Loading...

Pengendalian Hama Tanaman Buah Naga

Pengendalian Hama Tanaman Buah Naga
Pengendalian Hama Tanaman Buah Naga Merupakan salah satu dari Tujuan Perlindungan tanaman dimana hal tersebut bagaimana cara melindungi tanaman dari serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan ( OPT) dan juag diharapkan untuk meningkatkan kualitas serta kuantitas tanaman. Pengetahuan mengenai pencegahan jenis hama yang sering menyerang tanaman Buah Naga merupakan strategi untuk mengoptimalkan produksi tanaman bauah naga yang bermutu baik. Pengendalian hama tanaman tanaman buah naga sangatlah prioritas, ini disebabkan karena harapan tanaman tumbuh prima sehingga diharapan produk dapat maksimal. Mengantisipasi hal tersebut maka upaya upaya salah satunya dalam perlindungan tanaman dilakukan berdasarkan prinsip Pengendalian Hama terpadu (PHT). Tidakan pengendalian preventif yang dikembangkan sebagai upaya menghindari terjadinya serangan OPT dengan cara budidaya tanaman sehat dan mengoptimalkan peran pengendalian secara alami. Tindakan responsif yang merupakan tindakan pengendalian jika populasi OPT berada pada tingkat diatas ambang ekonomi. Tindakan respontif yang diambil harus mengutamakan cara-cara yang ramah lingkungan, seperti cara mekanik, menggunakan agens hayati dan penggunaan pestisida sedapat mungkin dihindarkan. Tindakan preventif dikembangkan dan direncanakan sebelum tanam dan dalam pelaksanaannya diintegrasikan dalam sistem budidaya tanaman dan tindakan ini diambil berdasarkan pengamatan dilapang. Pentingnya dalam PHT yaitu untuk melakukan pengendalian dan mengenal Organisme Pengganggu Tanaman yang menyerang, memahami gejala serangan OPT, memahami cara penyebaran dan faktor-faktor perkembangan orgsanisme pengganggu tanaman. Tujuan pengendalian OPT ini untuk memperoleh pertumbuhan tanaman yang optimal, kepastian keberhasilan panen, mutu produk yang tinggi dan aman untuk dikomsumsi, serta diharapkan dapat menjaga kelestarian lingkungan dan keseimbangan ekologis. Buah naga atau dragon fruit, juga dikenal sebagai apel kaktus,pitaya dan pitahaya. Tanaman ini termasuk dalam keluarga kaktus (Cactaceae) yang berasal dari kawasan Meksiko, Amerika. Secara umum ada empat jenis buah naga yang dibudidayakan,yaitu : 1). Kulit merah, daging buah putih (Hylocereus undatus); 2). Kulit merah, daging buah merah (Hylocereus polyrhizus); 3). Kulit merah, daging buah super merah (Hylocereus costaricensis); 4). Kulit kuning, daging buah putih (Selenicereus megalanthus). Dari keempat jenis tersebut, yang paling banyak dibudidayakan secara komersial adalah yang berkulit merah, daging buah merah dan kulit merah, daging buah putih. Buah naga memiliki rasa yang enak, manis, sedikit asam,dapat dikonsumsi sebagai buah segar, maupun diolah, serta sebagai campuran makanan dan minuman lainnya. Secara umum, kandungan nutrisi dari 100 gr buah naga adalah : air 80-90%, karbohidrat 11,50 gr, protein 0,53 gr, lemak 0,40 gr, serat 0,71 gr, calsium 134,50 mg, fosfor 8,70 mg, vitamin C 9,40 mg. Untuk jenis yang berdaging buah merah, mengandung beta carotene, anthocyanin yangberfungsi sebagai antioksidan. Di Indonesia, Semakin tinggi kesadaran masyarakat terhadap kesehatan khususnya buah naga, semakin tinggi pula permintaan terhadap buah naga, namun permintaan pasar yang terus meningkat diiringi dengan peningkatan produksi buah naga, belum sesuai dengan tingginya permintaan masyarakat. Penyebab buah naga tidak dapat berproduksi antara lain kurang cahaya matahari, pemberian pupuk yang tidak sesuai/salah, tidak dilakukan pemangkasan, kebanyakan