Loading...

PENGENDALIAN HAMA WERENG BATANG COKLAT

PENGENDALIAN HAMA WERENG BATANG COKLAT
Hama wereng batang coklat merupakan hama utama tanaman padi sehingga menjadi hama yang sangat ditakuti petani karena dapat mengakibatkan gagal panen. Hama wereng batang coklat merupakan hama strategis, menghisap cairan batang tumbuhan padi, dapat berkembang biak dengan cepat, dan cepat menemukan habitatnya serta mudah beradaptasi dengan membentuk biotipe baru.Pengamatan hama wereng harus dilakukan secara intensif dan rutin. Jangka waktu pengamatan minimal 3 hari sekali dan jika ada gejala muncul wereng segera dihitung populasinya. Jika populasi per rumpun 7 – 9 segera diatasi dengan pengendalian pestisida baik secara hayati maupun kimiawi.Dari rangkaian kronologis peristiwa timbulnya serangan wereng batang cokelat, saran kepada para penentu kebijakan di bidang perlindungan tanaman pangan yaitu: (1) Aktifkan kembali para petani yang telah mengikuti Sekolah Lapang PHT (SL PHT) untuk memantau perkembangan populasi wereng cokelat berikut keberadaan musuh alaminya (predator, parasitoid dan patogen hama) pada areal tanaman padi yang masuk ke dalam tanggung jawab kelompoknya di bawah bimbingan petugas pengamat hama/PPL(2) .(2) Klasifikasikan areal tanaman padi yang terserang wereng cokelat ke dalam kriteria serangan berat (puso), agak berat, sedang, ringan dan tidak terserang, yang dilengkapi dengan informasi penerapan teknik budidaya (varietas padi, pemupukan, aplikasi pestisida jenis dan dosis, penyiangan, pengairan) hama lain dan penyakit. Jika menemukan serangan berat lengkapi dengan informasi varietas yang ditanam.(3) Lakukan pelarangan peredaran jerami padi dari daerah serangan ke daerah yang belum terserang. (4) Lakukan evaluasi terhadap pestisida yang digunakan (jenis, dosis, cara dan waktu aplikasi, interval penyemprotan, dicampur, tidak dicampur, efektivitas). (5) Lakukan seleksi terhadap jenis pestisida yang dipakai (masih efektif, kurang efektif, tidak efektif). (6) Gunakan insektisida yang masih efektif menurut ambang ekonomi hama dengan memperhatikan teknik aplikasi yang benar agar dampak negatif sewaktu aplikasi dapat diperkecil.(7) Tindak lanjuti dengan penelitian jika pada varietas IR 64 terserang berat wereng cokelat. (8) Terapkan sistem pengendalian hama terpadu untuk musim tanam yang akan datang (Pemanfaatan pengendalian alami setempat; Pengelolaan ekosistem persawahan dengan cara bercocok tanam seperti penggunaan varietas tahan; pergiliran tanaman/varietas; sanitasi lingkungan; Mengatur masa tanam; aspek bercocok tanam lainnya; Penerapan pengendalian nonkimiawi dan penggunaan pestisida secara bijaksana (selektif fisiologis dan ekologis). (9) Berlakukan kembali sistem informasi organisasi penerapan PHT di tingkat petani (Pemantauan agro ekosistem, pengambilan keputusan dan program tindakan).Oleh ; Ekowati ,SP. Penyuluh Pertanian MadyaBPP Kutoarjo.DINPPKP Purworejo