Loading...

PENGUSIR TIKUS

PENGUSIR TIKUS
PENGUSIR TIKUSI. PENDAHULUAN1.1 Latar BelakangTikus merupakan hama utama dalam budidaya padi di sawah maupun di lingkungan rumah tangga. Ketika tikus menjadi hama utama di sawah, banyak kerusakan yang terjadi pada tanaman padi sehingga akan terjadi kerugian yang besar. Tikus bisa menyerang tanaman padi pada semua tahap perkembangan padi, baik pada saat fase vegetatif maupun generatif. 1.2 Rumusan MasalahDengan adanya hama tikus baik di sawah maupun di rumah pembaca dapat segera mengantisipasinya. Dengan cara membuat sendiri ramuan anti tikus yaitupengusir tikus.1.3 TujuanDengan membaca artikel ini pembaca diharapkan mau dan mampu membuatbahan sendiri di rumah. Sehingga selain bisa mencegah datangnya tikus secara efektif sekaligus menghemat biaya.II. BATANG TUBUH Secara umum di Indonesia tercatat ada sekitar 150 jenis tikus. Tikus sawah yang banyak dikenal yaitu Rattus argentiventer dan jenis tikus rumah yaitu R. rattus diardi. Tikus sawah merupkan hewan omnivora, yang artinya pemakan segala. Apabila makanan berlimpah tikus cenderung memilih makanan yang paling disukai yaitu biji- bijian (padi) yang tersedia di sawah. namun pada saat bera, tikus sering berada di pemukiman dan mereka menyerang semua tanaman padi mulai saat persemaian sampai panen (Maspary, 2010). Daya adaptasi tikus terhadap lingkungan tinggi. sehingga mudah tersebar baik di dataran tinggi maupun rendah. Tikus suka menggali lubang untuk berlindung dan berkembang biak. Pada satu musim tanam tikus mampu melahirkan 2-3 kali. Dengan lama bunting 21 hari. Jumlah anak tikus beragam antara 6- 18 ekor, dengan rata- rata 10,8 ekor pada musim kemarau dan 10,7 pada musim hujan, untuk peranakan pertama. Peranakan ke 2- 6 adalah 6- 8 ekor dengan rata- rata 7 ekor. Peranakan ke 7 dn seterusnya jumlah anak mulai menurun 2-6 ekor dengan rata- rata 4 ekor. Jarak antar peranakan adalah 30-50 hari dalam kondisi normal (Maspary,2010). Berdasarkan hasil penelitian di Balai Besar Penelitian Tanaman Padi Sukmandi bahwa pengendalian tikus yang direkomendasikan adalah terpadu. Pengendaliannya didasarkan pada ekologi tikus, dilakukan secara dini, intensif dan berkelanjutan. Serta menggunakan teknologi pengendalian tikus yang sesuai dan tepat waktu. Salah satu upaya pengendalian tikus di sawah maupun dirumah bisa dilakukan sendiri dengan langkah seperti ini :1. Sediakan umbi TALAS DARAT.2. Blender/parut/tumbuk.3. Campur 1 takar talas dengan perbandingan 2 air. 4. Dosis 1 liter per tangki 15 liter. Cara aplikasinya hanya dengan Sepray padi selebar 1 meter tepi pematang/galengan keliling lahan.III. PENUTUPUntuk pengendalian hama tikus baik di sawah maupun di rumah dapat digunakan Pengusir tikus. Pengusir tikus dapat dibuat sendiri di rumah, dengan bahan dan alat yang mudah didapatkan. Sehingga pengusir tikus ini mudah, murah, efektif dan aman.DAFTAR PUSTAKAMaspary (2010). Biologi dan Morfologi Hama Tikus Sawah. Diambil pada 26 Februari 2018 pada : Gerbang Pertanian.comAgus Wahyana Anggara (2014). Hama Tikus Sawah dan Cara Pengendaliannya. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi Sukamandi Subang.Diambil pada 23 Februari 2018 pada: Artikelpadi.com