Loading...

PENGOLAHAN LAHAN UNTUK PERTANAMAN CABE

PENGOLAHAN LAHAN UNTUK PERTANAMAN CABE
Lahan adalah merupakan lingkungan fisis dan biotik yang berkaitan dengan daya dukung terhadap perikehidupan dan kesejahteraan hidup manusia. Lingkungan fisis meliputi topografi, iklim, tanah dan air. Sedangkan lingkungan biotik meliputi hewan, tumbuhan dan manusia. Setiap kegiatan pertanian pasti membutuhkan pengolahan lahan. Dalam budidaya cabe pengolahan lahan sangatlah penting. Pengolahan lahan untuk tanaman cabe bertujuan untuk memperbaiki kondisi tanah dan memberikan kondisi menguntungkan bagi pertumbuhan akar. Melalui pengolahan tanah, drainase dan aerase yang kurang baik akan diperbaiki. Tanah diolah pada kondisi lembab tetapi tidak terlalu basah. Tanah yang sudah gembur hanya di olah secara umum. Tahapan Pengolan Lahan 1. PersiapanPersiapan dilakukan dengan cara membalikkan tanah dan memecah bongkahan tanah agar diperoleh tanah yang gembur untuk memperbaiki aerasi. Tanah yang akan ditanami dicangkul sedalam 15-20 cm, kemudian diratakan. Tanah yang keras memerlukan pengolahanlahan yang lebih banyak. Tanah di cangkul/dibajak lalu dihaluskan dan di ratakan.2. Pembukaan lahanPengolahan lahan diawali dengan membersihkan lahan dari sisa-sisa tanaman sebelumnya. Bila diperlukan sisa tanaman yang cukup banyak di bakar, abunya di kembalikan ke dalam tanah, kemudian di lanjutkan dengan pencangkulan dan pengolahan tanah dengan bajak. Diamkan selama 2 minggu yang bertujuan untuk menjemur tanah sehingga bibit-bibit penyakit bisa mati.3. Pembuatan bedenganSetelah tanah di olah, setiap 3 meter di buat saluran drainase sepanjang barisan tanaman. Lebar saluran 25-30 cm dengan kedalaman 20 cm. Saluran ini di buat terutama pada tanah yang drainasenya jelek. 4. PengapuranBudidaya cabe membutuhkan tanah dengan tingkat keasaman tanah (pH) kisaran antara 6,5 - 7. Jika pH tanah rendah (bersifat asam) maka akar, daun, dan batang tanaman cabe akan mudah pucat, mudah terserang penyakit dan virus. Tanah yang pH-nya asam biasanya banyak ditumbuhi rumput teki dan ilalang.Di daerah dengan pH kurang dari 5, tanah harus dikapur. Jumlah kapur yang diberikan berkisar antara 1-3 ton/Ha yang diberikan tiap 2-3 tahun. Pemberian dilakukan dengan cara menyebar kapur secara merata atau pada barisan tanaman sekitar 1 bulan sebelum tanam. Dapat pula digunakan dosis 300 kg/ha per musim tanam dengan cara di sebar pada barisan tanaman.5. PemupukanApabila tanah yang akan ditanami tidak menjamin ketersediaan hara yang cukup, maka harus dilakukan pemupukan. Dosis pupuk yang di butuhkan tanaman sangat bergantung pada kesuburan tanah dan diberikan secara bertahap. Pupuk di tabur di atas bedengan dengan dosis ZA 300 kg/Ha, SP 300 kg/Ha,KCL 300 kg/Ha dan pupuk kandang 1000 kg/Ha.6. Pemasangan mulsa Mulsa dipasang setelah bedengan/guludan di taburi pupuk. Untuk menjaga agar mulsa bisa tetap berada di bedengan dan mulsa terpasang dengan baik, maka mulsa di jepit dengan potongan kayu yang di iris tipis. Setelah mulsa terpasang semua, tahapan selanjutnya yang dilakukan adalah membuat lubang tanam di atas bedengan sebanyak dua baris (lubang mulsa plastiknya) di dalam tiap bedengan dengan jarak 50-60 cm. Sebaiknya lubang tanam di buatkan tidak sejajar (zigzag), hal ini bertujuan untuk mengatur sirkulasi udara di sekitar lokasi tanam. Selain itu pengaturan drainase kelembaban air tanah juga harus dilakukan dan penetrasi sinar matahari sepanjang hari. Diameter serta kedalaman lubang tanam yaitu kurang lebih 10 cm, atau dapat di sesuaikan dengan ukuran polybag yang di gunakan dalam persemaian.