Loading...

PENGOLAHAN BIJI SAWIT

PENGOLAHAN BIJI SAWIT
Proses pemisahan biji - serabut dari ampas pengempaan bertujuan terutama untuk memperoleh biji sebersih mungkin. Kemudian dari biji tersebut harus menghasilkan inti sawit secara rasional, yakni kerugian yang sekecil-kecilnya dengan hasil inti sawit yang setinggi-tingginya. Pemisahan biji dari gumpalan ampas pengempaan sangat dipengaruhi oleh segi teknis dari proses yang mendahuluinya. Jika proses pemisahan serabut tidak menghasilkan biji yag bersih maka sebab utama dari kegagalan tersebut dapat disebabkan oleh : perebusan kurang baik sehingga biji sukar lepas dari serabut; pengadukan yang kurang baik menyebabkan buah kurang tercacah sehingga serabut masih melekat pada biji; ampas pengempaan tidak cukup kering karena kondisi buah kurang bagus, tekanan pengempaan kurang mencukupi, penambahan air terlalu banyak pada saat pengempaan, atau kehausan pada sliding cone sudah berlebihan; pemuatan atau pengisian alat pemisah biji serabut dengan ampas melebihi kapasitasnya; Daya kipas atau ventilator yag tidak cukup atau tidak sesuai dengan alat pemisah; Kotoran-kotoran berat seperti batu, kerikil, dan lain-lain yang memperkecil kapasitas alat pemisah; Kebersihan alat tidak terpelihara sehingga mempengaruhi hasil kerja. Pemeraman biji (nut silo); berfungsi sebagai tempat pemeraman biji, biji yang telah keluar dari depericarper perlu diperam agar lebih mudah dipecah dan kernel terlepas dari cangkang. Lapisan biji dalam alat umumnya terdiri atas tiga tingkatan suhu yang berbeda sebagai berikut : bagian atas 70 0 C, bagian tengah 60 0 C, bagian bawah 50 0 C. Pemecahan biji ; alat pemecah biji terdiri dari 2 tipe yaitu tipe nut cracker dan ripple mill, nut cracker sebaiknya diopersikan dengan mengatur kecepatan putar sesuai dengan ukuran biji sebagai berikut : fraksi kecil < 13 mm : 1.400 rpm, fraksi sedang 13 - 15 mm : 1.300 rpm, fraksi besar > 15 mm : 1.250 rpm. Jika pemecahan biji menggunakan ripple mill, maknet yang terdapat pada corong pemasukan harus sering dibersihkan dari logam yang melekat, efisiensi nut cracker atau ripple mill dinyatakan dengan persentase biji yang dapat dipecah terhadap umpan. Pemisahan basah atau kering ; kernel yang masih bercampur dengan cangkang dapat dipisahkan melalui pemisah basah dan atau kering yaitu Pemisahan menggunakan tanah liat (clay bath) atau air pusingan (hydrocyclone) dan pemisahan kering dengan menggunakan isapan angin. Pemisahan menggunakan tanah liat (clay bath) : cracker mixture dipisahkan menggunakan larutan tanah liat denganberat jenis 1,13 dengan mencampurkan tanah liat (kaolin) dengan air. Campuran kernel dimasukkan kedalam bak dan massa yang memliki berat jenis 1,13 akan turun menuju dasar cone kemudian dipompa kea lat penapis cangkang selanjutnya dikirim ke shell hopper, sementara kernel yang mengapung karena berat jenisnya kurang dari 1,13 dialirkan melalui talang penapis dan dikirim ke kernel dryer untuk dikeringkan. Pemisahan berlangsung baik jika berat jenis cairan 1,13 dan tetap menggunakan tanah liat yang dapat membentuk larutan koloid. Pemisahan dengan Hydrocyclone : cracker mixturemasuk kedalam tabung winnowing, karena gaya berat kernel dan cangkang kasar masuk kedalam air cyclone. Benda berat lain seperti batu jatuh dan ditampung, sedangkan benda ringan seperti abu, cangkang dan kernel halus terisap masuk kedalam cyclone, kemudian melalui air lock masuk kedalam silo cangkang, sampah yang melekat pada dewatering drum harus selalu di bersihkan. Penambahan air dilakukan secara kontinyu agar permukaan air tetap pada batas yang ditentukan, jika persentase kerneldalam cangkang terlalu tinggi vortexfinder di turunkan, sebaliknya jika persentase cangkang dalam kernel tinggi vortexfinder dinaikkan. Pengeringan kernel ; dilakukan secara bertingkat, pada kernel hasil pemisahan cara basah, suhu pada tingkat atas, tengah dan bawah berturut-turut 60 - 70 0C, 70 - 80 0C, dan 50 - 60 0C. sementara suhu alat pengering yang mengeringkan kernel dari hasil pemisahan kering adalah 60 - 70 0C, 70 - 80 0C dan 50 - 60 0C. Penimbunan kernel ; produksi kernel ditimbun dalam kernel bin, selanjutnya disimpan dalam karung goni dengan kelembapan udara diatur, sehingga tidak lebih dari 70 % atau ditimbun di silo kernel untuk pengiriman ketempat penjualan dengan sistem curah. Sumber : Pedoman Budidaya dan Manajemen Kelapa Sawit, Maruli Penulis : Agus Sutarman, Penyuluh Pertanian Madya Pusat Penyululuhan Pertanian BPPSDMP