PENDAHULUAN Tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq) saat ini merupakan salah satu jenis tanaman perkebunan yang menduduki posisi penting disektor pertanian umumnya, dan sektor perkebunan khususnya, hal ini disebabkan karena dari sekian banyak tanaman yang menghasilkan minyak atau lemak, kelapa sawit yang menghasilkan nilai ekonomi terbesar per hektarnya di dunia (Balai Informasi Pertanian, 1990). Melihat pentingnya tanaman kelapa sawit di masa ini dan masa yang akan datang, seiring dengan meningkatnya kebutuhan penduduk dunia akan minyak sawit, maka perlu dipikirkan usaha peningkatan kualitas dan kuantitas produksi kelapasawit secara tepat agar sasaran yang diinginkan dapat tercapai. Salah satu diantaranya adalah pengendalian hama dan penyakit. (Balai Informasi Pertanian,1990). Tanaman kelapa sawit merupakan salah satu komoditi utama pemerintah di sektor non migas. Hampir sepertiga pasokan devisa negara disumbang dari keuntungan non migas. Untuk itulah, pemerintah sangat giat membudidayakan tanaman kelapa sawit di pulau-pulau seluruh nusantara. Terutama pulau kalimantan, sulawesi, papua dan sumatera. Banyak lahan kelapa sawit yang bertebaran di pulau-pulau tersebut menimbulkan masalah baru. Yaitu, munculnya serangan hama dari hewan-hewan pengganggu seperti tungau, ulat api hingga serangga penggerek tandan buah. Dibutuhkan langkah yang efektif untuk membasmi hama pada tanaman kelapa sawit. Berikut ini cara mengendalikan hama pada tanaman kelapa sawit : JENIS JENIS HAMA DAN PENGENDALIAN Hama Ulat Api Berikut ini cara mengendalikan hama ulat api pada tanaman kelapa sawit : Pembasmian ulat api bisa dilakukan dengan cara manual yaitu diambil dan dibakar. Pembasmian ulat api secara alami menggunakan teknik parasitoid larva yaitu Trichogramma sp. Pembasmian ulat api secara perlakuan virus seperti mnvp (multiple nucleo polyhedro virus) Pembasmian jamur Bacillus thuringiensis Penyemprotan dengan insektisida pada tanaman kelapa sawit saat berumur 2 ½ tahun secara manual. Kemudian, apabila tanaman sudah mencapai umur lebih dari 5 tahun memakai mesin penyemprot. Hama Penggerek Tandan Buah Cara mengendalikan hama penggerek tandan buah pada tanaman kelapa sawit : Pembasmian buah busuk yang terkontaminasi hama Buah yang terinfeksi hama segera dimusnahkan dengan cara dikubur dalam satu lubang dan diberi insektisida fipronil sebanyak 7-15 liter, dengan volume semprot 370-400 liter per hektar. Pembasmian gulma atau rumput liar yang mengganggu seperti rumput teki, bayam-bayaman dan sebagainya untuk menjaga agar kadar kelembapan tanah tetap stabil dan tidak terlalu tinggi. Memantau serangan hama dengan cara memonitor jumlah atau berapa sering hama-hama tersebut menyerang setiap pohon dalam jangka satu bulan sekali. Jika serangan kerap terjadi hingga 30% pada tanaman muda (50%) dan tanaman tua (605), maka disarankan perlu untuk dilakukan pengendalian hama. Hama Tungau Pengendalian yang dilakukan ialah penyemprotan dengan akarisida Tetradifon (Tedion) 0,1 – 0,2 %. Racun ini dapat digunakan dengan baik karena tidak membunuh musuh alaminya. Hama Serangga Ulat ini dapat dikendalikan dengan penyemprotan racun kontak, misalnya Hostation 25 ULV, Sevin 85 ES, Dursban 20 EC dengan konsentrasi 0,2 – 0,3%. Kumbang Oryctes Pengendaliannya Kumbang Oryctes yaitu : Jika jumlah kumbang atau kerusakan baru< 5 / ha, dilakukan pengendalian secara manual. Pada tanaman yang terserang dan kondisi pucuk mengering, segera dilakukan pembuangan pucuk dan pelepah lain yang rusak, agar matahari dapat langsung mengenai daerah serangan untuk menghambat pertumbuhan pantogen sekunder. The Oil Palm Bunch Moth Ulat Tirathaba dapat dikendalikan dengan Dipterex atau Thiodan. Caranya : 0,55 kg Dipterex atau Thiodan dilarutkan dalam air sebanyak 370 liter (dosis per hektar) dan diaduk sampai merata, selanjutnya disemprotkan pada kelapa sawit yang terserang ulat Tirathaba tersebut. ARTIKEL PENYULUHAN PENGENDALIAN HAMA PADA TANAMAN KELAPA SAWIT DISUSUN OLEH : AHMADIN YASIR, SP NIP. 196808081993031007 UPT BALAI PELAKSANAAN PENYULUHAN PERTANIAN KECAMATAN PANEI KABUPATEN SIMALUNGUN 2019