air (hujan), penyerbukan yang tidak sempurna dan serangan hama dan penyakit, dalam penanganan salah satu kendala dalam memproduksi buah naga yang baik dan sehat adalah hama dan penyakit. Selanjutnya bagai aman cara penanganan hama pada buah naga Hama; 1). Kutu putih; Kutu ini ditemukan di kulit buah maupun sisik, ditemukan juga di sulur yang tidak terkena cahaya matahari secara langsung. Ciri buah naga yang terserang : terdapat lapisan lilin berwarna putih. Kutu putih mengundang semut dan bekerja sama menghancurkan buah naga anda. Semut-semut hitam tersebut bahkan melindungi kutu putih dari para predator; 2). Kutu Daun; Ditemukan di sisik buah dan kelopak bunga. Bagian yang terkena kutu biasanya menguning. Efek serangan : Buah mengerut dan mengering serta mengundang hama lain, yaitu: semut; 3). Semut; Semut semestinya menjadi predator hama kutu, tetapi menjadi teman menjadi teman dan pelindung bagi kutu daun dan kutu putih. Selain itu, semut juga membuat sarang di buah sehingga buah akan berwarna hitam dan tidak layak jual. Bekas gigitan semut juga menyebabkan warna coklat shingga buah yang sudah digigit semut tidak menarik untuk dijual; 4). Belalang; Belalang yang pernah menyerang buah naga adalah belalang Kayu. Meskipun tidak separah semut dan kutu. Gigitan belalang akan membuat buah naga berwarna cokelat dan menurunkan harga jual. Hama belalang jarang ditemui di buah naga; 5). Tungau; Hewan ini sangat kecil dan tidak nampak. Tungau yang menyerang buah naga adalah jenis tetracyd dan baru tampil jika dilihat menggunakan mikroskop. Mirip dengan kutu putih, tungau ini menghasilkan bercak bercak putih tidak merata Buah naga merah yang normal memang punya garis garis putih yang merata dan biasanya kusam, sedangkan serangan tungau bercak putihnya acak dan tidak merata; 6). Bekicot; Bekicot biasanya memakan tunas muda buah naga. Ini berbahaya lebih-lebih jika umur buah naga kurang dari satu tahun. Ciri kehadiran bekicot adalah kotorannya yang berada di sekitar buah naga atau menempel di buah naga. Bisa juga dilihat dari bekas cangkang buah naga; 7). Burung; Burung menyerang buah naga dengan cara mematok buah naga dari atas, biasanya burung hanya mematk – matokkan paruhnya, tidak memakan buah naga sampai habis. Buah yang sudah dipatuk burung akan mengundang datangnya lalat buah. Ini menyebabkan buah naga tersebut busuk. Serangan burung jarang terjadi, tapi jika terjadi sangat menyusahkan karena mobilitas burung yang cepat; 8). Ayam; Ayam suka memakan buah naga yang dekat dengan tanah. Tentu saja buah naga sisa makanan si ayam ini tidak akan laku anda jual. Sebaiknya bungkuslah buah naga yang dekat dengan tanah. Ayam biasanya bisa memakan buah naga sampai ketinggian 70 cm. Mengatasi Bekicot Petani biasanya akan membuang atau menginjak bekicot yang ditemukan. Biasanya setelah hujan para petani menyisir buah naga untuk menemukan bekicot Membasmi Semut dan Teman -Teman Kutunya Bisa dengan obat anti semut. Bisa juga manual dengan membuang sarang semut yang ditemukan. Melakukan pencegahan dengan membuang bunga kering atau buah yang sudah busuk. Pembuangan bisa dengan mengubur di dalam tanah, membakar, atau membuangnya jauh jauh dari kebun. Mengatasi Ayam Agar tidak dimakan ayam, buah naga yang pendek dibungkus dengan plastik. Mengatasi Burung Membuat orang-orangan seperti di sawah. Demikian naskah ini saya buat semoga bermanfaat bagi kita semua. Ditulis oleh : Dalmadi BBP2TP Bogor Sumber : Balitbangtang dan Berbagai sumber media elektronik (Internet) lainnya Gambar : Caca Sugiarto IPB maupun Lainnya