JUDUL : TIKUS SAWAH (RATTUS ARGENTIVENTER) Bioekologi Tikus Sawah 1. Tikus adalah hama yang sangat merugikan pada banyak jenis tanaman pangan (polyfag).2. Sangat adaptif pada berbagai lingkungan pada berbagai lingkungan. Habitatnya : tempat gelap dan semak-semak sekitar sumber pakannya. Kelebihannya : 1). Dapat berenang hingga 72 jam.; 2). Dapat melompat ke atas setinggi 90 cm, datar sejauh 1,2 – 3 m; 3). Tidak cedera meski jatuh dari ketinggian 10 m4. Mengerat utk mencegah pertumbuhan giginya yg mencapai 12-15 cm per tahun.5. Maksimal berat badan 130 gram.6. Warnanya kelabu gelap pada punggung, putih pada bagian dada dan perut.7. Perkembangbiakan • Umur 1,5 – 5 bln sdh dapat berkembang biak• Usia bunting 21 hari, dan dapat melahirkan 6-10 ekor anak.• Anak yang sudah berumur 21 hari sudah pisah dari induk dan setiap ekor dapat melahirkan sebanyak 4 kali. Cara Pengendalian Tikusa. Pengendalian hama tikus dapat dilakukan dengan memadukan beberapa cara pengendalian yaitu : Gropyokan, pengemposan, tanam serempak, sanitasi habitat, musuh alami dan Rodentisida serta pengendalian dengan TBS-LTBS.b. Langkah-langkah pengendalian : Pengendalian mulai pratanam sampai panen Pengorganisasian gerakan operasional Kerjasama antar pemerintah daerah/batas wilayah Koordinasi dan kerjasama dengan instansi terkait