PENGOBATAN PENYAKIT SCABIES PADA TERNAK KAMBING WKPP Biluy III merupakan salah satu wilayah kerja BPP Darul Imarah yang berada di Kecamatan Darul Kamal sangat potensial untuk peternakan kambing, karena didukung oleh iklim, lahan yang luas dan sumber daya manusia. Scabiosis adalah penyakit kulit yang sering dijumpai pada ternak dan cenderung sulit disembuhkan. Penyakit ini disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei termasuk Ordo Acarina, Family Sarcoptidae, Genus Sarcoptes. Penyakit ini menyerang kulit dan dapat menurunkan produksi daging, kualitas kulit, dan dan dapat menular pada manusia (zoonosis). Penyakit ditandai radang pada kulit dengan disertai keropeng dan bulu rontok pada daerah yang terserang penyakit. Semua hewan ternak dapat terserang penyakit ini pada seluruh tubuh, namun predileksi scabies pada tiap-tiap hewan berbeda-beda; pada kerbau di punggung, paha, leher, muka, daun telinga. Kambing merupakan binatang memamah biak yang berukuran sedang. Kambing termasuk salah satu jenis ternak yang akrab dengan usaha tani di pedesaan. Hampir setiap rumah tangga memelihara kambing. Sebagian dari mereka menjadikan peternakan kambing sebagai salah satu sumber penghasilan keluarga. Saat ini, pemeliharaan kambing bukan hanya di pedesaan, tetapi sudah menyebar ke berbagai tempat. Semakin banyak peternak kambing yang muncul disebabkan oleh permintaan daging dan susu kambing yang terus mengalami peningkatan. Kambing sangat digemari oleh masyarakat untuk diternakan karena ukuran tubuhnya tidak terlalu besar, perawatannya mudah, cepat berkembang biak, jumlah anak per kelahiran sering lebih dari satu ekor, jarak antar kelahiran pendek dan pertumbuhan anak atau pedet cepat. Selain itu, kambing memiliki daya adaptasi yang tinggi dengan kondisi agroekosistem suatu tempat (Sarwono,2011). Pencegahan scabies Pencegahan bisa dilakukan dengan cara: -Menghindari kontak lansung dengan kambing yang terkena penyakit ini -Sanitasi kandang -Bila salah satu kambing menunjukan gejala penyakit scabies, kambing tersebut segera isolasi. Pengobatan Scabies. Beberapa obat tradisional telah digunakan untuk pengobatan scabies seperti campuran belerang dan minyak kelapa. Belerang dipercaya oleh masyarakat dapat mematikan tungau Sarcoptes scabiei karena kandungan sulfurnya, sedangkan minyak kelapa dipercaya sebagai bahan pencampur obat-obatan karena kegunaannya sebagai pelarut untuk melarutkan belerang disamping berperan dalam proses reabsorbsi obat ke dalam tubuh melalui pori-pori kulit. Pengobatan tradisional lainnya dengan menggunakan oli bekas yang dipanaskan dan dioleskan pada bagian kulit yang berlesi atau ke seluruh tubuh (Randu, 2002). Dosis yang diberikan umumnya 1 ml untuk 25 kg bobot badan kambing secara subkutan. Pengobatan dapat diulang kembali pada hari ke 10-14. Penulis : Najdi, A. Md Sumber : https://1.bp.blogspot.com