Loading...

Pentingnya Pemangkasan Pada Budidaya Mangga Klonal 21

Pentingnya Pemangkasan Pada Budidaya Mangga Klonal 21
Mangga gadung klonal 21( mangga alpukat) merupakan salah satu komoditas unggulan di Kecamatan Sukorejo terutama didesa Wonokerto. mangga ini berbuah 1 tahun sekali sehingga perlu adanya penangan secara khusus dan rutin agar produksinya tinggi. Ada beberapa factor penyebab kegagalan dalam budidaya mangga gadung klonal 21. Antara lain : pemilihan bibit mangga pembuatan lubang tanam pemberian pupuk / nutrisi pemangkasan pengairan dari beberapa factor tesebut yang akan kita bahas menggenai pemangkasan. Mengapa pemangkasan ini sangat penting dalam budidaya mangga? Pertanyaan ini dapat kita jawab setelah membaca materi berikut. Pemangkasan ini ada beberapa vase tumbuh.: pemangkasan bentuk pemangkasan bentuk ini sangat penting dalam budidaya mangga. Tujuan dari pemangkasan bentuk ini yaitu untuk membentuknya tajuk tanaman yang sehat dengan jumlah cabang sesuai dengan yang diharapkan. Dalam pemangkasan ini memakai pola 1 – 3 – 9 – 27 a. pemangkasan ini dimulai sejak tanaman masih muda dengan ketinggian 60 – 100 cm Dari batang utama dipelihara 3 cabang primer yang letaknya membentuk sudut yang seimbang antara cabang dan terletak pada ketinggian yang berbeda. Cabang lain yang tidak dikehendaki dipangkas sampai pada pangkal cabang b. Dari cabang primer tersebut masing – masing dipelihara 3 cabang sekunder, demikian seterusnya sampai terbentuk percabangan yang kompak dan kanopi pohon diarahkan membentuk setengah kubah dengan penyebaran daun merata. c. Ulangi pemangkasan batang utama jika tunas yang tumbuh pada bidang pemangkasan hanya 1 cabang d. Lakukan pemangkasan berikutnya jika cabang yang dipelihara telah mencapai 1 meter atau 3 – 6 bulan Pemangkasan pemeliharaan Pemangkasan pemeliharaan dilakukan pada tanaman usia produktif. Pada pemangkasan ini diharapkan tanaman bisa tumbuh maksimal dan dapat juga mengurangi hama maupun penyakit yang dapat menyerang pada daun maupun batang tanaman. Ada beberapa criteria cabang / ranting yang harus dibersihkan antara lain: a. Cabang – cabang atau tunas liar yang tumbuh tidak pada tempatnya harus di buang. Demikian pula dengan cabang – cabang air, ranting atau tunas yang sakit dipangkas agar mahkota daun memperoleh penyinaran matahari. b. Memangkas cabang yang bersudut kecil, cabang dan ranting yang terserang hama dan penyakit. c. Membuang dahan dan ranting yang rapat, bersilangan atau tersembunyi/ terlindungi d. Memangkas tajuk bagian atas yakni mundur satu ruas ujung ranting (terminal) bekas buah dipangkas, agar dapat mempertahankan ketinggian optimal tanaman (5 meter) penanaman baru e. Memangkas dahan dan ranting yang pertumbuhannya kearah dalam tajuk atau ke arah bawah f. Pemangkasan dilakukan setelah panen selesai dan sebelum pembungaan untuk menghilangkan tunas air Dengan adanya pemangkasan ini diharapkan dapat meningkatkan produksi buah mangga sehingga kesejahteraan petani mangga dapat meningkat.