Loading...

PENGENDALIAN HAMA PENGGEREK PADA TANAMAN TEBU

PENGENDALIAN HAMA PENGGEREK PADA TANAMAN TEBU
Tanaman Tebu (Saccharum officinarum L.) merupakan salah satu tanaman yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Karena tanaman tebu digunakan sebagai bahan baku pembuatan gula. Kebutuhan gula di Indonesia selalu meningkat dari tahun ke tahun dan belum mampu dipenuhi hingga saat ini.saat ini pemerintah sedang memprogramkan swasembada gula sehingga komoditas tebu harus ditingkatkan produksinya. Di dalam meningkatkan produksi tebu sering mengalami kendala, salah satu kendala dalam budidaya tebu adalah adanya serangan berbagai jenis hama disepanjang pertumbuhan tanaman. Salah satu hama yang menyerang tanaman tebu adalah hama penggerek. Hama ini sering merusak pada tanaman tebu, sehingga pada serangan berat pertumbuhan tebu mengalami keterlambatan bahkan banyak yang mati. Akhirnya petani mengalami kerugian yang besar. Hama penggerek pada tanaman tebu ada dua yaitu penggerek pucuk dan penggerek batang. Akibat serangan penggerek ini menyebabkan penurunan hasil panen tanaman tebu sampai dengan 51%. Serangan ini juga mampu menurunkan bobot tebu sekitar 30% dan panjang tebu 24%. Untuk meminimalisir kerugian akibat hama ini perlu dilakukan penyuluhan tentang tata cara serta pengendalian hama penggerek pada tanaman tebu secara tepat.Hama penggerek tanaman tebu ada 2 yaitu penggerek pucuk dan penggerek batang. Serangan penggerek pucuk tanaman tebu dimulai dari tunas umur 2 minggu samapai tanaman dewasa. Gejala hama ini akan merusak tanaman melalui tulang daun pupus dengan membuat lorong gerakan menuju ke bagian tengah pucuk sampai ruas ruas muda, merusak titik tumbuh dan selanjutnya mati. Penggerek batang tebu dijumpai pada tanaman tebu berumur 5 bulan ke atas, dengan gejala serangannya diawali munculnya bercak-bercak transparan berbentuk bulat oval pada daun.ulat masuk lewat pelepah dan batang tanaman tebu, kadang menyebabkan mati puser. Lubang gerekan di dalam batang terlihat lurus sedangkan lubang keluar pada batang terlihat bulat. Terkadang gerekan mengenai mata tunas sehingga tunas menjadi menguning dan mengering. Untuk mengatasi hama penggerek tanaman tebu dapat dilakukan secara terpadu (PHT). Pengendalian secara PHT ini meliputi monitoring hama secara intensif, penanaman benih tebu bebas hama, pengolahan tanah dengan baik, pergiliran tanaman, pengaturan waktu tanam, penggunaan varietas toleran hama, pengendalian hama baik mekanis, hayati maupun kimiawi. Pengendalian hama penggerek tanaman tebu secara hayati yaitu dilakukan pelepasan Trichogramma sp, sebanyak kurang lebih 100.000 telur per Ha. Pelepasan mulai umur kurang lebih 1,5 bulan, diberikan setiap minggu 4 pias 2.500 sampai trichogramma sp tersebut tidak efektif lagi. Yang kedua dilakuakan pelepasan lalat jatiroto steria sebanyak 30 pasang per Ha (dilepas pada umur 3,5-4 bulan. Pengendalian haha penggerek tanaman tebu secara kimiawi yaitu dengan pestisida seperti Supracide 40 EC ;2,5 lt/ha/aplikasi diberikan 3 kali dengan konsentrasi 2,5 %..Apabila taraf serangan mencapai 5 % atau lebih aplikasi dapat dilakukan. Hali ini dimulai umur 3 bulan tiap minggu. Demikian pemaparan mengenai hama penggerek tanaman tebu semoga bermanfaat. Disusun oleh : SUKADI