Loading...

Pengendalian Penyakit Badong Pada Tanaman Pisang (pseudomonas Solanacearum)

Pengendalian  Penyakit Badong Pada Tanaman Pisang (pseudomonas Solanacearum)
PENDAHULUAN Komoditas hortikultura selama ini telah memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap pendapatan petani. Perkembangan komoditas hortikultura di Kabupaten Tulungagung akhir-akhir ini mendapat perhatian cukup besar, khusus tanaman pisang karena tanaman ini selain cara budidayanya yang mudah juga banyak memberikan manfaat diantaranya dalam pemenuhan gizi keluarga dan penambahan pendapatan petani. Pisang termasuk salah satu jenis buah buahan yang cukup potensial di Kecamatan Pagerwojo, populasinya cukup besar. Selain itu, permintaan domestik cukup meningkat karena pertumbuhan penduduk, kesadaran masyarakat terhadap gizi, peningkatan pendapatan dan pendidikan serta berkembangnya Waduk Wonorejo menjadi daerah wisata yang semakin ramai. Dua tahun terakhir perkembangan tanaman pisang di Kecamatan Pagerwojo, mengalami penurunan terutama diakibatkan adanya serangan penyakit, yang disebabkan oleh bakteri. Ferken (1972) mengidentifikasikan penyakit darah pisang disebabkan oleh bakteri (Pseudomonas solanacearum). CARA MENULAR Bakteri Pseudomonas solanacearum ini dapat ditularkan ke tanaman sehat melalui : tanaman, alat-alat pertanian, tanah yang terbawa alat-alat transportasi, aliran air dan vektor serangga yang menghisap bunga (jantung) pisang. Berdasarkan pemantauan di lapangan, penyakit darah pisang sudah menyebar ke seluruh sentra pertanaman pisang di wilayah kecamatan Pagerwoojo. Hasil penelitian Sudirman (2000) tentang penyakit darah pisang (Pseudomonas solanacearum) menyatakan bahwa dari sepuluh jenis tanaman pisang yang diuji,pisang kepok dan pisang raja sangat peka (tidak tahan), sedangkan pisang emas ebih tahan. Pisang ketip, pisang susu, pisang hijau, pisang kapal dan pisang ambon bereaksi tidak konsisten. TANDA TANDA SERANGAN Penyakit Darah Pisang / Badong (Pseudomonas solanacearum) kebanyakan mulai menunjukkan tanda serangan pada tanaman yang sudah berbuah, sedang pada tanaman yang masih muda belum menampakkan tanda serangan yang jelas. Pada tanaman dewasa (tanaman pisang yang sudah berbuah) tanda serangan dapat dilihat pada daun ketiga atau keempat dari atas (pucuk) yang mulai menguning serta disusul dengan daun berikutnya lalu mengering. Akibat dari semua daun menguning, maka pertumbuhan buah tidak sempurna. Apabila buah-buah pisang tersebut di potong atau di belah terlihat adanya cairan atau getah kental berwarna coklat kemerahan yang berbau busuk. Pada bagian dalam bonggol dan batang pisang yang sudah terkena penyakit, apabila dipotong bagian tengah terlihat bintik-bintik berwarna coklat kemerahan. Akhirnya berlanjut tanaman pisang akan menjadi kering dan mati. UPAYA PENGENDALIAN Ada beberapa upaya yang bisa dilaksanakan pada tingkat serangan tertentu sebagai berikut: Perketat Karantina Buah pisang dapat diangkut ke mana-mana untuk tidak terjadi serangan (menular) pada lokasi lain, perlu di perketat pengawasan lalu lintas perdagangan pisang, apakah pisang tersebut berasal dari daerah yang sudah terserang, perlu dilarang memasukkan ke daerah yang belum terserang penyakit tersebut. Sanitasi Sanitasi sangat penting bagi petani yang mempunyai areal tanaman pisang, agar diperhatikan lingkungan kebun pisang agar selalu bersih, jangan sembarangan menempatkan batang-batang pisang yang sudah di tebang. Dan buat parit di sekitar barisan pisang, sehingga tidak tergenang apabila ada air hujan. Terapkan sistem drainase yang baik. Buat parit disekitar barisan tanaman pisang, sehingga tidak tergenang apabila ada air hujan Desinfektan peralatan Peralatan yang akan dipergunakan harus disteril/dibersihkan dulu. Perendaman bakterisida selama 30 menit pada bibit tanaman dapat membunuh bakteri yang ada pada bibit tersebut Pemupukan Pemupukan dengan pupuk organik akan meningkatkan aktivitas mikroorganisme antagonis untuk membunuh bakteri perusak. Isolasi spot Apabila tanaman pisang sedang/akan keluar bunga dilakukan proteksi terhadap bunga tanaman pisang dari vektor serangga yaitu : di bungkus dengan kain, kertas agar tidak di kunjungi oleh serangga penular sampai selesai pembungaan. Eradikasi Apabila sudah terjadi serangan berat pada tanaman pisang, diadakan pemusnahan (menebang semua pisang yang ada pada lahan tersebut, dan diganti dengan tanaman pisang yang tahan terhadap penyakit darah pisang (Pseudomonas solanacearum) Penulis : Liek Die BPP Pagerwojo