Loading...

PENGENDALIAN HAMA TANAMAN CABE

PENGENDALIAN HAMA TANAMAN CABE
Cabe sudah dikenal sebagai tanaman rempah atau bagian dari makanan manusia sejak sekitar 7500 sebelum masehi. Christopher Columbus adalah salah satu orang eropa yang pertama-tama menemukan tanaman ini di daerah karibia dan menyebutnya pepper karena menyerupai genus piper hitam dan putih di eropa serta merupakan rempah yang sangat pedas. Beberapa tahun ini para petani mullai mengembangkan cabe varietas lain yang dikenal dengan nama cabe keriting, disamping cabe rawit yang berukuran lebih kecil, lebih pendek tetapi jauh lebih pedas disbanding cabe keriting yang jauh lebih panjang tetapi kurang pedas. Cabe merah bentuknya seperti lonceng, tidak pedas merupakan salah satu jenis sayuran penting yang memiliki ekonomi tinggi, banyak digunakan sebagai bahan pembuat salat, sambal dan dimakan mentah. Terdapat banyak jenis hama dan penyakit pada tanaman cabe, diantaranya adalah : Kutu daun Merusak daun, pucuk dan batang atau ranting cabe yang masih muda. Kutu daun ini merusak dengan cara menghisap cairan tanaman serta menjadi vector dari virus tipe mosaic yang mengakibatkan kekerdilan pada pertumbuhan tanaman cabe, sering terjadi serangan hama ini secara langsung dengan menghisap cairan, tidak mengakibatkan kerusakan yang berarti tetapi lebih penting sebagai vektorpentakit virus. Pengendalian hama ini dapat dilakukan secara kultural, yaitu dengan rotasi tanaman yang bukan anggota family solanaceae atau tanaman inang lainnya. Cara lain dengan penanaman serentak dan penggunaan varietas unggul. Pengendalian secara kimiawi dapat dilakukan dengan menggunakan insektisida basudin 60 EC (2 ml/l) atau servin 85 S. Tanggal, 6 Desember 2019 Penyusun Moh. Ali Nurdin