Loading...

PENGOLAHAN SLUDGE SAWIT

PENGOLAHAN SLUDGE SAWIT
Sand Cyclone ; sludge dan sludge tank sebelum dimasukan ke sludge separator dipompakan ke sand cyclone, ditempat ini pasir halus akan terpisah oleh gaya sentrifugal, pasir halus yang berhasil dipisahkan kemudian di blow down secara berkala, sand cyclone berfungsi dengan baik jika perbedaan tekanan inflow dan out flow sludge 2 bar, untuk memisahkan atau mengambil minyak masih terkandung pada sludge, sludge diprose pada sludge separator. Pemisahan lumpur (sludge separator) ; cairan sludge yang telah melalui precleener dimasukan kedalam sludge separator untuk dikutip minyaknya, akibat gaya sentrifugal minyak yang berat jenisnya lebih kecil bergerak menuju poros dan terdorong keluar melalui sudu-sudu (disc) keruang pertama tangki pisah (setlling tank), cairan dan ampas yang memiliki berat jenis lebih berat dari minyak terdorong ke bagian bowl dan keluar melalui nozzle, padatan yang menempel pada dinding bowl dicuci secara manual atau otomatis. Hal-hal yang perlu dilakukan untuk mendapat perhatian antara laian ; suhu sludge dijaga 90 - 95 0C, penggunaan air untuk balancing harus menggunakan air panas dengan suhu 90 - 95 0C dengan besar aliran 10 - 15 0C pada gelas duga (alfa laval) atau berpedoman pada pelampung (westfalia), pembebanan baru dapat dilaksanakan setelah mesin berputar normal dengan menghitung petunjuk putaran (revolution counter), pencucian bowl dilakukan secara periodik sesuai dengan kebutuhan, pembersihan dan pemeriksaan menyeluruh dilakukan setiap hari. Penampungan limpahan minyak (preclaim oil tank) ; Endapan-endapan dari clarifier tank, oil tank, dan sludge tank yang di drain setiap pagi sebelum diolah, ditampung dalam tangki penampungan limpahan minyak, demikian juga minyak kutipan dari bak penampungan sludge (fat fit), jika ALB (asam lemak bebas) masih memenuhi syarat, untuk pemanasan, tangki ini dilengkapi dengan system pemanas uap injeksi, minyak yang terapung dibagian atas dialirkan ke clarifier tank, sedangkan lumpur pekat dibuang ke bak penampung sludge, yaitu fat pit, pembersihan dan pemeriksaan keseluruhan dilakukan seminggu sekali. Pengutipan minyak parit (fat pit) ; digunakan untuk menampung cairan-cairan yang masih mengandung minyak yang berasal dari air kondesat dan stasiun klarifikasi, minyak yang terkutip akan dipompa ke preclaim oil tank, pembersihan dan pemeriksaan dilakukan setiap satu bulan. Pemisahan minyak dengan metode pengendapan; jika minyak kasar yang ditampung dalam tangki dibiarkan, isi tangki akan mengendap dan terbentuk beberapa lapisan sesuai dengan berat jenis dari fase minyak kasar. Lapisan pertama mengandung butir-butir air dan zat pengotor dengan kadar 99,0 % minyak; 0,75 % air; dan 0,25 % zat padat. Lapisan kedua merupakan lapisan air yang mengandung minyak dalam bentuk terhomogenisir. Lapisan ketiga merupakan fase yang megandung zat organik padat serta emulsi minyak-air yang tidak terpecahkan dan menjadi stabilisator dari emulsi tidak hidup Pemisahan minyak dengan metode pemusingan; proses penjernihan air dengan metode pemusingan dengan mesin putaran tinggi digunakan untuk memisahkan cairan-cairan yang tidak saling bersenyawa (tidak saling melarutkan), mempunyai berat jenis berbeda dan benda padat yang terkandung didalamnya. Aplikasi dari prinsip pemisahan dengan metode pemusingan digunakan PKS untuk melakukan tugas-tugasnya sebagai berikut : a) Menjernihkan minyak dari proses pengendapan di clarifier tank sebelum diproses di vacuum dryer. Jenis pemusingan yang digunakan untuk aplikasi ini yaitu oil purifier yang memisahkan air dan kotoran-kotoran ringan yang terkandung dalam minyak; b) Mengutip kembali minyak yang terikut dengan lumpur (sludge) yang berasal dari clarifier tank. Jenis pemusingan yang digunakan untuk aplikasi ini yaitu decanter, nozzle separator, atau kombinasi keduanya Pemisahan dengan cara biologis; pemisahan yang dimaksud disini yaitu pengutipan minyak yang dilakukan di fat pit (sludge oil recovery system). Minyak yang diperoleh sebagian terjadi karena peristiwa pengendapan dan sebagian lagi karena proses biologi, yaitu terjadinya pemecahan molekul-molekul minyak sebagai akibat fermentasi. Minyak yang diperoleh dari fat pit, selanjutnya dikembalikan ke crude oil tank (COT), sedangkan sisa lumpur dan air dialirkan ke kolam limbah. Minyak yang ikut ke kolam limbah ini dihitug sebagai kerugian (losses). Sumber : Pedoman Budidaya dan Manajemen Kelapa Sawit, Maruli Penulis : Agus Sutarman, Penyuluh Pertanian Madya Pusat Penyuluhan Pertanian BPPSDMP