Loading...

PENGGEMUKAN SAPI POTONG SECARA ORGANIK, DALAM 100 HARI

PENGGEMUKAN SAPI POTONG SECARA ORGANIK, DALAM 100 HARI
Pertumbuhan penduduk Indonesia dari waktu ke waktu kian meningkat. Demikian pula tingkat kemajuan ekonominya, sehingga daya beli sebagian besar masyarakat juga semakin tinggi. Hal ini pulalah yang memicu peningkatan kebutuhan daging khususnya daging sapi. Guna memenuhi permintaan pasar tersebut, maka para peternak sapi potong harus meninggalkan cara tradisional yang memakan waktu lama antara 4 sampai 6 bulan. Penggemukan harus disiasati dengan cara yang lebih cepat yaitu cara organik yang memerlukan waktu cukup 100 hari saja. Cara ini sangat bermanfaat karena disamping lebih efisien juga akan menyejahterakan ekonomi peternak itu sendiri. Penggemukan bertujuan untuk meningkatkan produksi dan memperbaiki kualitas daging sebelum ternak itu dijual. Dengan penggemukan, otomatis pertambahan berat daging sapi dapat dilakukan secara cepat dan dengan jumlah yang signifikan. Dengan demikian, kebutuhan masyarakat akan tingginya permintaan daging sapi dapat terpenuhi baik kuantitas maupun kualitas. Beberapa faktor penting yang harus diperhatikan dalam penggemukan sapi potong secara organik adalah : 1) Pemilihan Bibit; 2) Sistem Penggemukan; 3) Pakan Ternak dan Cara Pemberiannya; 4) Manajemen Kandang; 5) Pencegahan dan Pengobatan Penyakit. 1. Pemilihan Bibit. Ketepatan dalam pemilihan bibit sapi sangatlah penting. Sebab akan mempengaruhi keberhasilan usaha penggemukan sapi potong. Jika salah dalam memilih bibit, maka risikonya biaya yang harus dikeluarkan akan jauh lebih banyak. Agar terhindar dari kerugian tersebut, maka :a) Sapi harus mempunyai produktivitas tinggi, baik lokal/persilangan. Salah satu jenis yang digunakan peranakan ongole (PO) dan Madura; b) Pilih sapi jantan karena pertumbuhan lebih cepat; c) Pilih sapi muda sekitar 1-2,5 tahun dengan bobot ±200 kg karena mempuyai tekstur daging yang lebih halus, kandungan lemak rendah dan warna lemaknya muda sehingga menghasilkan keempukan daging yang lebih baik; d) sapi harus sehat dengan ciri umum: 1. Tidak terlalu kurus tetapi sehat; 2. Punggung sapi rapi; 3. berbadan semok karena sapi yang semok akan menghasilkan karkas yang banyak; 4. Asal usulnya jelas. 2. Sistem Penggemukan. Ada banyak faktor yang mempengaruhi dalam cara penggemukan sapi. Mulai dari cara pemberian pakan, luas kandang, umur serta kondisi sapi dan lama penggemukan sapi. Di Indonesia, cara penggemukan sapi yang efisien yaitu dengan di kandangkan/kereman. Keuntungannya, di samping meningkatkan nilai jual juga adanya nilai tambah terhadap kotoran ternak yang dihasilkan. Cara Kereman tersebut adalah : a) Sapi dikandangkan; b) Pakan dan air minum tidak di batasi; c) Pakan hijauan dan konsentrat; d) Sapi tidak dipekerjakan; e) Pemberian obat cacing dan supplement untuk meningkatkan nafsu makan serta daya tahan tubuh; f) Lama penggemukan dilakukan selama 100 hari. Dengan menyingkat waktu menjadi hanya 100 hari, biaya produksi menjadi lebih hemat dan panen lebih cepat. 