Kelapa sawit dapat diolah menjadi bermacam-macam produk seperti minyak goreng, margarin, sabun, kosmetika dan lain-lain. Minyak sawit tersebut dapat digunakan untuk berbagai keperluan karena memiliki sifat tahan oksidasi dengan tekanan tinggi, mampu melarutkan bahan kimia yang tidak larut oleh bahan pelarut lainnya, mempunyai daya melapis yang tinggi dan tidak menimbulkan iritasi pada tubuh jika digunakan untuk kosmetik. Bagian dari kelapa sawit yang dipakai dalam pembuatan minyak goreng kelapa sawit adalah buah kelapa sawit. Buah kelapa sawit mengandung minyak, sehingga harus diperas untuk mengahasilkan minyak utuh yang jernih. Proses pembuatan minyak goreng sebagai berikut: Pengumpulan Buah Kelapa Sawit Pilihlah tandan buah segar yang telah matang, agar menghasilkan minyak goreng yang berkualitas. Pada saat memanen Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit, pemanen harus menggunakan dodos atau pisau dengan tiang panjang untuk memotong buah dari batang pohon. TBS yang sudah siap dipanen sangat mudah diidentifikasi, yaitu jika sudah berwarna merah cerah serta apabila ada 10-15 buah jatuh di tanah. TBS yang telah dipanen selanjutnya segera diangkut dengan truk ke pabrik. Pengolahan kelapa sawit sebaiknya dilakukan di pabrik dengan memakai mesin yang memiliki kekuatan pres yang baik, agar minyak yang di hasilkan juga berkualitas baik. Saat TBS telah masuk ke dalam pabrik, TBS kemudian ditimbang untuk dapat dilihat kapasitas minyak yang akan di hasilkan. Perebusan Buah Kelapa Sawit Sesudah ditimbang, buah kelapa sawit disterilisasi menggunakan uap air panas dengan tekanan 2,2 hingga 3 kg per cm. Proses perebusan ini membutuhkan waktu selama 90 menit. Proses ini dilakukan agar TBS dapat dilepas dari tandan, dan untuk mematikan enzim yang dapat merusak hasil dari minyak tersebut. Disamping itu, perebusan juga dimaksudkan untuk memudahkan saat peremasan buah untuk diambil minyaknya, dan memudahkan perontokan inti buah dari cangkangnya. Buah yang telah direbus akan menghasilkan minyak dengan kadar 0,5 persen. Buah yang telah direbus, kemudian dibawa ke tahap berikutnya. Perontokan Buah Setelah direbus, buah dirontokkan dari tangkainya dengan cara dibanting, kemudian buah dimasukkan ke dalam mesin therser. Mesin ini berfungsi untuk memisahkan buah dari brondongnya. Proses pemakaian mesih therser ini membutuhkan waktu dua kali pengolahan agar buah benar- benar bersih dari tangkai dan brondongnya. Hasilnya adalah daging buah terkelupas dan dapat diperas untuk tahap selanjutnya. Setelah dilepas dari tandan, buah kelapa sawit dapat diolah menjadi dua produk utama, yaitu Minyak Sawit Mentah/Crude Palm Oil (CPO), yang diekstrak dari mesocarp atau daging buah, dan Minyak Inti Sawit Palm Kernel Oil (PKO), yang berasal dari biji keras di tengah. CPO inilah yang nantinya akan ditransfer ke pabrik untuk diproses menjadi minyak goring. Pemerasan Daging Buah Sebelum buah di peras, biji buah harus dilepaskan daging buah memakai tekanan uap bersuhu antara 80 hingga 90 derajat. Setelah buah telah terlepas dari bijinya, maka buah dimasukkan ke dalam mesin pengompres. Pada tahap ini membutuhkan tambahan panas sekitar 10 hingga 15 persen dari kapasitas mesin pengompres. Hasil akhir dari pengomprean ini adalah minyak kasar yang masih bercampur dengan daging buah atau ampas buah. Selanjutnya dilakukan pemerasan CPO dari mesocarpnya. Penyaringan Minyak Kasar Minyak yang di hasilkan oleh mesih pengompres kemudian disaring dan dimurnikan untuk memastikan bebas dari kontaminasi, dan dikeringkan untuk memenuhi spesifikasi standar CPO. Pada proses ini, minyak kasar dimasukkan ke dalam crude oil tank. Di dalam wadah ini, terdapat saringan pasir yang bertugas memisahkan ampas dan minyak. Ampas yang terkumpul pada saringan akan diolah lagi, karena masih mengandung minyak pada pengolahan ini memakai mesin depericarper. Pada proses ini, membutuhkan bantuan air panas untuk memudahkan pengolahan ampas menjadi minyak. Pada proses ini, karena memakai bantuan air, maka hasil yang keluar adalah air yang bercampur dengan minyak. Pemisahan Minyak dengan Air Minyak yang telah tercampur dengan air harus dipisahkan. Proses pemisahan ini harus urut dan sesuai dengan kadar minyak yang ada dan sesuai dengan fase- fase minyak tersebut. Pada fase ringan, kandungannya adalah minyak, air, dan massa jenis minyak ditampung pada continuous setting tank. Lalu kandungan minyaknya akan dibawa ke oil tank. Sedangkan fase berat berisi minyak, air, dan massa berat ditampung pada sludge tank lalu di bawa ke sludge separator untuk memisahkan minyak dan airnya. Hasil akhir pada kedua proses ini adalah minyak, yang kemudian akan di murnikan. Pemurnian Minyak Minyak yang dihasilkan belum benar- benar terpisah dengan air, sehingga masih diperlukan proses pemurnian untuk menghilangkan air di dalam minyak. Untuk dapat memurnikan minyak, minyak di bawa ke dalam vacuum drier. Fungsi dari mesin ini adalah untuk membuang air yang terkandung di dalam minyak hingga nilai minimal atau di bawah ambang batas. Setelah melewati proses vacuum drier, minyak yang telah menjadi minyak murni, dimasukkan ke dalam oil storage tank untuk dibawa ke bagian pengemasan. (Sri Wijiastuti, Pusat Penyuluhan, BPPSDMP) Sumber: https://ilmugeografi.com/biogeografi/proses-pembuatan-minyak-goreng https://www.asianagri.com/id/media-id/faqs/bagaimana-minyak-kelapa-sawit-dibuat https://wiratech.co.id/cara-membuat-minyak-gorengs://www.i