Loading...

Penumbuhan dan Pengembangan Unit Usaha Pemasaran Sayuran

Penumbuhan dan Pengembangan Unit Usaha Pemasaran Sayuran
Produk pertanian yang diusahakan para petani sayuran biasanya sama komoditinya, sehingga nilai jual rendah. Hal ini mengakibatkan pendapatan petani lebih rendah, bahkan malah merugi. Pemasaran produk sayuran, petani biasanya tidak mau ribet/tidak mau melakukan pasca panen terlebih dahulu (diborongkan langsung di lahan usahanya), padahal usaha tersebut dapat mengurangi pendapatan petani hingga 100% lebih. Hal tersebut diakibatkan kerena beberapa faktor antara lain kurangnya tenaga kerja, tidak menguasai pasca panen, tidak mempunyai mitra dalam pemasaran (pedagang besar, supermarket, swalayan atau pemasaran lainnya). Penumbuhan dan Pengembangan Unit Usaha Pemasaran sayuran tak luput dari kejelian dan kecermatan para petani dalam meraih peluang pasar, untuk mengembangkan produk yang beragam dan berkualitas komoditas sayuran masih sangat terbuka lebar. Penumbuhan dan Pengembangan Unit Usaha Pemasaran sayuran merupakan, kegiatan yang dapat dilaksanakan, baik di tingkat petani, Kelompok Tani maupun Gabungan Kelompok Tani. Dalam konteks, penumbuhan dan pengembangan unit usaha pemasaran sayuran di tingkat petani, Kelompok, Gapoktan antara lain: 1. Penumbuhan dan Pengembangan Unit Usaha Pemasaran sayuran di tingkat petani perlu adanya pembinaan yang yang tepat di mulai dari cara memilih komoditas sayuran, menentukan watu tanam (hasil produksinya jatuh menjelang hari-hari besar atau lagi musim kemarau), cara budidaya (tanaman organik atau non organik), pasca panen dan menjalin kemitraan dengan kelompotani, Gabungan Kelompok Tani maupun pemasaran lainnya. - Cara memilih komoditas sayuran harus tepat disesuaikan dengan kondisi lahan (sarana jalan, air, jarak antar pasar), umur tanaman pendek 21 hr - 40 hr ( bayam, kangkung, slada air dan lainnya) umur 45 hr - 70 hari (kacang panjang, mentimun dan lainnya) sayuran berumur 65 hari keatas cabe, terong dan lainnya). - Cara menentukan waktu tanam dapat ditangguhkan hasil panennya jatuh pada hari besar keagamaan ( Hari raya Idul fitri, Idul Adha, Natal, Tahun Baru dan hara raya lainnya), bulan- bulan kering ( Juli-Oktober) atau pada waktu-waktu kelangkaan sayuran diberbagai daerah. - Cara tanam, petani harus mau belajar dan menguasai inovasi teknlogi cara budidaya secara organik atau non organik yaitu dengan cara melihat ke petani lain yang telah sukses dalam berusaha tani sayuran, ikut dalam pelatihan cara budidaya yang tepat baik yang diselenggarakan pemerintah maupun swasta, membaca dari media elektronik/surat kabar tentang cara budidaya sayuran dan lainnya yang bersangkutan dengan inovasi teknologi sayuran. - Cara melakukan Pasca panen harus tau betul komoditas apa yang diusahakan karena dari berbagai komoditas sayuran itu berbeda-beda baik dalam kemasan (kotak kayu, plastik, box, karung dan lainnya), alat ikat, cara menyortir, lama daya simpan, alat transportasi (gerobak dorong, motor, mobil bil box, mobil peti kemas, atau kendaraana lainnya) - Menjalin kemitraan dengan kelompok tani yaitu dengan aktif sebagai anggaota maupun pengurus kelompoktani yang sesuai dengan bidangnya antara lain Saling mengenal sesama petani, akrab dan saling percaya diantara sesama anggota, mempunyai pandangan dan kepentingan yang sama dalam berusaha tani, memiliki kesamaan dalam tradisi dan atau pemukiman, hamparan usaha, jenis usaha, status ekonomi maupun sosial, bahasa, pendidikan dan ekologi, ada pembagian tugas dan tanggung jawab sesama anggota berdasarkan kesepakatan bersama menyusun rencana kerja kelompoktani, mendukung melaksanakan hasil musyawarah dalam kelompoktani, mentaati segala putusan dari hasil musyawarah kelompoktani. 2. Penumbuhan dan Pengembangan Unit Usaha Pemasaran sayuran di tingkat Kelompok Tani maupun Gabungan Kelompok Tani yaitu dengan cara menacari informasi tentang benih unggul baru dan inovasi teknologi terbaru tentang cara budidaya sesuai dengan SOP antara lain informasi tentang jenis komoditas sayuran baru yang lagi ngetren. Cara budidaya yang lebih mudah, simpel, cepat diusahakan, tidak memerlukan tempat luas , tidak banyak menggunakan tenaga kerja, modal sedikit dan banyak permintaan pasar. Mencarai informasi permintaan pemasaran baik diwilayah setempat maupun diluar sektoral, dan lainnya yang disesuiakan dengan produk usahatani sayurannya. Mencari informasi tentang sarana dan prasarana pasca panen dalam menunjang penampilan kemasan yaitu dengan perubahan bentuk pengemasan sehingga dapat lebih menarik dan disukai konsumen. Menjalin informasi kemitraan pemasaran produk sayuran dengan pihak swalayan, supermaket, pedagang besar dan lainnya dengan cara mengetahui kavasitas permintaan pasar sesuai dengan volumenya yaitu berapa ton, berapa bal, berapa pak, berapa box atau lainnya sehingga dapat mengetahui seberapa banyak kita harus produksi untuk mencukupi permintaan pasar tersebut. Ditulis : Dalmadi, BBP2TP Bogor E-mail : dmdl2011@yahoo.com