3. Pakan dan Cara Pemberian. Pakan merupakan sumber protein yang diubah menjadi energi untuk menunjang pertumbuhan. Kualitas dan kuantitas pakan ternak sapi yang diberikan harus mencukupi, sehingga energi dapat diubah dalam bentuk daging dan lemak. Beberapa hal yang harus diketahui dalam memilih bahan pakan ternak sapi : a) Pakan harus mudah diperoleh; b) Mengandung zat gizi; c) Harus ada setiap waktu, harga layak; d) Pakan dapat diganti dengan yang lain dengan kandungan gizi yang sama; e) Pakan ternak sapi tidak beracun, tidak di palsukan, dan tidak rusak. Hijauan merupakan bahan pokok utama untuk ruminansia yang pada umumnya terdiri atas dedaunan, rerumputan, atau kacang-kacangan. Setiap hari sapi memerlukan 10%-12% pakan hijauan dan pakan tambahan 1%-2% dari bobotnya. Pemberian pakan hijauan dilakukan 3xsehari dan untuk pakan ternak sapi tambahan diberikan sebelum pakan hijauan. Selain pakan, ternak sapi juga membutuhkan suplemen untuk menunjang pertambahan berat badan. Dengan pemberian pakan tambahan berupa suplemen yang tepat mampu membantu pertumbuhan sapi secara optimal. Suplemen yang baik harus berasal dari bahan organik. Suplemen Organik Cair (SOC) GDM Spesialis Ternak adalah suplemen organik yang mengandung 5 bakteri baik, yang mampu mempercepat pertumbuhan sapi mencapai bobot maksimal. Selain itu juga meningkatkan daya tahan tubuh sehingga tidak mudah sakit. Jadi gunakanlah SOC GDM ini secara rutin setiap hari pada air minum (combor) atau bisa juga diaplikasikan di pakan agar pertambahan berat badan harian (PBBH) lebih baik dan waktu penggemukan sapi menjadi lebih cepat. 4. Manajemen Kandang. Fungsi kandang tempat berlindung dari panas dan hujan serta membatasi ruang gerak sapi agar terjadi penimbunan daging dan lemak. Pesyaratan kandang sapi potong sebagai berikut: a) harus jauh dari pemukiman; b) harus lebih tinggi dari jalan mencegah adanya genangan air; c) Terdapat tempat pembuangan limbah, ventilasi cukup; d) Sumber air mudah didapat; e) Konstruksi harus kuat dan kokoh. Tipe kandang sapi potong yang efektif adalah kandang ganda. Terdiri dari 2 baris sapi saling berhadapan, diantaranya di buat gang untuk memudahkan pemberian pakan dengan jarak 1,5 meter. 5.Pencegahan dan Pengobatan Penyakit. Penyakit ternak ada yang ringan ada yang berbahaya sehingga menyebabkan kematian. Tindakan pencegahan penyakit meliputi : a)Menjaga kebersihan dan peralatan kandang, serta memandikan sapi; b)Karantina sapi yang sakit dan segera obati agar tidak menular; c) Usahakan lantai kandang sapi potong selalu kering; d) Kontrol rutin kesehatan sapi dan vaksinasi. Beberapa jenis penyakit pada sapi: 1. Kembung, dapat dicegah dengan tidak memberikan pakan rumput yang basah. Untuk mengeluarkan gas berikan minyak kelapa dan penicillin atau cara di trocar tusuk lambung sebelah kiri (harus petugas vet). Dengan pemberian rutin SOC GDM akan membuat saluran percernaan menjadi lancar karena asupan nutrisi dapat terserap sempurna oleh tubuh ternak; 2. Kudis, harus dilakukan sanitasi kandang dan karantina ternak sakit. Untuk pengobatan cukur bulu lalu kerok bagian kulit bersihkan dengan air hangat atau gunakan oli bekas + belerang lalu oles. Setelah itu oleskan SOC GDM pada kulit yang bertujuan untuk merangsang pertumbuhan bulu lebih cepat dan bulu baru lebih mengkilap; 3. Cacingan, usahakan kandang jangan terlalu lembab dan sisa makanan jangan terlalu lama di dalam kandang. Berikan obat cacing secara rutin biasanya di beri albendazol (harus petugas vet). Selanjutnya berikan SOC GDM agar lebih cepat mengembalikan nafsu makan. Demikian cara penggemukan sapi secara organik hanya dalam 100 hari. Selamat mencoba (Inang Sariati) Referensi dari berbagai sumber