Loading...

Pengendalian Penyakit Gugur Daun Oidium pada Tanaman Karet

Pengendalian Penyakit Gugur Daun Oidium pada Tanaman Karet
Penyakit Gugur daun atau disebut juga penyakit embun tepung termasuk dalam penyakit yang sangat penting bagi tanaman karet karena sering menimbulkan kerugian ekonomi yang cukup berarti. Penyakit ini menyebabkan kerugian di perkebunan karet baik tanaman belum menghasilkan (TBM) maupun tanaman telah menghasilkan (TM). Selain tanaman belum dan telah menghasilkan, jamur ini juga menyerang tanaman di persemaian, pembibitan, dan kebun entres. Serangan berat terjadi bila keadaan cuaca kering diselang-selingi oleh hujan yang singkat di malam hari atau kabut dipagi hari pada waktu tanaman membentuk daun muda (awal musim hujan). Patogen penyebab penyakit ini adalah jamur Oidium heveae.Patogen O. heveae terutama menyerang daun-daun muda yang berwarna coklat. Daun yang terserang terlihat berwarna hitam, lemas mengeriput, dan berlendir. Di bawah permukaan daun terdapat bercak putih seperti tepung halus yang terdiri dari atas benang hifa dan spora jamur. Massa tepung jamur tersebut juga dapat menutupi permukaan atas daun. Serangan O. heveae selanjutnya dapat menyebabkan bagian ujung daun mati, daun melengkung dan akhirnya gugur sehingga tinggal tangkainya saja dan tangkai ini akhirnya gugur juga. Pada daun yang lebih tua, gejala serangan ditandai adanya bercak kekuningan atau coklat, kemudian berkembang membentuk bintik-bintik nekrotik yang dapat mengurangi efisiensi fotosintesis. Pada daun tua ini juga terdapat tepung halus berwarna putih dipermukaan, namun daun-daun tersebut tidak banyak yang gugur hanya beberapa saja. Embun tepung termasuk penyakit yang merugikan karena mengakibatkan daun-daun yang masih muda berguguran, akibatnya pertumbuhan tanaman terhambat dan produktifitas menurun, sehingga produksi latek juga menurun. Selain itu jamur ini dapat juga menyerang bunga, sehingga produksi biji sedikit.Penyakit ini mengakibatkan gugurnya daun muda yang baru terbentuk sesudah masa gugur daun alami. Akibatnya pertumbuhan tanaman terhambat, produksi lateks menurun dan biji yang dihasilkan sedikit. Kebun yang sering mendapat serangan berat adalah kebun yang terletak pada ketinggian di atas 200 meter dari permukaan laut.Penyakit embun tepung disebabkan oleh jamur Oidium heveae. Jamur ini mempunyai benang-benang hifa berwarna putih menghasilkan spora tidak berwarna. Spora mudah diterbangkan oleh angin atau embun, dan mudah tercuci oleh air hujan dari permukaan daun sehingga penyakit ini hanya timbul pada awal musim hujan. Spora jamur ini disebarkan oleh angin dan embun.Pengelolaan penyakit:1. Tidak menanam klon yang rentan di daerah rawan penyakit gugur daun oidium, seperti GT1, PR255, dan WR101.2. Melakukan pemeliharaan tanaman dengan baik, diantaranya dengan pemberian pupuk ekstra berupa Nitrogen satu kali dosis anjuran, untuk merangsang pembentukan daun lebih awal, sehingga diharapkan daun tanaman telah menjadi hijau pada waktu O. heveae menyerang pada awal musim hujan.3. Memperhatikan beban penyadapan pada tanaman yang menghasilkan.4. Melindungi tanaman dengan fungisida Bayfidan 250 EC, Bayleton 250 EC, belerang atau Tilt 250 EC. Penggunaan fungisida dilakukan seminggu sekali sebanyak 5 kali, dimulai pada waktu 10% pohon membentuk daun baru dan gejala Oidium mulai muncul. Pengunaan tepung belerang 10-15 kg/ha dilakukan dengan cara penghembusan dengan alat penghembus bermotor pada pagi hari agar fungisida mudah melekat pada permukaan daun yang masih basah dan tidak mudah diterbangkan oleh angin. Sedangkan penggunaan Bayleton 250 EC, Bayfidan 250 EC atau Tilt 250 EC dilakukan dengan alat penyemprot bermotor atau alat pengabut.5. Pada tanaman menghasilkan (TM) pengendalian menggunakan fungisida tidak ekonomis, biasanya serangan penyakit ini dibiarkan saja (tidak dikendalikan). Pada tanaman TM pengendalian dilakukan dengan pemberian pupuk ekstra pada awal dan akhir musim hujan.Serangan penyakit gugur daun di lapangan dapat diketahui dengan melakukan pengamatan setiap hari terhadap serangan, dimulai pada saat tanaman mulai membentuk daun baru hingga daun menjadi hijau. Jika diketahui adanya serangan penyakit embun tepung, maka perlu secepatnya dilakukan pengendalian. Disamping itu perlu dilakukan pengamatan terhadap keadaan cuaca untuk meramalkan kemungkinan terjadinya serangan. Apabila keadaan cuaca kering diselang-selingi oleh hujan yang singkat atau rintik-rintik serta terdapat kabut di malam atau pagi hari pada saat tanaman sedang membentuk daun baru, maka diramalkan akan timbul serangan jamur. Dengan demikian tindakan penanggulangan dapat dipersiapkan segera. (Sri Wijiastuti, Penyuluh Pertanian pada Pusat Penyuluhan Pertanian).Sumber : 1. Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (BALITTRI)2. Pedoman Budidaya Karet (Hevea brasiliensis ) yang baik. Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian. 2014