Loading...

PENGENDALIAN HAMA TIKUS PADA TANAMAN JAGUNG

PENGENDALIAN HAMA TIKUS PADA TANAMAN JAGUNG
Hama tikus pada umumnya sangat aktif pada malam hari dan kegiatan hariannya sangat teratur mulai dari mencari makanan, minum dan mencari pasangan. Untuk menghindari dari lingkungan yang tidak menguntungkan, tikus membuat sarang pada daerah yang lembab, berdekatan dengan sumber air dan sumber makanan seperti dibatang pohon, sela-sela batu dan tanggul. Tikus pada umumnya menyerang pertanaman jagung dilahan sawah setelah waktu pertanaman padi. Tikus mengandalkan indera penciuman, pendengaran, dan indera perasa untuk mendeteksi keberadaan sumber makanan. Tikus juga mempunyai daya reproduksi yang tinggi karena dapat melahirkan sepanjang tahun tanpa mengenal musim. Populasi tikus dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti sumber air, sarang, dan ketersediaan makanan. Pengendalian habitat tikus harus memperhatikan bioekologi hewan tersebut.Hama Tikus menyerang tanaman jagung pada fase generatif atau fase pembentukan tongkol dan pengisian biji. Tongkol yang telah masak susu dimakan oleh tikus hingga mengakibatkan tongkol menjadi rusak dan mudah terinfeksi oleh jamur. Bagian yang disukai tikus umumnya pada ujung tongkol sampai bagian pertengahan tongkol. Berikut ini beberapa cara untuk mengendalikan hama tikus pada tanaman jagung:Pengendalian Hayati dengan memanfaatkan musuh alami: Tikus dapat dikendalikan dengan memanfaatkan predator berupa kucing, anjing, ular, burung elang, dan burung hantu. Penggunaan patogen sebagai agen pengendali tidak dianjurkan karena berdampak negatif pada manusia.Sanitasi lingkungan pertanaman: pembersihan, perawatan dan penyempitan ukuran pamatang atau tanggul dapat dilakukan untuk membatasi tikus membuat sarang. Untuk itu pematang atau tanggul dibuat dengan lebar ± 40 cm dan selalu terjaga kebersihannya.Pengendalian secara mekanik: pemagaran pertanaman dengan plastik, pemasangan bubu perangkap, atau gropyokan merupakan tindakan pengendalian mekanik yang dapat dilaksanakan untuk mengurangi populasi tikus. Penggunaan bambu berukuran 2 m yang pada salah satu bubunya dilubangi, kemudian diletakkan dipinggir pematang saat terbentunya tongkol sampai panen,. Pengendalian secara kimia: Rodentisida yang biasa digunakan untuk mengendalikan tikus dengan cara pemberian unpan beracun. Emposan dengan menggunakan bahan fumigasi / pengasapan efektif menurunkan populasi tikus. Penulis : Hadi Santoso, SPPenyuluh Pertanian BPP.Panceng Kabupaten Gresik