hal tersebut, diperlukan pengendaliannya..a. Pengendalian Penggerek Batang (Ostrinia furnacalis Hubn.)Pengendalian hama ini dapat dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut: 1. Penanaman serempak 2. Pergiliran (rotasi) tanaman yang bukan inang hama, diantaranya tanaman dari jenis sayur-sayuran, misalnya tomat, bawang merah.3. Sanitasi gulma atau rumput liar4. Aplikasi insektisida apabila ditemukan satu kelompok larva yang baru menetas per 30 tanaman atau pemberian insektisida butiran pada pucuk tanaman pada umur 40 hari setelah tanam sebanyak 10 kg/ha. b. Pengendalian Penggerek Tongkol (Helicoverpa armigera Hubn.)Pengendalian hama penggerek tongkol dapat dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut: (1) Menanam varietas jagung yang tongkolnya tertutup rapat dengan kelobot.(2) Memanfaatrkan agens hayati seperti parasit telur Trichogramma nana dan Ha-NPV.(3) Mematikan ulat tongkol(4) Penyemprotan insektisida cair apabila ditemukan 3 tongkol rusak per 50 tanaman pada saat baru pembentukan buah (tongkol) atau pemberian insektisida butiran pada pucuk tanaman saat tanaman berumur 4 minggu.c. Pengendalian Lalat Bibit (Atherigona exigua Stein)Pengendalian hama lalat bibit dapat dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut:(1) Pergiliran tanaman dengan bukan tanaman inang, misalnya tanaman tomat.(2) Penanaman serentak dengan selisih waktu 10 hari(3) Penggunaan mulsa jerami 5 ton/ha untuk mengurangi jumlah peletakan telur lalat(4) Pengendalian secara kimiawi dengan penggunaan insektisida yang efektif pada benih.d. Pengendalian Ulat Tanah (Agrotis sp) Pengendalian ulat tanah dapat dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut: (1) Penanaman secara serentak pada areal yang luas (2) Pergiliran tanaman dengan tanaman palawija lainnya, seperti kedelai dan kacang tanah(3) Mengumpulkan dan mematikan ulat tanah(4) Sebelum ditanami jagung, lahan disemprot terlebih dahulu dengan insektisidae. Pengendalian Lundi atau Uret (Phyllophaga helleri)Pengendalian hama ini dapat dilakukan cara-cara sebagai berikut :(1) Penerapan pergiliran tanaman dengan tanaman sayuran seperti tomat(2) Pengolahan tanah untuk mematikan larva(3) Pengaturan waktu tanam dengan cara menanam sebelum musim hujan(4) Pemanfaatan agens hayati Metarrhizium anisopliae(5) Pengendalian secara kimiawi dengan insektisida pada saat tanam.f. Pengendalian Ulat Grayak (Mythimna sp)Pengendalian hama ini dapat dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut:(1) Penerapan pergiliran tanaman dengan tanaman tomat(2) Tanam serempak (3) Sanitasi inang liar(4) Pemanfaatan agens hayati Beauveria bassiana(5) Aplikasi insektisida Penusun : Sad Hutomo PribadiSumber Badan Litbang Pertanian