Loading...

PENINGKATAN PRODUKSI PADI MELALUI PERLINDUNGAN TANAMAN DARI GANGGUAN OPT

PENINGKATAN PRODUKSI PADI   MELALUI PERLINDUNGAN TANAMAN DARI GANGGUAN OPT
Sesuai Undang Undang No.22 Tahun 2019 tentang Sistem Budidaya Pertanian berkelanjutan, bahwa pelindungan pertanian dilaksanakan dengan sistem pengelolaan hama terpadu serta penanganan dampak perubahan iklim. Pelindungan tanaman dilaksanakan melalui kegiatan: pencegahan dan pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT), penanganan Dampak Perubahan Iklim (DPI). Dalam pelaksanaan perlindungan tanaman tidak diperkenankan menggunakan sarana prasarana budi daya pertanian dan/atau cara yang dapat mengganggu kesehatan dan/atau mengancam keselamatan manusia serta menimbulkan gangguan dan kerusakan sumber daya alam dan/atau kelestarian lingkungan hidup serta dapat mempertahankan dan meningkatkan produksi budidaya tanaman; Dalam rangka pengamanan produksi komoditas tanaman pangan, Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan mengalokasikan Bantuan Pemerintah untuk penanganan OPT berupa dem area budidaya tanaman sehat, bantuan pestisida/herbisida dan sejenisnya serta melakukan gerakan pengendalian OPT, Pengendalian Hama Terpadu (PHT), Pengembangan Agens Hayati (PAH). Untuk penanganan DPI, dialokasikan bantuan pompa serta sumur pantek penanganan kekeringan. Sebagai ujung tombak dilapangan, Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) yang berjumlah sekitar 3.347 orang tersebar di seluruh Indonesia, bertugas melakukan pengendalian OPT dan penanganan DPI serta berperan dalam pemberdayaan petani. Petugas POPT ini merupakan bagian dari Kostratani di tingkat Kecamatan Pemerintah melakukan kegiatan Penguatan Perlindungan Tanaman Pangan dari gangguan OPT melalui bantuan sarana produksi, pestisida/herbisida. Kelompoktani dapat mengajukan CPCL bantuan pemerintah kepada Dinas Pertanian Kabupaten/Kota melalui Kostratani/BPP/PPL/POPT dengan persyaratan dan memuat informasi yang lengkap, misalnya: Identitas Ketua, anggota poktan disertai NIK, alamat jelas, jenis dan luas lahan, usulan bantuan (saprodi, pestisida/ herbisida, alsin, bantuan lainnya), luas serangan OPT, jenis OPT, luas kekeringan/banjir, jadwal tanam, produktivitas existing, target produktivitas/target penurunan luas serangan OPT, nomor HP, lampiran Beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam Penguatan Perlindungan Tanaman Pangan dari gangguan OPT adalah: Benih unggul bersertifikat. Benih padi yang digunakan sebaiknya merupakan varietas unggul bersertifikat yang telah dilepas Menteri Pertanian atau varietas lokal yang telah didaftarkan yang tahan terhadap gangguan OPT. Pemilihan varietas yang tepat merupakan langkah awal dalam Penguatan Perlindungan Tanaman Pangan dari gangguan OPT. Pengendalian Gulma. Gulma yang tumbuh pada pertanaman padi dapat digolongkan menjadi golongan gulma berdaun lebar, golongan rumput dan golongan Pengendalian gulma dilakukan secara kultur teknis dan secara kimiawi dengan menggunakan herbisida. Secara mekanis gulma dapat dikendalikan dengan menggunakan cangkul atau koret. Pelaksanaannya dilakukan pada saat tanaman berumur 14 – 28 hari dan 60 hst. Sedangkan untuk mengendalikan gulma secara kimiawi dengan herbisida, seperti Satunil 60 EC, Ronstar 25 EC dan Gasafax 80 WP Pengendalian Hama utama yang mengganggu tanaman padi meliputi : Hama Wereng penyerang batang padi dapat berupa wereng padi coklat (Nilaparvata lugens) dan wereng padi berpunggung putih (Sogatella furcifera). Wereng merusak dengan cara