Loading...

PENGENDALIAN PENYAKIT BUSUK BUAH PADA TANAMAN TOMAT DI KELURAHAN MAWA KECAMATAN SENDANA KOTA PALOPO

PENGENDALIAN PENYAKIT BUSUK BUAH PADA TANAMAN TOMAT DI KELURAHAN MAWA KECAMATAN SENDANA KOTA PALOPO
Tanaman Tomat (SolanumlycopersicumL) merupakan salah satu tanaman hortikultura yang penting di Indonesia. Namun, budidaya tanaman tomat banyak mengalami masalah yang dapat menyebabkan produksi tanaman tomat menjadi rendah baik secara kuantitas maupun kualitas. Salah satu masalah tersebut adalah penyakit yang disebabkan oleh mikroba pathogen yaitu cendawan pathogen (Adiyoga, Suherman, dan Soetiarso,2004). Cendawan pathogen tumbuhan merupakan organism yang berinti sejati (eukariotik) biasanya berbentuk benang yang bercabang-cabang, berkembang biak secara vegetatif maupun generatif, tidak berklorofil, dinding selnya tersusun atas khitin, selulose, atau keduany Menurut (Pracaya,2007) Cendawan yang hidup pada tanaman yang masih hidup akan menyebabkan penyakit atau patogen pada tanaman tersebut. Penyakit Busuk Buah terjadi karena adanya serangan dari cendawan jenis Thanatephorus cucumeris. Pada tanaman tomat yang terserang akan menunjukkan gejala Bercak cekung yang berwarna coklat, bercak akan membesar sehingga membentuk lingkaran yang berpusat. Bercak berwarna coklat tua, pada bagian tengah mengalami keretakan. Pengendalian: Pilih benih yang tahan penyakit dan hama. Penanaman jangan terlalu dalam. Berikan mulsa transparan atau mulsa plastik bening. Berikan tiang lanjaran supaya tanaman tomat tidak menyentuh tanah. Pengairan harus menggunakan air bersih. Bersihkan gulma dan tanaman yang yang berpenyakit dengan cara dicabut kemudian dibakar. Melakukan rotasi tanaman atau sistem tanam tumpangsari. Berikan fungisida dengan cara disemprotkan pada tanaman. Fungisida yang berbahan aktif chlorothalonil, interval 7-8 hari sekali. Demikianlah beberapa cara mengatasi penyakit Busuk Buah Rhizoctonia pada tanaman tomat. Semoga informasi ini bermanfaat bagi anda untuk mencegah kerugian akibat serangan penyakit pada tanaman tomat kita. Oleh : Andi Nur Anita, SP (Penyuluh Pertanian Madya IV/a)