Loading...

PENGENDALIAN HAMA TIKUS DENGAN EMPOSAN DESA KEDUNGPRAHU KEC. PADAS KAB. NGAWI

PENGENDALIAN HAMA TIKUS DENGAN EMPOSAN DESA KEDUNGPRAHU KEC. PADAS KAB. NGAWI
Hama tikus merupakan momok yang paling ditakuti oleh petani, utamanya petani padi. Meledaknya populasi tikus dan mulai hilangnya musuh alami tikus membuat hama yang satu ini jumlahnya sudah besar.Berbagai cara telah dilakukan untuk membasmi hama pengerat, mulai dari meracun, memberikan musuh alami seperti burung dan ular, namun hasilnya belum juga maksimal. Di Desa Kedungprahu Kecamatan Padas, kini sudah ada yang mengandalkan dengan teknik pengasapan pada lubang-lubang sarang tikus dengan tabung gas elpiji ukuran 3 kg.Untuk mengurangi populasi tikus yang mengggangu tanaman padi dan dapat memutus rantai penyebaran hama tikus di areal persawahan. Bahan-bahannya sangat mudah didapatkan petani. Kemudian, cara penggunaannya pun mudah. Yang penting, pengendalian hama tikus ini harus dilakukan secara serentak pengemposan tikus berbahan bakar elpiji 3 kg itu sangat sederhana yaitu selang dan regulator disambungkan dengan elpiji 3 kg dan bagian ujungnya terbuat dari pipa besi yang disambungkan dengan spuyer. Alat ini mudah dioperasikan tinggal menyumbat lubang-lubang tikus dan sisahkan satu lubang untuk pengemposan ke dalam lubang,berikut cara membuat alat pengempos tikus.Alat dan bahan :1. 1 buah kompor LPG untuk mie ayam2. 10 cm pipa besi berdiameter 2 inci3. 1 buah regulator LPG yang bisa diatus besarnya4. 2 meter selang kompor gas LPG5. 1 buah tabung dan gas LPGCara pembuatan1. Ambil topi kompor untuk mie ayam2. Masukkan pipa besi dengan diamet sesuai dengan diameter kompor dengan panjang 10 cm ke ujung kompor tadi3. Las bagian yang bersentuhan antara pipa dan kompor4. Beri lubang bebeerapa buah pada pipa tersebut5. Sambungkan kompor dengan regulator menggunakan selang6. Pasang regulator pada tabung gas LPG7. Kompor siap digunakan.Pada prinsipnya, pengemposan adalah mengubah komposisi udara dengan zat atau senyawa racun pernapasan. Hewan sasaran pengendalian akan mati akibat terkena dampak racun inhalasi tersebut, racun dibuat dengan membakar serbuk belerang yang dicampur dengan sekam yang diletakkan di lubang tikus sehingga menghasilkan asap racun belerang dioksida (SO2)Setelah dilakukan emposan, sebaiknya lubang tikus langsung ditutup dengan lumpur basah supaya :• Tikus tidak keluar sehingga mati beserta anak-anaknya di dalam lubang sarangnya• Infrastruktur pertanian seperti irigasi, tanggul jalan, pematang, jalan sawah dll tidak rusak karena digali. Biasanya, petani yang melakukan emposan tidak menimbun dan menutup kembali lubang sarang tikus yang telah digalinya,• Tikus lain yang datang belakangan, tidak memanfaatkan lubang sarang yang pernah ada sebagai tempat tinggalnya. Hal tersebut menguntungkan karena tikus tidak nyaman di lahan sehingga mencari alternative tempat lainnya• Tikus dan anak-anaknya yang mati di dalam lubang sarang juga sekalian langsung dikubur sehingga tidak menimbulkan bau busuk yang menggangguLubang aktif yaitu lubang yang masih di tinggali tikus sawah, ciri ciri lubangnya jika dilihat dari luar, lubang aktif hanya terlihat sebagai lubang berdiamter 6 -8 cm, padahal di dalam lubang tersebut merupakan lorong yang panjang dengan percabangan dan ruangan membesar untuk melahirkan dan menempatkan anak-anaknya saat induk betina melahirkan.Karena konstuksi lubang sarang tikus yang seperti itu, hanya gas beracun saja yang paling efektif untuk membunuh tikus di dalam lubang serangnya tanpa perlu membongkarnya.