Tikus (Rattus argentiventer) merupakan hama yang sulit diberantas. Tikus merupakan binatang yang bersifat jera, artinya tidak akan memangsa umpan beracun lagi bila pemah memangsanya, perkembangannya sangat cepat dalam waktu 1 tahun sepasang tikus dapat beranak 1.270 ekor. Tikus menyerang tanaman padi mulai dari pesemaian, stadia vegetatif, maupun setelah membentuk biji.Dalam tulisan ini akan ditekankan cara pengendalian tikus dengan metode organic, tidak menggunakan bahan kimia. Mengingat tingginya ketergantungan petani terhadap penggunaan pestisida, sehingga diperlukan upaya keras untuk merubah budaya konvensional kepada inovasi baru pengendalian hama dan penyakit tanaman yang mengutamakan pengendalian alami. Hal ini periu disadari karena pengendalian hama dan penyakit tanaman dalam budidaya padi itu sangat penting.Pada prinsipnya bahan yang digunakan dalam pengendalian hama/penyakit tanaman padi digolongkan menjadi 3 (tiga) macam, yaitu:a. Predator, organisme yang bertindak sebagai pemangsa bagi hama/penyakit tanaman;b. Agen hayatic. Pestisida nabati, perstisida/bahan pembunuh hama atau bahan yang membuat hama tidak nyaman berada pada tanaman lersebut yang dibuat dari bahan-bahan nabati (contoh, penggunaan buah mahoni, kencur, daun bratawali, daun wedusan dsb-nya).Pengendalian dapat dilakukan dengan cara terpadu yaitu:a. Teknik BudidayaPenanaman padi dilakukan secara serentak, ideatnya penanaman serentak dilakukan pada luasan 20 ha, hal ini dilakukan agar serangan tikus tidak mengarah pada beberapa petak sawah.b. BiologisPengendalian cara ini yaitu dengan membiarkan predator hidup di sekitar persawahan seperti ular sawah dan burung hantu.c. FisikPengendalian tikus secara fisik dapat menggunakan perangkap dan umpan atau bisa juga buah jengkol dan mengkudu yang sudah hampir busuk, buah tersebut mengeluarkan bau busuk yang tidak sedap untuk mengusir tikus.d. MekanisCara ini dengan gropyokan. yaitu membongkar sarang tikus yang ada di pematang, juga dengan pengomposan alau pengasapan belerang.Berikut ini ada beberapa cara pengendalian tikus dengan bahan organik :A. Memandulkan Tikus Bahan : Umbi gadung, 1 kg; Dedakpadi 10 kg; Tepung ikan. 100 gr; Kemiri. beberapa biji; Air secukupnya.Cara Pembuatan :- Umbi gadung dikupas dan dihaluskan bersama keiniri;- Dicampur meraia dengan dedak padi, tepung ikan dan air menjadi adonan dapal digulung; - Adonan tersebut dibuat pelet kering; - Pelet tersebut dipasang di pematang sawah, sarang atau lubang tikus.B. Membunuh Tikus Bahan : Umbi gadung racun, 1 kg; Dedak padi, 10 kg; Tepung ikan, 100 gr; Kemiri, beberapa biji; Air, secukupnyaCara Pembuatan- Sama dengan untuk memandulkan tikus, begitu juga pengaplikasiannya. (Sulistiyani, SP ---- PPL BPP MARGOYOSO) Sumber : Departemen Pertanian, Pedoman Umum Rekomendasi Pada Tanaman Padi, 2007. Jakarta