Loading...

PENGGUNAAN PESTISIDA NABATI DENGAN DAUN MIMBA UNTUK MENGENDALIAN ULAT DAUN PADA TANAMAN KUBIS

PENGGUNAAN PESTISIDA NABATI  DENGAN DAUN MIMBA UNTUK MENGENDALIAN ULAT DAUN PADA TANAMAN KUBIS
Hama ulat daun pada tanaman kubis (Plutellaxylostella) merupakan salah satujenishamautama di pertanamankubis. Kerusakan yang terjadi akibat hama tersebut sangatlah tinggi hingga mencapai 90%, sehingga perlu adanya upaya pengendalian hama yang tepat untuk mengurangi faktor kegagalan dan kerugian petani. Petani pd umumnya mengendalikan ulat daun pada tanaman kubis dengan menggunakan insektisida kimia. Ditinjau dari segi penekanan populasi hama, pengendalian secara kimiawi memang cepat dirasakan hasilnya, terutama pada areal yang luas. Tetapi selain memberikan keuntunga nternyata penggunaan insektisida yang serampangan / berlebihan juga memberikandampak yang tidakdiinginkan. Salah satu alternatef untuk mengendalikan hama ulat daun yang ramah lingkungan dan bernilai ekomonis adalah dengan penggunaan pestisida nabati. Pestisida nabati merupakan pestisida dimana bahan aktifnya berasal dari tanaman atau tumbuhan dan bahan organic lainnya yang berkhasiat mengendalikan hama pada tanaman. Tumbuhan yang bias dijadikan bahan utama pestisida nabati antara lain mimba, seraiwangi dan lengkuas. Kebijakan di tingkat internasiona ltelah mendorong pemerintah Indonesia mengeluarkan kebijakan nasional dalam perlindungan tanaman, untuk menggalakkan program pengendalian hama terpadu (PHT) yang dituangkan dalam Peraturan Pemerintah No.6 tahun 1995. Kegiatan Penyuluhan dan Demonstrasi Cara (Pembuatan Pestisida Nabati) inidilaksanakan oleh Penyuluh Pertanian Lapangan di Kelompok Tani Puji Makmur Desa Ngadisari Kecamatan Sukapura. Tujuan dari Pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Kelompoktani dalam pembuatan pestisida nabati untuk mengendalikan ulat daun pada tanaman kubis. Bahan -bahan yang digunakan dalam pembuatan Pestisid anabatic dipilih bahan yang mudah didapat di wilayah binaan yaitu Daun mimba, seraiwangi dan Lengkuas. Mimba (Azadirachtaindica. Juss) Senyawa kimia yang terdapat pada tanaman mimba antara lain azadirachtin. Pestisida yang dibuat dari ekstrak mimba dapat memengaruhi reproduksi dan perilaku, dapat berperan sebagai penolak, penarik, antifeedant, dan menghambat perkembangan serangga, baik sebagai racun perut maupun racun Seraiwangi( Cymbopogonnardus (L).) Senyawa utama yang terdapat pada serai wangi adalah minyak Senyawa pada serai sifat racun dehidrasi (desiccant). Racun tersebut merupakan racun kontak yang dapat mengakibatkan kematian karena kehilangan cairan terus Serangga yang terkena racun ini akan mati karena kekurangan CARA PEMBUATAN PESTISIDA NABATI Peralatan : Penumbuk / Blender Pisau Baskom Saringan Botol/Curigen Bahan : 1 Kg Daun Mimba 750 Gr Lengkuas 750 Gr Serai Wangi 10 Lt Air bersih Cara Pembuatan : Rajang daun mimba, lengkuas dan serai wangi Haluskan semua bahan dengan ditumbuk atau diblender Tambahkan ekstrak dg 10 lt air (disarankan menggunakan air yang matang agar daya simpannya lama (sekitar 6-12 bulan) Aduk hingga merata, kemudian diamkan hingga semalam 24 jam Aduk lagi hingga tercampur lalu saring, tujuannya untuk memisahkan ekstrak dengan larutan induk Simpan pada botol atau curigen yang ada tutupnya. APLIKASI PESTISIDA NABATI Ulat daun (ulat tritip) ini menyerang tanaman kubis pada semua umur tanaman, bias mulai dari persemaian hingga saat tanaman membentuk krop. Populasi tertinggi serangan ulat daun ini terjadi pada musim kemarau dan terjadi pada saat tanaman umur 14 – 42 Hst (2-6 minggu). Cara aplikasi Pestisida Nabati ini dengan melarutkan 500 ml biang Pesnab setara dengan 2 gelas biang Pestisida Nabati dengan15 liter air atau 1 tangki. Waktu Pengaplikasian ketanaman hendaknya dilakukan pada pag iatau sore hari, karena sifatdari Pestisida nabati yaitu mudah larut dan menguap maka untuk menghindari hal itu dipilih waktu yang tepat untuk mengaplikasikannya. Interval penyemprotan 1 minggu sekali atau tergantung dari serangan hama ulat Keuntungan dan Manfaat Penggunaan Pestisida Nabati : Mempertahankan kesuburan tanah, karena bahan yang digunakan tanpa menggunakan residu baik pada produk maupun pada tanah Aman dan ramah lingkungan Teknologi pembuatannya mudah dan murah (lebih ekonomis) Sulit menimbulkan kekebalan bagi hama (tidak resisten) Hasil pertanian yang dihasilkan lebih sehat dan terbebas dari residu pestisida Dapat terdegradasi atau terurai dengan cepat oleh sinar matahari Memiliki efek/pengaruh yang cepat, yaitu menghentikan nafsu makan serangga walapun jarang menyebabkan kematian fitotoksitas rendah (tidak meracuni dan merusak tanaman) KekuranganPestisidaNabati : Daya kerja relative lambat (2-3 hari) Tidak tahan terhadap sinar matahari Kurang praktis dan kadan gtidak dapat disimpan lama