Loading...

Pengendalian Penyakit Tanaman Buah Naga

Pengendalian Penyakit Tanaman Buah Naga
Penyakit pada tumbuhan adalah gangguan yang disebabkan oleh mikroorganisme berupa virus, bakteri, fungi (jamur), protozoa (hewan bersel satu), dan cacing nematoda. Sama seperti hama, mikroorganisme juga menyerang berbagai organ tumbuhan, baik bagian akar, batang, daun, dan buah. Mikrorganisme hidup pada organ tumbuhan dan meracuni. Sehingga tumbuhan terhambat pertumbuhannya dan mati. Buah naga atau dragon fruit, juga dikenal sebagai apel kaktus, tanaman ini termasuk dalam keluarga kaktus (Cactaceae) yang berasal dari kawasan Meksiko, Amerika. Tanaman buah naga yang paling banyak dibudidayakan secara komersial adalah yang berkulit merah, daging buah merah dan kulit merah, daging buah putih, dimana buah naga tersebut memiliki rasa yang enak, manis, sedikit asam, dan dapat dikonsumsi sebagai buah segar, maupun diolah, serta sebagai campuran makanan dan minuman lainnya. Adapun secara umum, kandungan nutrisi dari 100 gr buah naga adalah : air 80-90%, karbohidrat 11,50 gr, protein 0,53 gr, lemak 0,40 gr, serat 0,71 gr, calsium 134,50 mg, fosfor 8,70 mg, vitamin C 9,40 mg. Selanjutnya untuk jenis yang berdaging buah merah, mengandung beta carotene, anthocyanin yangberfungsi sebagai antioksi. Semakin tinggi kesadaran masyarakat terhadap kesehatan khususnya buah naga, semakin tinggi pula permintaan terhadap buah naga, namun permintaan pasar yang terus meningkat diiringi dengan peningkatan produksi buah naga yang belum memadai, maka perlunya inovasi teknologi yang memadai untuk penikatan produksi buah naga lebih baik lagi. Hal tersebut didasari dengan adanya salah satu penyebabnya adalah bagaimana cara mengatasi dan penaganan penyakit pada buah naga, sehingga produksi tinggi, dan bermutu baik sesuai dengan permintaan pasar maupun masyarakat pada umumnya. Dalam berusahatani buah naga yang diharapkan dapat berproduksi tinggi, buah mulus yang sesuai dengan permintaan pasar baik lokal maupun nasional, namun usaha pertanian kita juga tak luput dari serangan penyakit dimana, serangan tersebut sangatlah berbahaya tanaman akan berbuah tidak maxsimal dan bahkan tanaman akan mati. Untuk mengatisipasi hal tersebut maka kami ingin mengajak mitratani buah naga untuk mengenal dan mewaspadai beberapa penyakit tanaman buah naga kita. Adapun penyakit buah naga yang biasa menyerang tanaman adalah sebagai berikut; Penyakit Karat Merah Alga Ciri ciri pada tanaman yaitu pada sulur buah naga yang terserang seperti melepuh. Muncul karat kecoklatan. Penyakit Bercak Orange Sulur Ciri ciri pada tanaman adanya bercak berwarna orange yang menyebar tidak beraturan. Beberapa bagian bercak tersebut ditemui bintik hitam atau coklat. penyebabnya adalah cendawan fusarium sp. Penyakit Putih Sulur Ciri ciri pada tanaman biasanya terjadi pada buah naga yang sudah berumur 5 tahun. Biasanya warna putihnya merata, bahkan lebih berbahaya warna putihnya tidak merata. Bercak putih akan membesar dan akhirnya mengelupas, lalu sulur buah naga menjadi cokelat. Penyakit Hawar dan Antraknosa Sulur Dua jenis penyakit hawar ini, ciri ciri pada tanaman Pertama, muncul bercak hitam melebar mulai dari bagian tepi sulur yang kemudian melebar ke permukaan