Loading...

Pengendalian Penyakit BUSUK DAUN (Antraknosa) pada Bawang Merah

Pengendalian Penyakit BUSUK DAUN (Antraknosa) pada Bawang Merah
Pengendalian Penyakit BUSUK DAUN (Antraknosa) pada Bawang Merah Bawang merah merupakan salah satu komoditi pertanian unggulan yang sejak lama telah dibudidayakan secara intensif oleh petani di Indonesia. Komoditas sayuran umbi ini juga merupakan sumber pendapatan yang memberikan kontribusi cukup tinggi terhadap perkembangan ekonomi wilayah. Indonesia memiliki potensi pengembangan areal budidaya bawang merah yang cukup luas, yaitu mencapai lebih kurang 90.000 hektar. Beberapa kendala yang ditemui dilapangan merupakan penyebab utama kenapa kita masih impor bawang. Penyebab Penyakit Penyakit antraknosa ini sangat cepat berkembang biak dan menular, terutama pada musim hujan. Penyakit busuk daun (antraknosa) pada tanaman bawang merah disebabkan oleh cendawan Collectricum gloeosporiodes. Penyakit ini menyebar dan berkembang cepat pada kondisi kelembaban udara tinggi, tanaman yang terinfeksi akan mati dengan cepat, mendadak dan serentak Gejala Penyakit Pada musim hujan penyakit busuk daun (antraknosa) perlu mendapatkan perhatian ekstra, sebab cendawan Collectricum gloeosporiodes dapat berkembang biak dan menular sangat cepat. Gejala serangan penyakit antraknosa (busuk daun) pada tanaman bawang merah antara lain sebagai berikut : Adanya bercak putih berbentuk lonjong hingga bulat, kadang-kadang berbentuk belah ketupat pada daun bawang, Bercak putih pada daun terbentuk cekungan kedalam dan berbentuk lubang , Selanjutnya daun yang terinfeksi akan patah dan terkulai dengan cepat, Jika infeksi berlanjut, maka terbentuklah koloni konidia yang berwarna merah muda, yang kemudian berubah menjadi coklat muda, coklat tua, dan akhirnya kehitam-hitaman. Dalam kondisi kelembaban udara yang tinggi terutama pada musim penghujan, konidia berkembang dengan cepat membentuk miselia yang tumbuh menjalar dari helaian daun, masuk menembus sampai ke umbi, seterusnya menyebar di permukaan tanah, berwarna putih, dan menginfeksi inang di sekitarnya. Umbi kemudian membusuk, daun mengering dan sebaran serangan yang bersifat sporadis tersebut, pada hamparan tanaman akan terlihat gejala botak-botak di beberapa tempat. Pengendalian Penyakit Pengendalian atau penanganan penyakit busuk daun (antraknosa) pada tanaman bawang merah dapat dilakukan upaya penyemprotan menggunakan pestisida, baik pestisida nabati / organik maupun pestisida kima. Berikut ini cara pengendalian penyakit busuk daun pada bawang merah dengan pestisida : a). Melakukan pengamatan secara rutin terhadap perkembangan pertumbuhan bawang merah. Sehingga tindakan pengendalian dapat dilakukan sesegera mungkin. b). Jika serangan masih menunjukkan gejala serta belum tersebar secara luas, lakukan pengendalian secara mekanis dengan membuang dan memusnahkan daun bawang yang terinfeksi. c). Untuk pengendalian secara organik bisa dicoba menggunakan bubuk biji mimba / ekstrak biji mimba. Gunakan 30 – 40 gr bubuk biji mimba yang dilarutkan dengan 1 liter air dan semprotkan setiap 2 – 3 hari sekali d). Pengendalian secara kimiawi bisa menggunakan fungisida, misalnya Bion M, Czeb, Sorento, Score, Dakonil, atau Karibu. Pengendalian penyakit busuk daun pada tanaman bawang merah sebaiknya dilakukan sedini mungkin, sebab penyakit antraknosa ini cukup berbahaya dan bisa menurunkan produksi hingga 50% bahkan lebih. Lakukan pengamatan sejak penanaman secara rutin dan segera ambil tindakan jika terlihat adanya gejala serangan. Sehebat apapun bahan aktif fungisida tidak akan mampu menanggulangi penyakit antraknosa jika digunakan pada saat serangan sudah parah Ujung Saribu,09 Juli 2019 Penyuluh Pertanian Lapangan Ediamson Purba