Berbagai macam penyakit dapat meyerang hewan ternak. Oleh karena itu, perlu kewaspadaan untuk mencegahnya maupun mengobati apabila sudah terjangkit. Salah satu diantara penyakit yang sering menimpa ternak tersebut adalah Pink Eye. Pink Eye adalah penyakit mata menular pada ternak, terutama sapi, kerbau, domba, dan kambing. Pink Eye menyerang semua umur, namun hewan muda lebih peka dibandingkan dengan hewan tua. Penyakit Pink Eye sering terjadi pada musim panas dimana pada saat itu terdapat banyak debu dan meningkatnya populasi lalat. Namun pada kasus yang kronis dapat berlangsung sepanjang tahun. Penyakit ini ditemukan di hampir seluruh dunia dan menimbulkan kerugian ekonomi yang signifikan terutama pada industri peternakan sapi, yaitu berupa penurunan berat badan, dibuangnya susu dari sapi yang terinfeksi, dan penurunan harga jual sapi, serta pengeluaran biaya pengobatan. Sifat penyakit Pink Eye adalah epidemik dimana di tempat yang telah terinfeksi dapat berjangkit kembali setiap tahunnya. Hewan yang menderita penyakit Pink Eye dapat bersifat karier. Pink Eye dapat muncul kapan saja. Penyakit ini bisa disebabkan oleh bakteri, virus, rickettsia maupun chlamydia tetapi yang paling sering ditemukan adalah bakteri Moraxella bovis (M. bovis) yang bersifat hemolitik. Pada sapi, selain M. Bovis penyakit ini bisa juga disebabkan oleh Rickettsia (Colesiata) conjungtivea, Mycoplasma conjungtivea, Brahanella catarrhalis dan Chlamydia. Untuk penularannya, Pink Eye bisa melalui kontak langsung dengan ternak terinfeksi lewat sekresi mata. Atau, secara tidak langsung melalui vektor lalat, debu dan percikan air yang tercemar bakteri. Mucosa autumnalis, Mucosa domestica dan Stomoxys calcitrans merupakan vektor lalat yang sering ditemukan di sekitar mata. Pada tubuh lalat ini terutama pada kelenjar air liur, M. bovis dapat bertahan sampai 72 jam. Munculnya penyakit pink eye ini dapat diawali oleh adanya iritasi pada mata yang disebabkan oleh kibasan ekor, gesekan rumput dan debu. Sensitifitas mata terhadap sinar ultraviolet meningkatkan peluang terjadinya pink eye dimana sapi yang mempunyai jumlah pigmen mata lebih sedikit seperti sapi Hereford, Holstein dan Shortorn berpeluang besar terkena pink eye. Sedangkan sapi yang mempunyai jumlah pigmen mata lebih banyak seperti Angus dan Brahman kurang begitu sensitif. Masa inkubasi biasanya 2-3 hari, tetapi bisa juga sampai 3 minggu. Gejala awal adalah mata lembab, adanya sedikit konstriksi pada pupil, serta photophobi atau sensitif terhadap cahaya sehingga matanya sering ditutup untuk menghindari cahaya. Dalam waktu yang singkat mulai keluar air mata dan terlihat adanya penyempitan pupil secara jelas serta kekeruhan pada kornea. Dalam hal ini, Lakrimasi menjadi lebih jelas dan timbul vesikel yang kemudian akan pecah dan menimbulkan luka/ulcer, kekeruhan dari kornea semakin berkembang dan bagian tengah menjadi menyeluruh pada hari ke 4 atau ke 5. Pembesaran pembuluh darah tampak pada daerah perifer dari kornea pada hari ke 7 sampai hari ke 10. Pada saat radang akut sudah mereda, sekresi mata makin purulen. Setelah 10 sampai 15 hari, kornea mulai terlihat jernih yang mulai dari daerah perifer ke bagian tengah. Kesembuhan total akan terjadi 25-50 hari. Kerusakan kornea dapat menjadi lebih parah sehingga mengakibatkan kebutaan. Infeksi pada mata dapat terjadi unilateral ataupun bilateral. Pengobatan. Bakteri M. bovis peka terhadap penicilin, streptomycin, gentamycin, tetracyclin, cephalosporin, nitrofurans dan sulfonamides. Long acting oxytetracyclin efektif untuk mengobati anak sapi yang terinfeksi (deep muscule parenteral). Penelitian terhadap efektifitas pemberian antibiotik secara topikal masih kurang, sampai saat ini diketahui bahwa preparat topikal tidak bisa bertahan lama pada mata karena adanya lakrimasi yang berlebihan sehingga dapat menurunkan efeknya. Preparat topikal seperti furazolidone spray dapat mengurangi jumlah bakteri yang tinggal di daerah mata serta memperkecil ukuran ulcer. Pengobatan topikal yang lebih efektif yaitu pemberian Benzathine cloxacilliin. Formula bentuk oil dari benzathine penicilin dapat mengurangi jumlah M. bovis dan meningkatkan penyembuhan ulcer pada mata. Untuk pencegahan yang efektif, lakukan secara rutin penjagaan dan pembersihan kandang serta lingkungan. Selanjutnya, jaga kualitas pakan, serta atur populasi kandang tidak terlalu padat. Sedangkan di negara-negara maju, tindakan pencegahan yang dilakukan biasanya adalah melalui pemeriksaan immunologis. Sebab, diketahui bahwa adanya lg A aktif sangat penting untuk mencegah Infectious Bvovine keratokonjungtivitis (IBK) pada ternak (Inang Sariati). Sumber : dari berbagai sumber