Loading...

Pengolahan Tandan Kosong Menjadi Pupuk Organik

Pengolahan Tandan Kosong Menjadi Pupuk Organik
PENGOLAHAN TANDAN KOSONG MENJADI PUPUK ORGANIK Oleh : Nama : Ir. Adlin A. M. DINAS KETAHANAN PANGAN DAN PERTANIAN KOTA BINJAI 2019 Pengolahan Tandan Kosong Menjadi Pupuk Organik Setiap tanaman yang hendak dimanfaatkan agar dibudidayakan tentu membutuhkan pupuk untuk menjaga substansi nutrisi dari tanaman karena pupuk juga sangat berperan dalam tumbuh kembang tanaman tersebut. Pupuk juga bisa didapatkan baik secara organik maupun non organik. Bahan-bahan organik bisa dimanfaatkan sebagai pupuk kompos dengan melalui proses dekomposisi atau fermentasi oleh mikoroorganisme. Hal tersebut juga bisa diterapkan pada tandan kosong sebagai bahan dasar pembuatan kompos. Kita bisa memanfaatkan tandan kosong dari kelapa sawit agar diolah dan menjadi pupuk organik. Pertama-tama, mari siapkan alat dan bahan berikut ini : Alat dan Bahan Bahan Tankos Aktivator Pengomposan Alat Plastik Mesin Pencacah Setelah menyiapkan bahan-bahan diatas, mari kenali cara pembuatannya. Langkah Pengolahan Pupuk Kompos Pencacahan Pertama-tama anda harus mencacah tankos agar menjadi bagian-bagian kecil yang lebih mudah terurai. Semakin kecil hasil cacahan anda maka hasilnya proses pembuatan pupuk tankos juga menjadi lebih cepat. Untuk hasil yang maksimal, anda bisa melakukan pencacahan dengan mesin pencacah yang dirancang dengan hasil ukuran yang dihasilkan kurang dari 5 sentimeter. Inokulasi Inokulasi merupakan proses memindahkan bateri dari habitat asalnya ke tempat baru. Nah, proses dekomposisi pada pembuatan pupuk organik dipercepat dengan memanfaatkan cara Inokulasi. Karena, proses dekomposisi tankos secara alami membutuhkan waktu yang lama. Gunakan campuran aktivator pada cacahan tandan sawit secara merata, dimana kadar air pada cacahan sebaiknya berada disekitaran 60 % atau cukup lembab untuk mendukung kerja bakteri agar dapat berkembang seara optimum. Inkubasi Proses dekomposisi hanya bisa terjadi dalam kondisi anaerob atau kondisi tanpa oksigen. Jadi sebaiknya dilakukan proses inkubasi atau menutup cacahan sawit yang telah melewati inokulasi ditutupi secara menyeluruh dengan terpal atau plastik. Proses ini berlangsung hingga 6-12 minggu dengan ciri-ciri kompos yang siap digunakan adalah sebagai berikut: Warna terlihat coklat kehitaman Suhu tankos lebih dingin Tekstur yang lebih lembut dan hancur saat diremas Setelah ketiga proses itu selesai dilakukan, maka kompos siap untuk dipanen, dikemas dan digunakan atau dipasarkan. REFERENSI : http://paktanidigital.com/