Penyadapan merupakan tindakan pembukaan pembuluh lateks agar lateks yang terdapat di dalam tanaman karet keluar. cara penyadapan biasanya dilakukan dengan mengiris sebagian kulit dari batang. penyadapan diupayakan bisa menghasilkan lateks yang banyak, biaya murah dan tidak mengganggu kesinambungan produksi tanaman. Penyadapan tanaman karet akan menghasilkan kualitas yang baik jika tahapan penentuan matang sadap dan persiapan buka sadap dipersiapkan dan dilakukan sesuai dengan prosedur yang benar. hal penting yang perlu diperhatikan dalam penyadapan meliputi kedalaman irisan sadap, ketebalan irisan sadap, frekwensi penyadapan, waktu penyadapan, penyadapan pada bidang sadap atas dan penyadapan bebas. Kedalaman irisan sadap. kedalaman irisan sadap yang dianjurkan 1-1.5 mm dari kambium. ada dua jenis pisau untuk penyadapan yaitu pertama pisau sadap tarik yang digunakan untuk melakukan penyadapan pada sadap bawah (mulai dari ketinggian 130 cm sampai kaki gajah), dengan arah sadapan ke bawah. kedua, berupa pisau sadap dorong digunakan untuk penyadapan bidang sadap atas (mulai dari ketinggian 130 cm ke atas), dengan arah gerak sadapan ke atas. kedalaman penyadapan dapat diukur dengan menggunakan peralatan sigmat, tap sp dan paku yang dipipihkan. alat sigmat harganya mahal dan agak sulit untuk diperoleh, untuk itu petani dianjurkan menggunakan paku yang dipipihkan, selain harganya murah juga bisa dibuat sendiri. sementara itu, tap sp digunakan untuk pengukuran kedalaman sadapan, kemiringan irisan, besar bukaan dan konsumsi kulit. Ketebalan irisan sadap. ketebalan irisan sadap yang dianjurkan 1.5-2 mm setiap penyadapan, hal ini dimaksudkan agar pohon dapat disadap dalam waktu yang lama (25-30 tahun). pada penyadapan, dihindarkan terhentinya aliran lateks yang disebabkan tersumbatnya ujung pembuluh lateks oleh bekuan lateks berupa lapisan yang sangat tipis. lateks akan mengalir jika sumbatan dibuang dengan cara mengiris tipis kulit pada hari sadap berikutnya. Frekwensi penyadapan. frekwensi penyadapan merupakan jumlah penyadapan yang dilakukan dalam jangka waktu tertentu. penentuan frekwensi penyadapan sangat erat kaitannya dengan panjang irisan dan intensitas penyadapan. jika panjang irisan ½ spiral (s/2), frekwensi penyadapan yang dianjurkan untuk karet rakyat adalah satu kali dalam tiga hari (d3) untuk dua tahun pertama penyadapan. kemudian diubah menjadi satu kali dalam 2 hari (d2) untuk tahun selanjutnya. Waktu penyadapan. waktu penyadapan sebaiknya dilakukan pada pagi hari di saat penyadap dapat melihat tanaman dengan jelas sekitar pukul 05.00-07.30 wib. hal ini dikarenakan jumlah lateks yang keluar dan kecepatan alirannya dipengaruhi oleh tekanan turgor sel. tekanan turgor mencapai maksimum pada saat menjelang fajar dan menurun bila menjelang siang hari. Penyadapan pada bidang sadap atas. penyadapan harus dilakukan sesuai dengan ketentuan sadap yang benar meliputi ketebalan, kedalaman, panjang dan kemiringan irisan sadap. ada dua cara penyadapan yaitu 1) penyadapan pada bidang sadap atas ke arah bawah dan 2) penyadapan pada bidang sadap atas ke arah atas. penyadapan pada bidang sadap atas ke arah bawah dilakukan mulai ketinggian 260 cm dari pertautan okulasi (dpo) dengan menggunakan pisau pisau tarik dan alat bantu tangga yang mudah untuk dipindah-pindah. Kemiringan irisan sadap 30-40 derajat, ketebalan irisan dan kedalaman sadap sama dengan bidang sadap bawah. letak mangkuk disesuaikan dengan ketinggian irisan sadap sehingga memudahkan untuk pemungutan hasil. pada penyadapan hendaknya dihindari terbentuknya “bark island” yaitu bagian panel yang terisolasi, yang rendah produksinya akibat daerah aliran lateks yang sempit. caranya jangan semakin dekatnya irisan dengan kulit pulihan bidang sadap bawah. Untuk penyadapan pada bidang sadap atas ke arah atas mulai dilakukan pada ketinggian 130 cm ke arah atas dengan menggunakan pisau dorong. sudut irisan sadap dibuat lebih lancip lebih besar 45 derajat agar lateks dapat mengalir dengan lacar dan menggantung pada permukaan irisan sadap ke arah mangkuk. tebal irisan sadap 2.5-3 mm, ketinggian sadap hingga 3 meter atau lebih, kemiringan irisan sadap makin besar dengan semakin tingginya irisan sadap, dapat mencapai 60 derajat atau lebih. penyadapan ke arah atas menjamin tercapainya produksi tinggi dan mencegah terbentuknya “bark island”. Penyadapan bebas (sadap mati). penyadapan bebas dilakukan setelah bidang sadap bawah dan atas telah habis. tujuan penyadapan bebas adalah untuk memanen lateks sebanyak mungkin dari sisa kulit bidang sadap baik pada batang maupun cabang. jumlah dan panjang irisan tidak terbatas bergantung pada sisa waktu hingga tanaman diremajakan. penyadapan pada cabang memerlukan tangga yang tinggi dang benang untuk mengalirkan lateks agar pemungutan lateks lebih mudah. benang diupayakan tidak masuk ke dalam bokar. Sistem panen. kemampuan tanaman dalam menghasilkan lateks berubah dari waktu ke waktu sehingga diperlukan penyesuaian terhadap aturan penyadapan. cara penyadapan menurut aturan-aturan tertentu yang dilakukan pada suatu periode, tersesusun dalam suatu sistem disebut sistem sadap. beberapa sistem sadap yang dirangkai dan dilakukan secara berurutan sepanjang siklus produksi tanaman disebut sistem panen. sistem panen yang dianjurkan untuk karet rakyat adalah sistem eksploitasi konvensional. Sumber: Kuswanhadi dan Eva, h. Saptabina Usahatani Karet Rakyat, Balitsem, 2014 (Bambang Gatut Nuryanto)