Loading...

Pengendalian Hama Uret Pada Tebu

Pengendalian Hama Uret Pada Tebu
Tebu merupakan tanaman yang banyak dibudidayakan masyarakat. Masyarakat Indonesia merupakan konsumen gula Tebu yang cukup tinggi. Dalam budidaya Tebu sangat dipengaruhi oleh adanya perubahan iklim dan juga serangan organisme penganggu tanaman (OPT). Hama Uret merupakan salah satu organisme penganggu tanaman yang menyerang tanaman tebu dengan agroekosistem dominan yaitu lahan kering dominan berpasir. Serangan hama Uret dapat menurunkan produksi gula hingga mencapai 50 %. Adapun jenis uret yang dominan menyerang adalah Lepidiota Stigma. Adapun terdapat beberapa cara pengendalian uret yaitu: pengendalian secara kultur teknis, fisik/mekanis, biologis, dan kimia.Pengendalian secara kultur teknisPengendalian ini cara mengatasi hama Uret dengan menanam tanaman lain selain tanaman Tebu. Penggunaan cara ini memperhatikan siklus hama Uret. Dalam jeda dapat digunakan secara efektif sebagai waktu tanam. Fase pentingnya dalah masa peneluran imago. Maka petani tebu perlu menyesuaikan dengan waktu masak tanaman tebu yang diusahakan. Hal-hal lain yang dapat dilakukan adalah dengan pengolahan lahan yang sempurna, lahan yang telah diairi kemudian diairi lalu digenangi hingga beberapa saat atau waktu yang diperkirakan dapat membunuh hama Uret.Pengendalian cara mekanis dan fisikCara mekanis dan fisik dapat dilakukan bersamaan pada saat pengolahan tanah dengan mengumpulkan larva Uret dan Kumbang secara manual. Cara ini dilakukan dengan harapan menekan pertumbuhan hama Uret. Penangkapan imago dapat dilakukan pada siang hari. Saat itu, imago banyak bersembunyi pada tanaman-tanaman disekitar Tebu. Jika tanaman inang ditekan (jenis gulma) ditekan, maka populasi hama Uret dapat berkurang.Cara lainnya, yaitu: melakukan penangkapan imago/kumbang pada sore hari saat terbang. Biasa ini terjadi pada saat awal musim hujan. Penangkapan pada sore hari dapat dilakukan pada jam 17.00-18.00. Cara lainnya dengan melakukan saat malam hari. Penggunaan lampu perangkap untuk menangkap imago. Waktu yang tepat menggunakannya adalah pada saat awal dan akhir musim hujan.Pengendalian dengan insektisida Cara lain yang dapat digunakan untuk mengendalikan hama Uret adalah dengan pengendalian dengan insektisida. Penggunaan insektisida nabati jauh lebih diuamakan. Beberapa bahan insektisida yang dapat digunakan, yaitu: daun mimba, tembakau, tembelekan, dan mindi. Adapun bahan nabati lainnya yang cukup efektif mengurangi hama Uret adalah ekstrak biji jute, tepung biji cute, ektrak biji castor, dan ekstrak daun alamanda.Pengendalian terakhir adalah dengan menggunakan insektisida sintetis. Ini dilakukan bila pengendalian-pengendalian lainnya sudah dilakukan dan tidak dapat mengurangi atau menekan serangan hama Uret. Kategori penggunaan insektisida ini adalah tingkat serangan telah sampai mengkhawatirkan dan telah melampaui ambang batas ekonomi. Maka beberapa insekstisida sintetis dengan bahan akti seperti karbofuran, etoprofos, kadusafos dapay digunakan. Cara penggunaan adalah dengan ditaburkan pada juring. Bila cara ini juga belum memberikan hasil yang diinginkan, dapat dilakukan dengan penyemprotan di areal pertanaman. Pengendalian lainnya sesuai dengan kearifan lokalPada beberapa daerah memiliki kearifan lokal tertentu dalam mengendalikan hama uret. Kearifan lokal yang menjadi kebiasaan petani pada umumnya telah didorong atas keseuaian kondisi dan permintaan di wilayah sekitar. Petani di Yogyakarta membudidayakan tanaman lainnya selain tanaman tebu dengan pengaturan jarak tanam. Tanaman yang dibudidayakan masyarakat adalah Wijen. Adapun kebiasaan menanam wijen adalah untuk meningkatkan pendapatan petani selain tanaman tebu yang dibudidayakan. Sumber: 1. Siswanto, Sumanto, Soetopo, D., 2016. Uret Pada Tanaman Tebu dan Perkembangannya Teknologi Pengendaliannya Dalam Mendukung Pertanian Berkelanjutan. Perpektif Vol 15 No 2/ Desember 2016.Penyusun: Miskat Ramdhani, Penyuluh Pertanian BBP2TP