Loading...

PENYAKIT JEMBRANA

PENYAKIT JEMBRANA
Suatu wabah penyakit menular yang sifatnya sangat ganas yang menyerang sapi dan kerbau. Hewan yang terserang penyakit ini kebanyakan mengalami kematian. Tanda-tanda klinis dan perubahan patologinya berbeda daripada penyakit-penyakit yang telah diketahui. Oleh karena itu, para dokter hewan serta peternak di Bali, penyakit asing ini diberi nama penyakit Jembrana, yang berasal dari nama Kabupaten dimana penyakit ini pertama-tama ditemukan. GEJALA KLINISHewan yang terserang penyakit ini menunjukkan kanaikan suhu badan yang tinggi, berkisar antara 40-42oC, disertai kelesuan dan kehilangan nafsu makan. Tanda-tanda ini disusul dengan pengeluaran ingus berlebihan, lakrimasi, dan hipersalivasi. Pada awalnya ingus bersifat encer dan bening, akan tetapi lambat laun ingus itu berubah menjadi kental seperti cairan mukosa. Gejala selanjutnya ialah pembengkakan dan pembesaran kelenjer limfe preskapularis, lalu kelenjer linfe prefemoralis dan akhirnya sesekali kelenjar limfe parotidea. Pembesaran kelenjer limfe ini bersifat bilateral dan ukuran besarnya dapat sebesar tinju orang dewasa.Kira-kira 23% dari hewan yang menderita menunjukkan pendarahan dan erosi di bagian selaput lendir di sekitar lubang hidung, bagian dorsal lidah dan rongga mulut.Salah satu gejala mencolok pada hewan yang menderita penyakit ini adalah “berkeringat darah”.keadaan ini biasanya terlihat sewaktu dan setelah demam, dan berlangsung 2-3 hari lamanya. Keringat ini encer, seperti air dan berwarna merah darah bilamana masih segar, dan menetes dari permukaan kulit melalui sepanjang bulu rambut. Bila keringat menempel pada batang rambut sebagai kerak berbintil-bintil dan tidak melepas bila diusap dengan tangan.Bulu hewan menjadi kasar, kurang mengkilat dan berdiri. Ritme laju pernafasan dan denyut nadinya menjadi lebih cepat. Pendarahan pada selaput lendir dan alat kelamin. Kemerahan dan pendarahan juga dapat ditemukan pada selaput lendir mata. Untuk sapi betina bunting yang menderita penyakit ini sering mengalami keguguran, terutama pada bunting 4 bulan atau lebih. Hewan yang mudah terserang penyakit ini ialah hewan-hewan yang berumur lebih dari satu tahun. CARA PENULARAN Pada saat demam titer virus penyakit Jembrana dalam darah baik dalam sel maupun plasma darah dapat mencapai 108 partikel virus/ml. Dalam keadaan seperti ini, maka penularan melalui jarum suntik dapat dengan mudah dilakukan. Penularan secara mekanis juga dapat terjadi melalui insekta penghisap darah, seperti lalat Tabanus rubidus. Disamping penularan secara mekanis, penularan melalui kontak antara penderita dengan hewan sehat juga terjadi. Secara eksperimental, penyakit Jembrana dapat ditularkan melalui oral, lubang hidung, konjungtiva mata dan semen. PENGENDALIAN DAN PENANGGULANGAN PENYAKIT JEMBRANA1. Pengendaliana. Melaksanakan Vaksinasib. Pengawasan lalu lkintas hewan2. Melaksanakan pemberantasan wabah- Pernyataan wabah- Penutupan daerah wabah- Pemberantasan Vektor- Penggobatan- Pemotongan bersyarat- Isolasi Ternak- Pemusnahan- Pelaksanaan Vaksinasi Masal3. Pencegahan daerah terancam Pada daerah terancam, terutama ternak sapi Bali dilakukan vaksinasi Jembrana dan penyemprotan insektisida. Sumber : Buku Ilmu Penyakit Ternak I Penulis : Hamzar, SP