Loading...

PENGOLAHAN TANAH MUSIM TANAM PADI KE II DI KECAMATAN MOROSI KAB. KONAWE

PENGOLAHAN TANAH MUSIM TANAM PADI KE II DI KECAMATAN MOROSI KAB. KONAWE
PadaMusim Tanam padi yang ke II Petani kecamatan Morosibiasanya Pada lahan sawahnya pengolahan tanah dilakukan dengan perbaikan dan pengaturan pematang sawah serta selokan. Pematang (galengan) sawah dilakukan agar tetap baik untuk mempermudah pengaturan irigasi sehingga tidak boros air dan mempermudah perawatan tanaman.Pengolahan tanah bertujuan untuk mengubah sifat fisik tanah agar lapisan yang semula keras menjadi datar dan melumpur. Dengan begitu gulma akan mati dan membusuk menjadi humus, aerasi tanah menjadi lebih baik, lapisan bawah tanah menjadi jenuh air sehingga dapat menghemat air.Kegiatan pengolahan tanah sawah yang dilakukan petani di kecamatan Morosi dibagi dalam dua tahap, yaitu: Pengolahan tanah pertama (pembajakan), dan pengolahan tanah kedua (penggaruan).Proses Pembajakan Lahan PersawahanPengolahan pertama, dilakukan dengan cara membajak. Pembajakan menggunakan bajak traktor tangan. Proses pembajakan ini dilakukan dengan cara membalikkan lapisan olah tanah agar sisa – sisa tanaman seperti rumput, dan jerami dapat terbenam. Setelah tanah dibajak, maka dibiarkan beberapa hari, agar terjadi proses fermentasi untuk membusukkan sisa tanaman dan jerami di dalam tanah.Pengolahan kedua. Dalam pengolahan kedua ini dilakukan proses penggemburan atau proses pencampuran antara bahan organik dengan tanah dengan cara penggaruan. Proses ini dimaksudkan agar bahan organik dapat menyatu dengan lapisan olah tanah. Selama pengolahan ini pasokan air agar mencukupi. Jangan terlalu kering dan jangan terlalu basah. Proses pencampuran ini dilakukan sampai bahan organik benar-benar menyatu dan melumpur dengan lapisan olah tanah.Proses selanjutnya permukaan tanah diratakan dengan bantuan alat dengan menggunakan traktor tangan. Proses ini bertujuan agar lapisan olah tanah benar-benar siap untuk ditanami padi. Waktu yang ideal berkisar antara 15 – 21 hari, Proses pengolahan lahan ini waktunya disesuaikan dengan persiapan persemaian, agar tidak terjadi keterlambatan pada saat pindah tanam.Penulis : Edy Siswanto, SP., MP (Penyuluh Pertanian Kec. Morosi)