mengisap cairan batang padi sehingga paling ditakuti oleh petani di Indonesia. Wereng dapat menularkan virus yang membuat tanaman padi menjadi kuning dan mengering, tanaman seperti terbakar, serta tanaman yang tidak mengering menjadi kerdil. Pengendalian wereng diantaranya: bertanam padi serempak, menggunakan varitas tahan wereng seperti IR 36, IR 48, IR 64, Cimanuk, Progo dsb, membersihkan lingkungan, melepas musuh alami seperti laba-laba, kepinding dan kumbang lebah; penerapan pola tanam jangan melebihi 2 kali musim tanam pertahun; pembajakan sisa-sisa panen dengan segera. Pengendalian secara kimiawi dapat dilakukan dengan penyemprotan insektisida Applaud 10 WP, Applaud 400 FW atau Applaud 100 EC dengan dosis sesuai petunjuk. Walang sangit (Leptocoriza acuta). Hama ini menyerang buah padi yang masak susu dengan cara menghisap cairan di dalamnya dan menyebabkan buah hampa atau berkualitas rendah seperti berkerut, berwarna coklat dan tidak enak; pada daun terdapat bercak bekas isapan dan buah padi berbintik-bintik hitam. Pengendalian melalui tanam serempak, peningkatan kebersihan, mengumpulkan dan memunahkan telur, melepas musuh alami seperti jangkrik; menyemprotkan insektisida Bassa 50 EC, Dharmabas 500 EC, Dharmacin 50 WP, Kiltop 50 E Hama tikus (Rattus argentiventer). Tikus menyerang batang muda (1-2 bulan) dan Gejala penyakit ini adanya tanaman padi yang roboh pada petak sawah dan pada serangan hebat ditengah petak sawah tidak ada tanaman. Pengendalian melalui pergiliran tanaman, sanitasi, gropyokan, melepas musuh alami seperti ular dan burung hantu, penggunaan pestisida secara tepat, intensif dan teratur, serta memberikan umpan beracun seperti seng fosfat yang dicampur dengan jagung atau beras. Pengendalian Penyakit Bercak daun Penyakit ini penyebabnya adalah jamur Helmintosporium oryzae dengan cara menyerang pelepah daun, malai, buah yang baru tumbuh serta bibit yang baru berkecambah, padi dewasa mengalami busuk kering, biji kecambah busuk dan kecambah mati. Pengendalian dengan cara merendam benih di dalam air panas, pemupukan berimbang, menaburkan serbuk air raksa dan bubuk kapur (2:15) serta menggunakan insektisida Rabcide 50 WP. Penyakit ini penyebabnya adalah jamur Pyricularia oryzae, menyerang daun, buku pada malai dan ujung tangkai malai. Serangan menyebabkan daun, gelang buku, tangkai malai dan cabang di dekat pangkal malai membusuk. Pengendalian dengan cara membakar sisa jerami, menggenangi sawah, menanam varietas unggul yang tahan (Laut tawar, IR 43, Danau atas); pemberian pupuk berimbang, khusunya antara nitrogen dan fosfat di saat pertengahan fase vegetatif dan fase pembentukan bulir; pergiliran varietas ; menyemprotkan insektisida Fujiwan 400 EC, Fongorene 50 WP, Kasumin 20 AS atau Rabcide 50 WP. Penyakit fusarium. Penyakit ini penyebabnya adalah jamur Fusarium moniliforme, menyerang malai dan biji muda menjadi kecoklatan hingga coklat, daun terkulai, dan akar me Pengendalian dengan cara merenggangkan jarak tanam serta mencelupkan benih pada larutan merkuri. Penulis: Sri Mulyani (PP BPPSDMP Kementan) Sumber: Direktorat Jenderal Tanaman Pangan. 2020. Petunjuk Teknis Bantuan Pemerintah Program Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Hasil Tanaman Pangan Tahun 2020, Jakarta. BPTP Jawa tengah.Badan litbang Pertanian. Hama Penyekit Tanaman Padi Gogo. file:///C:/Users/samsung/Downloads/optpadigogo%20(2).pdf Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman adi Gogo http: //8 villages.com /full/ petani/ article/ id/59ccf521536469d27e7b8113