Loading...

Pengendalian Tikus Dengan Burung Hantu (tyto Alba)

Pengendalian Tikus Dengan Burung Hantu (tyto Alba)
PENGENDALIAN TIKUS DENGAN BURUNG HANTU (Tyto alba) Burung hantu merupakan salah satu musuh utama bagi tikus. Oleh sebab itu burung ini sangat sesuai untuk membantu petani dalam mengendalikan populasi tikus. Pada populasi tertentu, tikus bisa sangat merugikan petani. Serangan tikus mampu menurunkan hasil produksi pertanian bahkan bisa sampai puso. Saat ini sudah banyak yang memanfaatkan burung hantu untuk pengendalian tikus di sawah. Selain dapat mengurangi populasi tikus, cara ini lebih aman dan ramah lingkungan dibandingkan dengan penggunaan obat-obatan kimia. Ada beberapa spesies burung hantu yang masing-masing spesies berbeda perilaku dan jenis makanannya. Teknologi ini sudah terbukti efektif di beberapa daerah. Cara ini bisa diterapkan di daerah yang potensi tikus dengan populasi yang tinggi. Burung hantu yang sering digunakan petani adalah burung Barn Owl atau dikenal dengan Tyto alba. Berikut ciri-ciri burung hantu (Tyto alba) yang biasa dijadikan mitra petani dalam pengendalian tikus di sawah : Ukuran badannya lebih besar yakni berkisar 25 – 35 cm. Ukuran burung hantu betina lebih besar dibandingkan burung hantu jantan Berat badannya bisa mencapai 500 hingga 600 gram Wajahnya berwarna putih berbentuk hati Memangsa tikus, tupai dan burung-burung kecil Beberapa Fakta mengenai Burung hantu yang perlu diketahui: Burung hantu memiliki leher yang elastis dan bisa berputar hingga 180 derajat. Sehingga mampu melihat arah depan dan belakang dengan mudah. Burung hantu mampu berenang. Namun hanya dalam waktu tertentu misalnya dalam keadaan terancam. Burung hantu dapat terbang sangat lama dan jauh Burung hantu memiliki bulu yang tidak dapat menyerap air dengan baik, sehingga pada musim penghujan burung ini tidak terlalu aktif / banyak berdiam diri. Langkah-langkah pemanfaatan burung hantu untuk mengendalikan tikus di sawah: Pembuatan sarang / rumah burung hantu Ukuran Panjang 100 cm Lebar 70 cm dan Tinggi 60 cm, ditambah teras dengan lebar 20 cm Terdiri dari 2 lubang pintu yaitu pintu depan ( 25 cm x 30 cm) dan pintu samping (25 cm x 30 cm) Bahan yang digunakan sebaiknya dari kayu sedangkan untuk atapnya dari seng, asbes, atau kayu yang di cat hitam (disesuaikan dengan habitat aslinya) Tempat tidur digunakan untuk istirahat, bertelur, dan mengasuh anak-anaknya. Sedang teras digunakan untuk bercengkerama dan menyantap hasil buruannya. Tinggi tiang 5-6 m Penempatan sarang Jangan terkena paparan sinar matahari Sarang harus selalu gelap Tidak terkena angin Penempatan di tengah sawah yang mencakup luas 2 Ha/1 sarang Memasukkan burung hantu ke sarang Burung hantu dimasukkan ke sarang dalam keadaan kenyang dan diberi makan secara rutin tiap pagi dan sore agar beradaptasi terlebih dahulu dengan tempat barunya Setelah 3 – 7 hari burung hantu dapat dilepas dan pintu tidak perlu ditutup lagi Pelepasan sebaiknya pada malam hari ( Admin_Sri Astuti, S.TP, Septi Eliza M.H., A.Md, Windari, SP, Mulijadi, SP, Handayani, SP )