sulur lain Kedua, muncul bercak berwarna coklat jerami, juga dimulai dari tepi sulur. Di dalam bercak terdapat bintik-bintik hitam yang berbaris secara teratur, bahkan ada juga yang Penyakit Kusam Putih Sulur Ciri ciri pada tanaman terlihat kusam putih ini mirip serangan tungau. Namun kusam putih akan terlihat bintik-bintik hitam. Penyakit Busuk Lunak Batang Ciri ciri pada tanaman terlihat batang yang terserang penyakit ini akan membusuk, mengeluarkan bau tidak enak, dan berair . Busuk batang diduga karena pengairan berlebihan atau masalah ketinggian permukaan tanah. Penyakit Kuning Ciri ciri pada tanaman terlihat pada sulur menguning ini seperti layu. Dia kekurangan pupuk jenis nitrogen. Jika tidak ada pupuk NPK, bisa diganti dengan pupuk kandang dari kotoran sapi atau kambing. Penyakit Antraknosa Buah Ciri ciri pada tanaman terdapat bercak hitam dan coklat yang beraturan di kulit buah. Awalnya kecil, jika tidak segera ditangani akan melebar dan bisa menular ke buah naga lainnya. Penyakit Bercak Orange buah Ciri ciri pada tanaman terdapat bercak berwarna orange seperti besi berkarat yang ditemukan pada kulit buah. Biasanya penyakit ini muncul setelah ada serangan hama belalang. Penyakit Bintik Hitam pada Sulur Ciri ciri pada tanaman dengan mata biasa warna bercaknya adalah hitam. Jika mengamati permukaan sulur yang terserang penyakit ini dengan mikroskop akan menjumpai benjolan coklat dengan pusat berlubang Pengendalian penyakit buah naga yaitu dengan cara secagai berikut; Dengan cara Melawan Penyakit Membuang tanaman yang sudah terserang sejauh mungkin, mengubur, atau membakar bagian buah naga yang terserang penyakit agar tidak menular. Sebaiknya melakukan pencegahan penyakit dengan menggunakan pupuk kandang yang sudah matang Selain itu pengendaliannya dengan cara penyemprotan dengan pestisida jenis. Fungisida atau Bakterisida; Penyebaran penyakit non pathogen melalui bahan kimia, factor alam ataupun kondisi tanaman itu sendiri. Contoh penyakit dari non pathogen (Abiotik) Fluktuasinya pH tanah.; Perubahan ph tanah dapat menyebabkan pertumbuhan menjadi bermasalah, dapat terjadi gejala keracunan dan bahkan tanaman kekurangan mineral. PH tinggi dan rendah sangat tidak menguntungkan bagi pertumbuhan tanaman. apabila pH tanah tidak diperbaiki bisa menyebabkan kematian pada tanaman. Kelebihan zat Kimia; Pemberian zat kimia pada saat pemupukan dan pemberian pestisida secara berlebihan dapat mempengaruhi pertumbuhan pada tanaman, gejala bisa terlihat menguningnya warna daun akibat keracunan zat kimia. Fluktuasinya suhu, cahaya dan kelembaban; Perpindahan suhu, cahaya dan kelembaban secara dratis bisa mempengaruhi pertumbuhan tanaman, contoh disaat kekeringan yang panjang. Suhu menjadi panas sehingga tanaman mengalami kematian. Kurangnya unsur pelengkap; Kebutuhan tanaman bukan hanya N, P dan K melainkan tanaman juga membutuhkan unsure seperti besi, boron, tembaga dan seng dalam jumlah sedikit namun diperlukan. Jika unsure itu tidak ada dapat mengganggu pertumbuhan tanaman. Demikian naskah ini saya buat semoga bermanfaat bagi kita semua. Ditulis oleh : Dalmadi BBP2TP Bogor Sumber : Balitbangtang dan Berbagai sumber media elektronik (Internet) lainnya Gambar : Foto Lampost.co/Armansyah