Loading...

Pengendalian Kumbang Kelapa (Oryctes rhinoceros)

Pengendalian Kumbang Kelapa (Oryctes rhinoceros)
Pengendalian Kumbang Kelapa (Oryctes rhinoceros) Pada Tanaman KelapaKumbang O. rhinoceros merupakan stadia yang merusak tanaman kelapa. Kumbang dewasa terbang ke tajuk kelapa pada malam hari dan mulai bergerak ke bagian dalam ketiak pelepah daun yang paling atas. Kumbang menyerang pucuk dan pangkal daun muda yang belum membuka dengan cara menggerek dan memakan helaian daun sehingga mengakibatkan daun terpotong-potong/ tergunting membentuk huruf “V” bila telah membuka. Gejala ini merupakan ciri khas serangan hama O. rhinoceros.Tabel hubungan kerusakan dan populasi terhadap penurunan produksi kelapa yaitu:Rata-rata jumlah guntingan per pelepahJumlah kumbang (ekor/ha)Penurunan produksi buah (%)0,250,250,500,751,001,251,501 atau kurang1-22-33-456-78-1010101827384553Karena kerusakan terjadi pada pelepah daun muda, maka beberapa ekor saja sudah dapat menyebabkan kerugian yang besar.Lima ekor kumbang per ha dalam tahap makan sudah dapat menyebabkan kerusakan yang berat. Tingkat penurunan hasil kelapa yang diserang dapat dilihat pada Tabel di atas.PengendalianO. rhinoceros.Hama kumbang Oryctes dapat dikendalikan secara terpadu melalui tindakan sanitasi, pemanfaatan musuh alami seperti Baculovirus oryctes dan Metarhizium anisopliae, penggunaan feromon, kanfer, dan serbuk mimba.Sanitasi : dilakukan dengan cara menebang tanaman yang sudah mati kemudian kayunya dimanfaatkan untuk kayu bangunan, perabot rumah tangga atau kayu bakar. Kayu kelapa juga dapat ditumpuk dan dibakar. Pembakaran batang kelapa ini dapat dilakukan secara bertahap sampai semua terbakar dengan demikian tidak menjadi tempat berbiak dari hama Oryctes. Penggunaan Baculovirus oryctes : untuk mengendalikan populasi hama Oryctes di lapangan. Kumbang Oryctes yang terinfeksi Baculovirus sudah tersedia di laboratorium Balitka. Untuk pertanaman kelapa seluas 1 ha cukup dilepas 5 ekor terinfeksi Baculovirus. Pemanfaatan feromon : kumbang Oryctes diperangkap menggunakan pipa PVC yang bagian bawahnya ditutup dengan sepotong kayu. Dua lubang dibuat pada jarak 26 cm dari bagian atas pipa, dan 130 cm dari bagian bawah pipa. Lubang masuk dibuat dengan ukuran lebar 20 cm dan tinggi 10 cm untuk jalan masuk Oryctes. Feromon sintetik digantung lubang masuk tersebut. Setiap perangkap dimasukkan 2 kg serbuk gergaji sebagai tempat berkembang biak kumbang yang terperangkap hidup di dalamnya. Dua feromon dibutuhkan untuk setiap hektar pertanaman kelapa. Pemanfaatan kanfer (naftalene balls) : Kanfer digunakan sebagai penolak (repellen) untuk hama Oryctes. Pada tanaman kelapa berumur 3-5 tahun digunakan 3.5 g kanfer per pohon, yang diletakkan pada tiga pangkal pelepah dibagian pucuk. Aplikasi diulang setiap 45 hari. Pemanfaatan serbuk mimba (powdered neem oil cake) : Serbuk mimba (250 g) dicampur dengan 250 g pasir kemudian diaplikasikan pada pucuk kelapa yang menjadi tempat masuk Oryctes. Aplikasi dilakukan pada 3-4 pangkal pelepah pada bagian dengan interval 45 hari. Pemanfaatan Jamur Metarhizium Anisoplae. Jamur ini masuk ke dalam tubuh serangga melalui spirakel atau pori-pori atau kutikula hingga tubuh serangga ditumbuhi miselia hingga ahirnya mati. Jamur ini juga dapat mengeluarkan metabolit skunder seperti destruksin. Jamur ini efektif membunuh pada stadia larva. Aplikasinya 2-3 kg/Ha dengan mencapurkan pupuk organic dan serbuk gregaji kemudian ditaburkan pada larva/serangga(Admin Klungkung, dikutip dari berbagai sumber)