Gerakan Peningkatan produksi, nilai tambah dan daya saing atau Grasida, merupakan program Ditjen Perkebunan tahun 2020 – 2024 menuju pembangunan perkebunan maju, mandiri dan modern. Kegiatan Grasida diutamakan untuk 7 (tujuh) komoditas unggulan perkebunan yaitu kopi, kakao, kelapa, jambu mete, lada, pala dan vanili. Arah kebijakan yang diterapkan antara lain melalui gerakan peningkatan produksi perkebunan; penguatan nilai tambah, daya saing dan ekspor komoditas perkebunan; modernisasi perkebunan dan penguatan profesionalisme sumber daya manusia pekebun dan petugas. Dalam rangka menerapkan kebijakan tersebut, Direktorat Jenderal Perkebunan melakukan strategi, program dan langkah operasional sebagai berikut : 1) Membangun logistik benih unggul melalui pengembangan benih unggul 500 juta batang yang penyediaannya dilakukan secara bertahan sebanyak 100 juta batang per tahun; 2) Peningkatan efisiensi produksi dan kualitas hasil perkebunan dengan mengembangkan kawasan/cluster berbasis korporasi perkebunan melalui peremajaan (replanting), perluasan, rehabilitasi, intensifikasi dan diversifikasi komoditas perkebunan rakyat; 3) Peningkatan nilai tambah produk perkebunan, peningkatan daya saing dan ekspor komoditas perkebunan melalui peningkatan produksi dan hilirisasi perkebunan pada kawasan berbasis korporasi pekebun; 4) Transformasi perkebunan tradisional ke modern dengan mengembangkan mekanisasi dan digitalisasi perkebunan melalui pengembangan alat dan mesin pertanian pra dan pasca panen dan pengembangan teknologi informasi perkebunan; 5) Penguatan kapasitas pekebun melalui pendidikan dan pelatihan vokasi; 6) Regenerasi pekebun dengan mengembangkan sejuta pekebun milenial melalui gerakan 1 (satu) juta pekebun milenial. Melalui Grasida diharapkan terjadi kenaikan produksi sebesar 35%, kenaikan nilai ekspor 300%, kenaikan penyerapan tenaga kerja perkebunan sebesar 25%, peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB) perkebunan 25%, penumbuhan pekebun milenial 525.000 orang, kehilangan hasil panen (losses) perkebunan 2% dan penumbuhan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) sebanyak 12.500. Grasida fokus pada 7 (tujuh) komoditas perkebunan. Ketujuh komoditas tersebut selain berpotensi untuk dikembangkan di Indonesia, juga mempunyai potensi ekspor. Sentra komoditas kopi berada di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara Timur mempunyai negara tujuan ekspor ke Jepang, Malaysia, Mesir, Maroko, Amerika Serikat, Jerman, Itali, Georgia, Inggris, Singapura, Korea Selatan, Taiwan, China, Vietnam, India, Algeria dan Belgia. Sentra komoditas kakao berada di Provinsi Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Lampung, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat mempunyai negara tujuan ekspor ke Jepang, Korea Selatan, China, Thailand, Philipines, Malaysia, Vietnam, India, Pakistan, Turki, Uni Emirat Arab, Mesir, Afrika Selatan, Australia, Amerika Serikat, Canada, Mexico, Brazil, Belanda, Jerman, Spanyol, Estonia dan Rusia. Sentra komoditas kelapa berada di Provinsi Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Banten, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Barat, Bali, Gorontalo, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Maluku Utara dan Maluku mempunyai negara tujuan ekspor ke Korea Selatan, China, Thailand, Malaysia, India, Amerika Selatan, Belanda, Rusia, Jerman, Brazil, Turki, Saudi Arabia, Iran, Irak, Srilangka, Bangladesh, Pakistan, Vietnam dan Singapura. Sentra komoditas jambu mete berada di Provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku dan Nusa Tenggara Timur mempunyai negara tujuan ekspor ke Vietnam, India, Srilangka, Amerika Selatan, Thailand, Malaysia. Sentra komoditas lada berada di Provinsi Bengkulu, Lampung, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara dan Sumatera Selatan mempunyai negara tujuan ekspor ke Jepang, Taiwan, China, Singapura, Vietnam, India, Amerika Serikat dan Jerman. Sentra komoditas pala berada di Provinsi Aceh, Jawa Barat, Sulawesi Utara, Maluku Utara, Maluku dan Papua Barat mempunyai negara tujuan ekspor ke Vietnam, India, Amerika Serikat, Belanda, Jerman, Italia, Pakistan, Jepang dan Malaysia. Sentra komoditas vanili berada di Provinsi Jawa Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara dan Nusa Tenggara Barat mempunyai negara tujuan ekspor ke Amerika Serikat, India, Jerman, Kanada dan Perancis. Dengan adanya setra produksi dan negara tujuan ekspor tersebut, maka peningkatan nilai ekspor komoditas perkebunan melalui Grasida diharapkan dapat tercapai. Dimana kondisi saat ini (2018) ekspor komoditas kopi sebesar 818 juta U$D dan target tahun 2024 sebesar 3.250 U$D; kakao sebesar 1.246 dan target tahun 2024 sebesar 4.132 U$D; kelapa sebesar 1.268 U$D dan target tahun 2024 sebesar 4.319 U$D; jambu mete sebesar 142 U$D dan target tahun 2024 sebesar 438 U$D; lada sebesar 152 U$D dan target tahun 2024 sebesar 177 U$D; pala sebesar 112 U$D dan target tahun 2024 sebesar 1.124 U$D dan vanili sebesar 90,58 U$D dengan target tahun 2024 sebesar 363 U$D. Mugi Lestari (PP BPPSDMP Kementan) Sumber : Rancangan Program dan Kegiatan Direktorat Jenderal Perkebunan Tahun 2020 – 2024, Tayangan Rapim A lingkup Kementan, 3 Januari 2020.