Loading...

Penggunaan Benih Buah Duku

Penggunaan Benih Buah Duku
Budidaya buah duku agar dapat tumbuh dengan baik dan berproduksi maksimal maka perlu memperhatikan dalam penggunaan benih. Penggunaan benih yang dapat menjamin pertumbuhan dan produktifitas tinggi dan mampu beradaptasi dengan lingkungan, untuk menjamin pertumbuhan tanaman yang baik, hasil tinggi dan berkualitas baik serta diterima pasar adalah benih yang bersertifikat. Keuntungan penggunaan benih unggul: (1). Benih tumbuh cepat dan serempak. (2) Jika ditanam akan menghasilkan bibit yang tegar dan sehat (3). Pada saat ditanam, bibit tumbuh lebih cepat. (4).Jumlah tanaman optimum, sehingga akan memberikan hasil yang tinggi. (5) Bebas dari hama dan penyakit. (6). Bibit mempunyai sifat genjah. ( 7). Tingkat keseragaman penampakan fisik seperti warna, bentuk dan ukuran lebih seragam dari bibit lain yang sejenis. (8). Bibit cepat tumbuh Cara mendapatkan benih Perbanyakan dan penanaman buah duku pada umumnya masih diperbanyak dengan benih dari semai yang tumbuh spontan di bawah pohonnya. Benih yang tumbuh kemudian dipelihara dalam pot sampai tinggi hampir 1 meter dan selanjutnya baru ditanam di lapangan. Hal tersebut dalam mendapatkan benih buah duku akan lebih keberhasilannya. Perbanyakan melalui generatif hasilnya akan cukup tinggi walaupun memerlukan waktu yang relatif lama. Daya perkecambahan dan daya tahan semai akan lebih baik sejalan dengan ukuran benih dan hanya benih-benih yang berukuran besar yang hendaknya digunakan dalam usaha pembibitan. Pertumbuhan awal semai itu lambat sekali, dengan pemilihan yang intensif diperlukan waktu 10-18 bulan agar batang duku berdiameter sebesar pensil, yaitu ukuran yang cocok untuk usaha penyambungan atau penanaman di lapangan, tetapi di kebanyakan pembibitan untuk sampai pada ukuran tersebut diperlukan waktu 2 kali lebih lama. Teknik Penyemaian Benih Waktu penyemaian benih sebaiknya pada musim hujan agar diperoleh keadaan yang selalu lembab dan basah. Cara pembuatan media penyemaian dapat berupa tanah yang subur/campuran tanah dan pupuk organik (pupuk kandang atau kompos) dengan perbandingan sama (1:1). Jika perlu media tanam dapat ditambahkan sedikit pasir. Tempat persemaian bisa berupa bedengan, keranjang/kantong plastik atau polybag. Tetapi sebaiknya tempat untuk persemaian menggunakan kantong plastik agar mempermudah dalam proses pemindahan bibit. Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian Bibit duku tidak memerlukan perawatan khusus kecuali pemberian air yang cukup terutama pada musim kemarau. Selama 2 atau 3 minggu sejak bibit duku ditanam perlu dilakukan penyiraman dua kali setiap hari yaitu pagi dan sore hari, terutama pada saat tidak turun hujan. Selanjutnya cukup disiram satu kali setiap hari. Kalau pertumbuhannya sudah benar-benar kokoh, penyiraman cukup dilakukan sesekali dalam media penyemaian itupun bila media semai sudah kelihatan mengring. Penyulaman pada bibit diperlukan jika ada bibit yang mati maupun bibit yang pertumbuhannya terhambat. Rumput liar yang mengganggu pertumbuhan bibit juga harus dihilangkan. Untuk meningkatkan pertumbuhan bibit perlu diberi pupuk baik pupuk organik berupa pupuk kandang dan kompos maupun pupuk anorganik berupa pupuk NPK sesuai dengan dosis dan kadar yang dianjurkan. Pemindahan bibit dapat dilakukan pada umur sekitar 2-3 bulan dengan tinggi bibit 30-40 cm. Kegiatan pemindahan bibit harus memperhatikan kondisi fisik bibit waktu yang tepat Penulis : Dalmadi Sumber : Ditjen Horti