Loading...

PENGOLAHAN TANAH LAHAN RAWA

PENGOLAHAN TANAH LAHAN  RAWA
Lahan rawa merupakan lahan marginal yag memiliki potensi cukup besar untuk pengembangan pertanian khususnya untuk pengembangan tanaman pangan. Trend milineal memungkinkan lahan rawa menjadi potensi pengembangan pariwisata kekinian, dengan membuka lahan menjadi tujuan wisata dan pertanian terpadu. Pembuatan kanal-kanal pada lahan rawa yang bisa dilalui oleh perahu Wisata dan perahu pendukung produksi pertanian untuk mengangkut sarana produksi dan hasil pertanian.Luas lahan rawa di Indonesia diperkirakan mencapai 20,11 juta Ha. sekitar 9,53 juta Ha berpotensi sebagai areal pertanian. Di Kecamatan Menggala Kabupaten Tulang Bawang Provinsi Lampung mempunyai potensi Lahan rawa ada lebih dari 500 Ha yang tersebar di kelurahan Ujung Gunung, Kelurahan Menggala Tengah, dan Kelurahan Menggala kota yang selama ini sebagian telah ditanami jagung dan sebagian besarnya belum dikelola dan hanya berfungsi sebagai daerah tangkapan ikan air tawar pada musim cukup air. Saat air surut dibuat lebak-lebak sebagai jebakan ikan yang akan diambil oleh masyarakat sekitar.Sebagai lahan marginal memanfaatkan lahan rawa untuk usaha pertanian memang tidak semudah memanfaatkan lahan-lahan subur yang selama ini banyak telah dimanfaatkan untuk usaha pertanian seperti lahan irigasi dan lainnya.Salah satu ciri lahan rawa ini adalah pH cenderung ke arah asam, kandungan besi cukup tinggi dan lapisan pirit yang dangkal. Oleh karenanya dalam mengelola lahan ini menjadi lahan pertanian terlebih dahulu harus diketahui sifat dan karakterisktiknya yang khas tersebut. Jika salah kelola akan berakibat fatal dan memerlukan biaya dan waktu yang lama untuk memperbaikinya. Kesalahan pengelolaan tersebut diantarnya mengolah tanahnya terlalu dalam sehingga lapisan piritnya terangkat naik ke permukaan yang berakibat meracun bagi tumbuh kembangnya tanaman.Ada empat kunci sukses pengelolaan lahan rawa yang selain dapat meningkatkan produktifitasnya juga dapat melestarikan kesuburan lahan rawa yang selain dapat melestarikan kesuburan tanah sehingga pertanian berkelanjutan dapat dicapai.Adapun keempat kunci sukses dimaksud adalah :Pengelolaan air;Kunci utama keberhasin pemanfaatan lahan rawa pasang surut dan rawa lebak untuk pertanian adalah pengelolaan air, secara spesifik pengelolaan air di lahan rawa adalah bertujuan untuk :Memenuhi kebutuhan air pada penyiapan lahan;Memenuhi kebutuhan air untuk pertumbuhan tanaman;Memberikan suasana kelembaban yang ideal bagi pertumbuhan tanaman dengan mengatur tinggi muka air tanah;Memperbaiki sifat fisika kimia tanah dengan cara mencuci zat-zat yang bersifat meracun bagi tanaman;Mengurangi semaksimal mungkin terjadinya oksidasi pirit pada tanah sulfat;Mencegah terjadinya proses kering tak balik pada lahan gambut;Mencegah terjadinya penurunan tanah terlalu cepat;Mencegah masuknya air asin ke petakan lahan;2. Penataan lahan;Guna mengoptimalkan pengembangan lahan rawa untuk usaha pertanian yang sekaligus meningkatkan deversifikasi hasil pertanian dan pendapatan, maka perlu dilakukan penataan lahan yang bertujuan untuk :Mengurangi resiko keggalan toral dalam usaha tani;Meningkatkan keragaman usaha tani melalui deversifikasi tanaman;Meniingkatkan pendapatan usaha tani melaui defersifikasi tanaman;Mempertahankan kesuburan tanah.Pemilihan komoditas adaptif dan prospektif ;Dengan penerapan sistem tata air dan penataan lahan yang sesuai, lahan rawa tidak hanya diperuntukkan untuk tanaman padi, namun berbagai komoditas dapat dikembangkan. Hal tersebut dilakukan untuk eningkatkan pendapatan dan mengurangi rsiko kegagalan. Ada beberaa pertimbangan agar komitas yang dipilih dapat berpproduksi secara optimal memiliki nilai jual yang cukup tinggi, adapun pertimbangan tersebut adalah :Agroteknis;Ekonomis;Sosial;Keempat hal tersebut hendaknya menjadi perhatian serius sebelum melakukan pemilihan komiditas yang akan ditanam di lahan rawa.Penerapan tehnologi budidaya yang sesuai.Dilakukan dalam upaya untuk mengoptimalkan produktifitas lahan rawa.Ternologi budidaya dimaksud meliputi penyiapan lahan, pemberian bahan amelioran, penggunaan varietas yang adaptif, pemupukan pengaturan tanam, pemberantasan hama penyakitDemikian hal-hal yang perlu mendapatkan perhatian sebelum melakukan budidaya tanaman di lahan rawa, semoga dapat memberi gambaran yang baik dan berhasil dalam pengembangan pengelolaan lahan rawa.... bravo petani indonesia.(Ir. Muhammad Hasim_Kepala BPP Menggala)