Loading...

Peningkatan Produksi Dengan Pemupukan Berimbang

Peningkatan Produksi Dengan Pemupukan Berimbang
PENINGKATAN PRODUKSI DENGAN PEMUPUKAN BERIMBANGBerbagai upaya dilakukan pemerintah untuk meningkatkan produksi padi dalam rangka mempertahankan swasembada beras dan memenuhi kebutuhan penduduk yang setiap tahun bertambah sebanyak 2 juta jiwa. Disisi lain areal sawah irigasi sebagai penghasil utama padi mengalami penyusutan akibat penggunaan non pertanian. Dalam kondisi ini, upaya peningkatan produksi yang paling rasional adalah melalui peningkatan produktivitas yang intinya adalah penerapan teknologi inovatif, salah satunya paket teknologi pemupukan berimbang. Dalam berusaha tani, pupuk merupakan salah satu faktor penting untuk meningkatkan dan menjaga kestabilan produksi khususnya tanaman pangan dan hortikultura seperti padi, palawija, buah-buahan dan bunga-bungaan.Hal Penting Yang Mempengaruhi Hasil Produksi PertanianPENGOLAHAN LAHANa. Pengolahan Lahan ( diberikan pupuk organik )b. PengairanBUDIDAYA TANAMANa. Pemilihan varietas/benih ( bersertifikat/berlabel )c. Sistem tanam d. Pemupukan ( BERIMBANG YANG IDEAL )e. Pengendalian hama/penyakit PENAGANAN PANENa. Pelaksanaan panen b. Pasca Panen PEMUPUKAN BERIMBANG, mempertimbangkan Kebutuhan Benih, Kesuburan Tanah, dan Kebutuhan TanamanFaktor yang mempengaruhi keberhasilan pemupukan agar tanaman dapat tumbuh dengan optimal. Dalam istilah pemupukan hal tersebut dinamakan 5 Tepat Pemupukan yaitu :1. Tepat Jenis, pada saat pemupukan harus tepat dalam menentukan jenis pupuk yang dibutuhkan tanaman.2. Tepat Dosis, pada saat pemupukan dosis yang diberikan harus tepat atau sesuai dengan kebutuhan tanaman.3. Tepat Waktu, pada saat pemberian pupuk yang baik hendaknya disesuaikan kapan tanaman tersebut membutuhkan asupan lebih unsur hara atau pada waktu yang tepat.4. Tepat Tempat, pada saat pemupukan harus memperhatikan tempat atau lokasi tanaman sehingga dapat mengaplikasikan pemupukan secara tepat .5. Tepat Cara, pada saat pemupukan cara kita harus tepat. KEBUTUHAN UNSUR HARA TANAMANMAKRO PRIMER : N, P dan KMAKRO SEKUNDER : Ca, Mg, dan SMIKRO : Co, Mo, B, Mn, Zn, Cu, dan Fe FUNGSI UNSUR HARANITROGEN (N), Membuat tanaman lebih hijau segar, mempercepat pertumbuhan tanaman, dan komponen pembentuk ( protein, asam amino, klorofil).PHOSFOR (P205), Pembentukan bunga/ buah, meningkatkan rendemen dan komponen hasil panen, dan memicu sistem perakaran yang baik. KALIUM ( K2O), Membuat tanaman lebih tegak / kokoh, meningkatkan daya tahan terhadap hama/penyakit dan kekeringan, dan berperan pembentukan ( pati, gula dan minyak).SULFUR (S), Meningkatkan kelas mutu hasil panen, meningkatkan ketahanan hasil panen, dan komponen penyususn asam amino.BAHAN ORGANIK adalah bahan-bahan yang berasal dari limbahtumbuhan atau hewan atau produk sampingan seperti pupuk kandang atau ungas, pupuk hijau, dll. Fungsi Bahan Organik yaitu Menyediakan unsur mikro hara, meningkatkan kesuburan dan pemupukan menjadi efisien.FUNGSI PUPUK ORGANIKMemperbaiki FISIK TANAH, Stuktur, tata udara tanah, penyerapan unsur hara lebih baik , dan mengemburkan tanah serta meningkatkan daya sanggah air tanah.Memperbaiki sifat BIOLOGI TANAH, sebagai sumber mikroba tanah.Memperbaiki sifat KIMIA TANAH, penyangga unsur hara dalam tanah, penyedia unsur hara Walaupun dalam jumlah kecil. GEJALA DEFISIENSI / KEKURANGAN UNSUR HARAGEJALA KEKURANGAN PUPUK UREA (N), Pada tanaman masih muda seluruh permukan daun berwarna hijau kekuning, Daun berwarna kuning pada ujung daun dan melebar menuju tulang daun, Warna kuning membentuk huruf V, dan Gejala nampak pada daun bagian bawah.GEJALA KEKURANGAN PUPUK (P), Pinggir daun berwarna ungu kemerahan mulai dari ujung ke pangkal daun, Gejala nampak pada daun bagian bawah. GEJALA KEKURANGAN PUPUK (K), Daun berwarna kuning, bagian pinggir biasanya berwarna coklat seperti terbakar, tulang daun tetap hijau, Gejala warna kuning membentuk huruf V terbalik, dan Gejala nampak pada daun bagian bawah. GEJALA KEKURANGAN PUPUK ZA (S), Pangkal daun berwarna kuning, dan Gejala nampak pada daun yang terletak dekat pucuk. KEBUTUHAN UNSUR HARA PADA BEBERAPA JENIS TANAMAN (Kg/Ha) 1. Padi N (137 ) P2O5 (45) K2O (45) S (15)2. Jagung N (183 ) P2O5 (45) K2O (45) S (18)3. Kedelai N (30 ) P2O5 (45) K2O (30) S (15)4. Bawang Merah N (135) P2O5 (113) K2O (90) S (24)5. Lombok N (113) P2O5 (45) K2O (45) S (12) PEMUPUKAN BERIMBANG PADA PADI SAWAH ( Kg/Ha)Petroganik Dosis (500) Dasar (500) 15-21 HST - - Phonska Dosis (300) Dasar (150) 15-21 HST (150) - Urea Dosis (200) Dasar (50) 15-21 HST (50) 30-35 HST (100) Jumlah 1.000 700 200 100 Kebutuhan Perhitungan Dosis PupukKebutuhan Hara tanaman padi per hektar :N= 137 Kg P2O5 = 45 kg K2O = 45 kgPupuk yang akan digunakan Phonska dan UreaKebutuhan Phonska = (45 : 15) x 100 Kg = 300 Kg PHONSKA, mengandung 45 Kg N, 45 kg P dan 45 kg KKekurangan Unsur Hara N = 137-45 = 92 Kg NKebutuhan Urea = (92:46) x 100 Kg = 200 Kg Urea Ditulis oleh : Mujahidin,SP. THL-TBPP Kec. Sakra Barat Kab. Lombok Timur NTB Sumber : PT. Petrokimia Gresik