Loading...

Pengendalian Walang Sangit Dengan Ramuan Nabati

Pengendalian Walang Sangit Dengan Ramuan Nabati
Pembangunan Pertanian berkelanjutan dan berwawasan lingkungan sesuai dengan paradigma hijau lestari, menjadi acuan untuk melaksanakan program pembangunan pertanian. Dalam bidang perlindungan tanaman sudah dimulai sejak lama, yaitu dengan penerapan konsep pengendalian hama terpadu (PHT). Dengan falsafah PHT menuntun langkah pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) melalui pendekatan ekosistem yang dilakukan dengan penguatan agroekosistim; penggunaan sarana pengendalian yang ramah lingkungan dan pemamfaatan sumberdaya lokal serta pendayagunaan komponen pengendalian alami, yang dikenal dengan Pestisida Nabati/Botani. Secara umum ramuan nabati dapat diarikan sebagai bahan yang berasal dari tumbuhan yang digunakan untuk pengendalian OPT. Ramuan nabati relatif murah dan mudah untuk dibuat dengan kemampuan dan pengetahuan yang terbatas. Secara sederhana dapat dibuat petani baik secara perorangan maupun dalam skala home industri, baik berupa larutan hasil perasan, rendaman, ekstrak, dan rebusan bagian tumbuhan yakni berupa akar, umbi, batang daun dan biji. Salah satu ramuan nabati yaitu cara pengendalian walang sangit. Alat dan bahan Daun Surian, Bawang putih, Lengkuas, Brotowali, Serai harum, pinang Sinawa, urine kambing Langkah Kerja Semua bahan ditumbuk satu persatu Bahan-bahan yang sudah ditumbuk direndam dalam urine kambing Rendaman bahan diperas dan diambil ekstraknya. Kemudian ekstrak tersebut disaring Kemudian dismpan didalam botol dan kemudian diberi label dan keterangan tentang ramuan dan tanggal pembuatan Cara penggunaan, 500 cc cairan ramuan diencerkan dengan air sebanyak 10 liter, diaduk dan dimasukkan kedalam tangki semprot.