Loading...

Pengendalian Hama Penggerek Batang Padi

Pengendalian Hama Penggerek Batang Padi
Hama penggerek batang adalah salah satu organisme pengganggu yang utama pada tanaman padi. Aktifitas penggerek batang padi dipengaruhi oleh suhu, kelembaban udara, cahaya dan angin. Populasinya sangat dipengaruhi oleh keadaan musim maupun suhu, yaitu mengalami masa istirahat yang bertepatan dengan musim panas dan musim dingin. Ngengat penggerek batang aktif pada malam hari dan tertarik pada cahaya. Pengendalian penggerek batang padi berpedoman pada sistem Pengendalian Hama Terpadu (PHT) yaitu suatu usaha menurunkan populasi hama sampai pada batas yang tidak merugikan secara ekonomi dengan mengkombinasikan penggunaan berbagai cara pengendalian yang saling menunjang, mudah dilakukan, memberikan keuntungan ekonomis maksimal serta aman terhadap manusia dan lingkungan. Penggerek batang padi merupakan hama bisa menyerang tanaman padi mulai dari persemaian, fase vegetatif, fase generatif hingga menjelang panen. Kerugian yang besar terjadi bila penerbangan ngengat bersamaan dengan fase tanaman bunting. Berikut ini gejala-gejala serangan hama penggerek batang padi :1. Pada tanaman fase vegetatif larva memotong bagian tengah anakan menyebabkan pucuk layu, kering mati, dan gejalanya vegetatif disebut sundep.2. Gejala serangan pada fase generatif menyebabkan malai muncul putih dan hampa yang disebut beluk.Siklus Hidup : Telur (6-9 Hari) – Larva (20-45 Hari) – Pupa (9 hari) – Imago (6-12 hari) – Kupu-kupuCara PengendalianPengendalian hama penggerek batang padi dengan teknik budidaya yaitu cara penekanan populasi hama maupun pencegahan resiko kerugian akibat serangan penggerek batang padi dengan cara bercocok tanam. Cara-cara yang dapat dilakukan dalam bercocok tanam padi untuk menghindari serangan hama penggerek batang, antara lain :1. Teknik Budidaya (Cultural Practices)a. Penggunaan varietas tahanTanaman padi yang tidak disukai penggerek batang padi adalah varietas-vareitas yang bertipe semi-kerdil, bentuk morfologinya adalah berbatang pendek, mempunyai lapisan lignin yang tebal pada jaringan batang dan pelepah daun serta jumlah sel silika yang besar.b. Penentuan waktu tanamc. Rotasi tanamanPergiliran tanaman dengan menanam komoditas selain padi dilakukan untuk memutus siklus hidup serangga penggerek batang, misalnya dengan pola Padi-Padi-Palawija, Padi-Padi-Hortikultura.d. Pengolahan tanah dan penggenanganPengolahan tanah yang sempurna yaitu membalikkan lapisan olah tanah sampai sisa-sisa tanaman terpendam kemudian digenangi selama beberapa hari sehingga larva yang tertinggal di dalam batang bisa mati dan pupa gagal menjadi ngengat.e. Sanitasi lahanSanitasi lahan yaitu membersihkan lingkungan pertanaman yang terserang sundep/beluk dengan intensitas sedang sampai berat. Cara ini dilakukan dengan memotong sisa-sisa tanaman hingga pangkal batang dan membakarnya sehingga pupa yang bersemayam di pangkal batang bisa mati terbakar.2. Pengendalian Fisik/Mekanik (Physical/Mecanical Control)a. Pemungutan kelompok telurb. Penggunaan perangkap3. Pengendalian Biologi (Biological Control)Pengendalian secara biologi dengan menggunakan musuh alaminya, baik predator, parasitoid maupun virus/jamur patogenik.4. Pengendalian Kimiawi (Pesticide Control)Pengendalian secara kimiawi atau dengan pestisida sebaiknya hanya dilakukan bila populasi serangga hama atau intensitas serangan penggerek batang telah melebihi ambang pengendalian, dengan menerapkan prinsip 5+1 tepat. Penulis : Nurul Faridha, SP (BPP Kecamatan Gatak)https://mitalom.com/jenis-jenis-hama-penggerek-batang-padi-sundep-dan-beluk-dan-cara-pengendaliannya/. http://pejuang-pangan.blogspot.com/2011/05/metode-pengendalian-penggerek-batang.html. https://www.artikelpadi.com/hama-penggerek-batang-padi-dan-cara-pengendaliannya/