Pengendalian adalah tindakan untuk mencegah kerusakan tanaman dan kerugian pada tanaman budidaya baik secara kuantitas maupun kualitas. Hal tersebut disebabkan oleh organisme pengganggu tanaman (OPT). OPT adalah hewan/binatang yang menyebabkan kerusakan pada tanaman dan menimbulkan kerugian bagi tanaman yang dibudidayakan. OPT terdiri dari hama, penyakit dan gulma. Hama adalah hewan/serangga yang merusak pertanaman dan merugikan para petani. Penyakit adalah suatu kondisi dimana tanaman tidak dapat tumbuh normal karena gangguan dalam pertumbuhannya. Gulma adalah tumbuhan yang kehadirannya tidak diinginkan pada lahan pertanian karena dapat menghambat pertumbuhan sehingga menurunkan hasil produksi tanaman budidaya. Pengendalian Hama pada tanaman padi secara alami: Sanitasi adalah Menjaga kebersihan lingkungan sawah dari gulma yang mungkin menjadi inang alternatif dan membersihkan sisa-sisa tanaman yang terinfeksi hama- penyakit. Pengolahan lahan adalah suatu proses dimana tanahdigemburkan dengan mempergunakan alat pertanian sehingga dapat diperoleh lahan pertanian yang sesuai dengan kebutuhan yang dikehendaki manusia dan sesuai untuk pertumbuhan tanaman. Pemberian jerami/meratakan jerami dilahan sawah yaitu sebagai sumber bahan organik yang efektif untuk menyuburkan tanah. Pengelolaan air bagi tanaman lebih dikenal dengan istilah irigasi. berperan mematikan hama-penyakit dan sangat penting dalam keberhasilan peningkatan produksi padi di lahan sawah. Rotasi tanaman adalah satu sistem budidaya tanaman dengan cara menggilir atau menanam lebih dari satu jenis tanaman yang berbeda dalam waktu yang tidak bersamaan. Misalnya padi - padi –palawija atau padi – palawija/kacang-kacangan – padi. Rotasi tanam dapat juga memutus perkembangbiakan hama dan panyakit karena tidak memilki tanaman utama. Pengaturan jarak tanam menjadi penting bagi tanaman karena dapat mempengaruhi berpengaruh terhadap perkembangan organisme pengganggu tanaman (OPT). Penanaman serempak bermanfaat dalam meningkatkan produksi hasil. Tanam serempak dapat juga meminimalisir serangan hama-penyakit karena juga dipanen bersamaan maka tidak ada lagi makan untuk hama-penyakit. Menanam varietas unggul/tahan, varietas unggul yang telah dilepas, berdaya hasil tinggi, tahan terhadap hama dan penyakit. Adapun varietas unggul/tahan hama dan penyakit yaitu ciherang, ciliwung, cigeulis, batang gadis, Memberamo. Menggunakan pestisida organik adalah Pestisida organik merupakan pestisida yang terbuat dari bahan tanaman atau tumbuh –tumbuhan. Berfungsi untuk mengendalikan serangan hama dan penyakit pada tanaman. Melakukan pemupukan berimbang pemupukan yang disesuaikan dengan kebutuhan tanaman yaitu penyediaan semua kebutuhan zat hara yang cukup sehingga meningkatkan hasil produksi. Melakukan pergantian varietas, pergantian varietas dilakukan supaya memutus siklus hidup hama dan penyakit sehingga tidak diancurkan tanam padi menggunakan varietas yang sama terus menerus sepanjang tahun. Melakukan pengumpulan telur, pengumpulan telur dilakukan pada saat tanaman dipersemaian agar mengurangi serangan hama dipertanam nantinya. Penanaman tanaman perangkap, bermanfaat untuk musuh alami sehingga dapat menekan populasi hama. Tanaman perangkap yaitu bunga matahari, kenikir, bunga kembang kertas zinnia, bunga tai ayam, kacang panjang,dan jagung Penggunaan perangkap merupakan salah satu pengendalian yang dilakukan petani dalam menekan populasi hama di tanaman padi. Misalnya perangkap feromon, lampu perangkap, perangkap dengan terasi. Pengendalian Penyakit pada tanaman padi secara alami: Perlakuan benih, Memilih benih yang bersertifikat atau berlabel. Seleksi benih yang baik menggunakan larutan garam selama 2-3 menit. Perendaman benih dilakukan setelah benih selesai diseleksi, yang bertujuan untuk merangsang kecambah akar, perendaman dianjurkan dengan ditambah fungisida organik dengan menggunakn bahan aktif PGPR dan Corynebacterium selama 8 jam. Selanjutnya benih diperam dengan dibungkus karung selama 1-2 hari. Melakukan persemaian, Setelah berkecambah pada benih dilakukan penyemaian. Penyemaian yang dilakukan petani biasanya kisaran 10 hari sampai 20 hari, bahkan terkadang lama penyemaian bisa mencapai umur 30 hari sebelum ditanam. Penggunaan fungisida organik, fungisida organik diberikan kelahan tanaman padi 3 hari sebelum tanam, 15 hst, 30 hst dan 45 hst dengan cara disemprotkan dengan volume semprot rendah. Pengendalian Gulma pada tanaman padi secara alami: Pemangkasan Penggunaan itik/bebek Penggunaan alat gasrok