Loading...

Pengendalian Hama Tikus Dengan Dedaunan

Pengendalian Hama Tikus Dengan Dedaunan
Tikus menyerang padi pada malam hari. Pada siang hari, tikus bersembunyi dalam sarangnya di tanggul-tanggul irigasi, jalan sawah, pematang, dan di daerah perkampungan dekat sawah. Pada periode bera, sebagian besar tikus bermigrasi ke daerah perkampungan dekat sawah dan akan kembali lagi ke sawah setelah pertanaman padi menjelang generatif. Kehadiran tikus pada daerah persawahan dapat dideteksi dengan memantau keberadaan jejak kaki (foot print), jalur jalan (run way), kotoran/faeces, lubang aktif, dan gejala serangan. Tikus sangat cepat berkembang biak dan hanya terjadi pada periode padi generatif. Dalam satu musim tanam, satu ekor tikus betina dapat melahirkan 80 ekor anak. Banyak cara yang di tempuh oleh petani untuk mengendalikan hama tikus, yang selama ini merupakan salah satu hama yang susah untuk di kendalikan. Salah satu cara pengendalian yaitu dengan membuat pestisida alami yang ramah lingkungan , yang bahan bakunya ada di sekitar petani sendiri. Bahan yang dibutuhkan adalah sebagai berikut : Daun pucung Daun sirsak Daun mimba Daun atau biji mahoni Untuk bahan disesuaikan dengan ketersediaan bahan yang ada di sekitar lingkungan rumah. Cara Membuat : Keempat bahan tersebut di tumbuk atau dicacah , Masukkan daun yang sudah di tumbuk/cacah ke dalam tong plastik Masukkan air bersih atau jika bisa dicampur dengan urine sapi Lalu diperam selama 15 hari, Setelah itu air peraman daun disaring dan siap digunakan. Cara penggunaan : Cukup 2 Gelas air peraman daun di campur dalam tangki 14 liter,dan gunakan 1 minggu sekali hingga panen. Penulis : Esti Nopitasari, SP Sumber : http://klintan.hpt.unpad.ac.id/infoproteksi-pengendalian-tikus-sawah-rattus-argentiventer-dengan-bebauan/