Loading...

PENGOLAHAN TIWUL INSTAN DARI UBI KAYU

PENGOLAHAN TIWUL INSTAN DARI UBI KAYU
Daerah pegunungan kapur seperti daerah Pucanglaban tanaman ubi kayu adalah tanaman yang ditanam pada lokasi tertentu dalam hamparan yang luas. Untuk lokasi yang masih bisa ditanami padi ataupun jagung, ubi kayu ditanam pada bedengan pembatas terasiring atau yang disebut galengan. Masyarakat lebih suka bertanam ubi kayu dan selanjutnya dijual basah ataupun dibuat gaplek dan disimpan sebagai cadangan pangan apabila terjadi paceklik. Dari antara beberapa kelompok tani unggulan, didaerah ini ada kelompok tani yang sudah mengusahakan tiwul instan dan dipasarkan ke daerah lain. Kelompok tani in bernama Kelompok Tani Melati, berada di desa Demuk, dusun Gajah Oyo. Dengan produksi 1 kw per hari, kelompok tani ini sudah kewalahan dalam mendapatkan bahan untuk produksinya. Kelompok tani Melati ini dipimpin oleh serang ibu yaitu Ibu Siti Muniroh dan sudah bisa memasarkan produknya hingga keluar pulau jawa. Patokan harga yang sesuai dengan fluktuasi harga pasar, produk tiwul instan dihargai berkisar Rp. 10.000,- sampai Rp.12.000,- per kilonya. Dari pengalaman yang sudah dilakukan penjualan produknya melalui pesanan langsung dari Toko atau perseorangan yang secara langsung menghubunginya. Tahapan tahapan dalam pembuatan Tiwul instan adalah sebagai berikut : Pemilihan bahan Bahan utama adalah singkong kering atau gaplek. Perendaman Perendaman ditujukan untuk memudahkan dalam proses penepungan. Perendaman dilakukan sesuai dengan kadar air bahan, jika sedikit baru dan tidak terlalu kering cukup direndam selama 6 sampai 8 jam. Dan apabila gaplek kering sekali bisa sampai 12 jam perendaman. Kemudian ditiriskan selama 6 jam sebelum penetungan. Penepungan Bahan yang sudah siap dilakukan penepungan dengan saringan tepung, dan dilakukan pengayakan untk memisahkan tulang dan daging ubi kayu. Pembentukan Pembentukan diusahakan berbentuk bulat bulat kecil dengan cara memutar tepung tersebut dengan tangan dalam wadak bulat datar yang dinamai tampah. Penanakan Penanakan atau sering disebut dikukus selama dua jam atau sudah matang baru diangkat dengan ciri ciri bulatan sudah terlihat menyatu dan berbah warna bukan tepung lagi. Penjemuran Setelah penanakan kemudian dilakukan penjemuran. Sebaiknya tipis biar cepat kering. Penjemuran biasanya membutuhkan waktu berkisar 2 hari jika cuaca bagus dan tersinari 10 – 12 jam. Penggilingan Penjemuran akan menghasilkan tiwul kering jika bulatan atau bentuknya ada yang menggumpal tidak seragam, dilakukan penggilingan ang tujuannya untuk memperkecil bentuk tiwul tersebut. Tentu saja disini digunakan saringan berlubag yang lebih lebar sekitar 0,5 – 0,8 cm. Pengemasan Setelah dilakukan penggilingan, dilakukan pengemasan sesuai dengan pesanan. Demikian sedikit pengalaman semoga bisa bermanfaat bagi para pembaca sekalian. Dan apabila membutuhkan produk tersebut para pembaca bisa menghubungi BPP Pucanglaban atau Dinas Pertanian Tulungagung, Jawa Timur. (Andri Esaprana)