Loading...

PENGGUNAAN BAGAN WARNA DAUN (BWD) UNTUK MENGETAHUI KEBUTUHAN PUPUK PADA TANAMAN

PENGGUNAAN BAGAN WARNA DAUN (BWD) UNTUK MENGETAHUI KEBUTUHAN PUPUK PADA TANAMAN
Perlunya sekali petani mempunyai pengetahuan serta ketrampikan bagaiman agar lahan yang dipergunakan untuk kegiatan usahataninya itu dalam memberikan unsur hara buatan bisa secara tepat terhadap kebutuhan tanamnnya, karena rekomendasi pemberhan pupuk yang ada selama ini masih sekala Kabupaten.Untuk mendapatkan pertumbuhan padi yang baik, petani biasanya menggunakan pupuk N secara berlebihan. Padahal cara ini selain pemborosan juga menyebabkan tanaman peka terhadap penyakit, mudah rebah, merusak struktur kimia tanah dan mengganggu kesehatan lingkungan.Bagan Warna Daun (BWD) berguna untuk mengetahui kecukupan N pada tanaman padi, bentuknya persegi panjang dengan 4 kotak skala warna mulai dari hijau, hijau muda, hijau tua dan hijau tua sekali. Dengan bantuan BWD dapat diketahui apakah tanaman perlu segera diberipupuk N atau tidak dan berapa takaran N yang perlu diberikan. Pemberiaan pupuk N berdasarkan pengukuran BWD dapat menekan biaya pemakaian pupuk sebanyak 15-20% daritakaran yang umum digunakan petani tanpa menurunkan hasil. 1. Penggunaan Bagan Warna DaunBagan Warna Daun atau BWD adalah alat bantu pengukuran dosis pemupukan yang terbuat dari plastik yang mempunyai 4 atau 6 skala warna yang dijadikan dasar penilaian kualitatif warna daun padi. Cara pengukuran warna daun dengan BWD :• Pilih secara acak 10 rumpun tanaman sehat pada hamparan yang seragam, lalu pilih daun teratas yang telah membuka penuh pada satu rumpun.• Taruh bagian tengah daun diatas BWD dan bandingkan warnanya. Jika warna daun berada diantara 2 skala, gunakan nilai rata ratanya, misal, nilai 3,5 untuk warna antara 3 dan 4.• Sewaktu mengukur dengan BWD jangan menghadap sinar matahari.• Lakukan pengukuran pada waktu yang sama dan oleh orang yang sama pula• Jika lebih 5 dari 10 warna daun yang diamati berada dalam batas kritis, yaitu dibawah skala 4, maka tanaman perlu segera diberi pupuk N susulan sesuai dengan target hasil yang ingin dicapai. Pada tingkat hasil yang ingin di capai sebesar 5 ton/ha (GKG), takaran pupuk urea susulan yang diperlukan adalah 50 kg/ha. Selanjutnya setiap peningkatan target hasil sebesar 1 ton/ha, diperlukan urea tambahan 25 kg urea /ha. 2. Mengawal Dosis Pemupukan N dengan BWDAmati tanaman dengan BWD pada umur 21-28 untuk pemupukan susulan I, umur 38-42 untuk pemupukan susulan II dan khusus hibrida pada saat tanaman berbunga.Pilih daun termuda yang telah kembang sempurna dan sehat dari suatu tanaman untuk pengukuran warna daun. Bila warna daun nampaknya berada diantara dua standar warna, ambil rata-rata dari keduanya sebagai pembacaan warna daun.Contoh; bila warna suatu daun padi terletak antara No. 3 dan No. 4, maka bacaan warna daun adalah 3,5.Hitung rata-rata dari 10 pembacaan BWD.Bila nilai rata-rata pembacaan warna daun lebih rendah dari batas kritis yang sudah ditetapkan, Lakukan sesuai contoh berikut: - apabila target hasil 5 ton/ha dan pembacaan warna daun adalah 3,5 maka perlu ditambahkan 50 kg urea.- apabila target hasil 6 ton/ha dan pembacaan warna daun adalah 3,5 maka perlu ditambahkan 75 kg urea.- apabila target hasil 7 ton/ha dan pembacaan warna daun adalah 3,5 maka perlu ditambahkan 100 kg urea. Dengan memberikan pengetahuan dan ketrampilan terhadap petani dalam penggunaan BWD maka kemungkinan terjadinya pemborosan atau tidak sesuainya kebutuhan unsur hara oleh tanaman dalam pemberian pupuk bisa mendekati kebenaran.Oleh : Hapsari Wara P,STPBPP Kecamatan Bener DINPPKP Purworejo