Loading...

Pengendalian Penyakit pada Tanaman Cabai Rawit

Pengendalian Penyakit pada Tanaman Cabai Rawit
Pengendalian Penyakit pada Tanaman Cabai Rawit *)Reky Simamora Kegiatan IPW (Identifikasi Potensi Wilayah) BPP Kembang Kuning menghasilkan identifikasi salah satu permasalahan yang sering muncul pada komoditas cabai rawit di wilayah binaan Balai Penyuluhan Pertanian Kembang Kuning adalah penyakit antraknosa. Ciri-ciri tanaman cabai yang terserang antraknosa adalah luka berbentuk bulat hamper simetris pada buah cabai rawit. Pada kemunculan lesi yang demikian itu maka biasanya sudah terlambat untuk dilakukan tindakan pengendalian. Karena tindakan selanjutnya tidak akan berpegaruh banyak bagi produksi buah yang terserang penyakit ini. Maka tindakan pengendalian penyakit yang bisa dilakukan adlah “mencegah” penularan penyakit ke tanaman lain dan “mencegah” kemunculan penyakit yang sama pada tanaman berikutnya. Pada lahan yang telah diserang antraknosa maka tindakan pengendalian lanjutan yang perlu dilakukan adalah melakukan eradikasi segera agar pathogen tidak menular pada tanaman lain di sekitar tanaman yang terinfeksi. Eradikasi dilakukan dengan mencabut, menjauhkan dari lokasi kebun cabai dan membakar tanaman terserang tersebut. Ingat agar jangan sampai menggunakaan benih yang telah terinfeksi pathogen ini sebagai benih tanaman karena berpotensi besar menjadi sumber utama inang pathogen. Pada lahan bekas tanaman yang terserang penyakit diistirahatkan selama beberapa bulan dan jika akan dilakukan penanaman kembali pada lubang tanam dikocorkan larutan agensia hayati untuk menekan pertumbuhan pathogen tular tanah. *) Penulis adalah penyuluh pertanian pada BPP Kembang Kuning di Dinas Pertanian Kabupaten Tabalong