Loading...

PENGOLAHAN TANDAN BUAH SEGAR (TBS) KELAPA SAWIT

PENGOLAHAN TANDAN BUAH SEGAR  (TBS) KELAPA SAWIT
Proses pengolahan ; untuk memperoleh minyak kasar (CPO) dan kernel (PKO) dari TBS melalui tahapan proses perebusan, pemipilan, pelumatan, pengempaan, pemisahan, pengeringan, dan penimbunan. Setiap TBS diolah memiliki komposisi tandan olah yang berbeda, hal ini perlu diketahui untuk kepentingan pengolahan. Perhitungan dalam persentase berbeda, tergantung produksi per hektar dan potensi jenis bahan tanaman, sebagai contoh komposisi tandan olah (material balance) ; Tandan Buah Segar (100 %), Tandan Buah direbus (88-92 %) diperlukan air kondesat (8-12 %), Tandan Kosong (20-23 %), Buah terpipil (55-65 %), Mesokarp (43-53 %): Minyak (20-23 %), Air (13-23 %), Serat (10-12 %); Biji (12-16 %): kernel (5-7 %), Cangkang (7-9 %). Penerimaan Bahan Baku; TBS ditimbang dijembatan timbang untuk mengetahui jumlah beratnya yang diterima pabrik; penimbunan TBS di loading rump dengan mensortasi buah agar mutunya baik; pengisian buah kedalam lori dengan kapasitas nominal agar pelat (water plate) tidak rusak pengisian lori dalam sterilizer menggunakan capstand dan pintu sterilizer ditutup dengan mengunci pakai handle. Perebusan ; pola perebusan yang umum digunakan dengan double peak (dua puncak) atau triple peak (tiga puncak), jumlah puncak dalam pola perebusan ditunjukkan dari jumlah pembukaan atau penutupan dari uap masuk atau uap keluar selama perebusan berlangsung yang diatur secara manual atau otomatis. Waktu perebusan triple peak berlangsung selama 80 - 85 menit Pemasukan uap dan pembuangan puncak I dan II ; fekuensi pembuangan air kondensat dan pembuangan uap bekas selama perebusan tergantung pada pola perebusan, puncak I dicapai dengan membuka pipa uap masuk selama 7 menit (umumnya tekanan mencapai 1,5 kg/cm2), kemudian pipa uap masuk ditutup dan pipa kondesat, pipa buang (exhaust pipe) dibuka dengan tiba-tiba sehingga tekanan turun hingga 0,5 kg/cm2 selama 3 menit, kemudian pipa kondesat ditutup, pipa uap masuk dibuka setelah 10 menit puncak kedua dicapai (tekanan 2-2,5 kg/cm2). Pengeluaran lori dari sterilizer; buah yang telah masak dikeluarkan dari dalam sterilizer dengan membuka pintu rebusan secara perlahan-lahan, agar packing door lebih aman, setelah itu lori ditarik dengan tali, bersamaan dengan pemasukan buah yang akan direbus. Penebahan buah ; buah rebus dari sterilizer diangkat dengan hoisting crane atau melalui tipper dituangkan dalam thresher melalui hopper yang berfungsi untuk menampung buah rebus, kemudian autofeeder akan mengatur peluncuran buah agar tidak masuk sekaligus. Penebahan buah dilakukan dengan membanting buah dalam drumberputar dengan putaran 23 - 25 rpm, buah lepas akan masuk melalui kisi-kisi dan ditampung oleh fruit elevator untuk didistribusikan kesetiap unit digester oleh distributing conveyor kemudian tandan kosong (tankos) melalui empty bunch conveyor dibawa ke incinerator atau ke empty bunch hopper. Pelumatan buah ; buah yang masuk kedalam digester disebut dengan material passing to digester (MPD), diaduk sedemikian rupa sehingga sebagian besar daging buah sudah terlepas dari biji, proses pengadukan dan pelumatan buah dapat berlangsung dengan baik bila isi digester selalu dipertahankan penuh, minyak bebas dibiarkan keluar secara kontinu melalui lubang dasar digester, terhambatnya pengeluaran minyak akan menyebabkan minyak berfungsi sebagai pelumas pisau sehingga mengurangi efektifitas pelumatan pisau digester, suhu massa digester harus selalu dipertahankan pada 90-95 0C. Pengempaan buah ; Massa yang keluar dari digester diperas dalam screw press pada tekanan cone 30 - 50 bar menggunakan air pengencer screw press bersuhu 90 - 95 0C sebanyak 15 -20 % TBS, untuk menurunkan viskositas minyak, penambahan air dapat pula dilakukan di oil gutter, kemudian dialirkan melalui oil gutter ke stasiun klarifikasi, sedangkan ampas kempa dipecahkan menggunakan cake breaker conveyor untuk mempermudah pemisahan biji dan serat. Pemecahan Ampas Kempa (Cake Breaker Conveyor) ; Ampas pres masih bercampur dengan biji berbentuk gumpalan, dipecah dan dibawa untuk dipisah antara ampas dan biji, alat ini terdiri atas pedal-pedal yang diikat pada poros yang berputar, kemiringan pedal diatur sehingga pemecahan gumpalan terjadi dengan sempurna, sambil mendorong pelan-pelan menuju depericarper agar penguapan air dapat berlangsung dengan lancer. Pemisahan Ampas dan biji (Depericarper); depericarper untuk memisahkan ampas dan biji, serta membersihkan biji dari sisa serabut yang masih melekat pada biji, alatnya terdiri atas kolam pemisah (separating column) dan drum pemolis (polishing drum), ampas dan biji dari konveyor pemecah ampas kempa (cake breaker conveyor) masuk kedalam kolam isapan blower, ampas kering (berat jenis kecil) masuk kedalam siklon ampas kedalam konveyor bakar, sedangkan biji yang berat jenisnya lebih besar jatuh kebawah dan dihantar oleh conveyor kedalam drum polis. Sumber : Pedoman Budidaya dan Manajemen Kelapa Sawit Oleh Maruli Penulis : Agus Sutarman, Penyuluh Pertanian Madya Pusat Penyululuhan Pertanian BPPSDMP