Loading...

PENGUKURAN PH TANAH TANAH

PENGUKURAN PH TANAH TANAH
Arismunandar, SST/PPL Kec. Ngoro Kab. MojokertoTanah merupakan media tumbuh sekaligus media bagi ketersediaan berbagai nutrisi untuk kebutuhan tanaman dan juga menjadi media persediaan udara bagi pernafasan akar, sehingga tanah merupakan unsur terpenting yang sangat dibutuhkan oleh tanaman. Tanah yang subur merupakan syarat utama bagi tanaman agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Tanah yang subur adalah tanah mengandung banyak humus serta bahan organik dan unsur hara serta berada pada kondisi pH tanah yang netral, artinya tanah tidak berada pada kondisi asam ataupun basa.pH tanah sangat berpengaruh dengan fase pertumbuhan dari tanaman. Semakin tinggi pH tanah (tanah basa) maka unsur hara yang terkandung di dalam tanah akan sangat sulit diserap oleh tanaman, begitupun sebaliknya saat kondisi pH terlalu rendah (tanah asam). Tanah basa biasanya kandungan hara dan mikroorganismenya sangat sedikit sehingga pertumbuhan tanaman terganggu. Sedangkan pada tanah asam, tanaman akan mudah keracunan oleh unsur logam serta kekurangan hara. Unsur hara dan mineral akan mudah diserap oleh tanaman ketika berada pada kondisi netral.Disinilah pentingnya dilakukan pengukuran pH tanah secara berkala dengan menggunakan alat pH meter, dengan pengkatagorian kemasaman tanah (pH) dapat dikelompokkan dalam enam kategori berikut:Tanah sangat masam untuk pH tanah < 4,5Tanah masam untuk pH tanah berkisar antara 4,5 - 5,5Tanah agak masam untuk pH tanah berkisar antara 5,6 - 6,5Tanah netral untuk pH tanah berkisar antara 6,6 - 7,5Tanah agak Basa untuk pH tanah berkisar antara 7,6 - 8,5Tanah basa untuk pH tanah > 8,5.Apabila sudah diketahui pH tanah apakah itu asam ataupun basa, maka harus segera dilakukan tindakan untuk menetralkan pH tanah, agar pertumbuhan tanaman tidak terganggu.Cara yang dilakukan sebagai berikut : Menetralkan Tanah Asam à Memberikan kapur dolomit atau kaptan dengan kandungan magnesium dan kalsium. Cara ini dinilai sangat efektif untuk menaikan pH tanah serta menghindari keracunan tanaman. Selain menggunakan kapur, untuk menormalkan tanah yang asam bisa dilakukan dengan menggunakan abu kayu dari pembakaran kayu. Abu kayu memang tidak seefektif kapur akan tetapi abu kayu dapat menambahkan mikronutrien seperti potasium, fosfat, kalsium serta boron pada tanah. Dalam pengaplikasiannya sebaiknya tidak mengenai akar tanaman ataupun bibit tanaman agar tidak merusaknya.Menetralkan Tanah Basa àMemberikan bubuk belerang atau sulfur terbukti dapat menurunkan tingkat keasaman tanah. Akan tetapi ada beberapa faktor yang mempengaruhi keefektifan belerang yaitu suhu, bakteri pengurai, kelembapan dan lain sebagainya. Sehingga pemberian sulfur pada tanah basa membutuhkan waktu yang cukup lama sampai tanah menjadi netral. Cara lain yang bisa dilakukan untuk menurunkan tingkat keasaman tanah yaitu dengan menggunakan material organik seperti pupuk kompos atau pupuk kandang terbukti dapat menurunkan pH tanah sebab kedua bahan tersebut bersifat asam. Cara ini sangat sesuai bagi petani yang menerapakan sistem perkebunan organik. Selain menurunkan pH tanah, meterial organik dapat memperbaiki sistem drainase serta aerasi di dalam tanah.Tanah yang normal akan menjadikan tanaman menjadi sehat dan tidak mudah terserang penyakit dan mampu berproduksi secara optimal, sehingga diperlukan uji pH tanah yang berkelanjutan dan perlakuan khusus jika kondisi tanah belum normal.