Salah satu penyakit pisang yang bisa menjadi ancaman yang sangat serius selain layu fusarium dan penyakit darah adalah penyakit kerdil kuning atau disebut banana bunchy top virus (BBTV). Penyakit ini banyak menyerang kultivar komersial seperti Ambon Kuning, Ambon Hijau, Barangan, Mas, Nangka, dan lain-lain. Sampai sejauh ini belum ada kultivar pisang yang tahan BBTV. adalah virus DNA berantai tunggal melingkar (diameter 18-20 nm) yang menyebabkan kondisi kerdil pada tanaman pisang. Meskipun penyakit ini pertama kali dilaporkan pada akhir 1880-an [1], virus itu sendiri, yang awalnya diklasifikasikan sebagai Luteovirus, diisolasi pada akhir 1980-an dan dipindahkan ke dalam marga Nanoviridae di genus Babuvirus [2] Transmisi dan Penularan Penyebaran BBTV sangat mudah, ditularkan oleh serangga vektor kutu daun (Pentalonia nigronervosa) yang hinggap pada daun muda di bagian pangkal daun yang masih menggulung, sehingga sepintas hama tersebut tidak tampak dari kejauhan. Dari hasil penelitian, virus BBTV tidak ditularkan melalui tanah, dan penularannya selain disebarkan serangga vektor juga melalui bahan tanam. Salah satu cara penanggulangan BBTV adalah dengan mengendalikan serangga vektor dengan insektisida, dan menggunakan bahan tanam (benih) bebas virus. Benih pisang bebas virus bisa dihasilkan melalui perbanyakan secara kultur jaringan. Namun demikian bahan tanam yang digunakan untuk kultur jaringan harus dipastikan bebas dari virus. Gejala Serangan Gejala bervariasi dan timbul pada bermacam-macam umur tanaman. Pada pangkal daun kedua atau ketiga, apabila dilihat permukaan bawahnya dengan cahaya tembus, akan tampak adanya garis-garis hijau tua sempit yang terputus-putus. Pada punggung tangkai daun sering terdapat garir-garis hijau tua. Kadang-kadang tulang daun menjadi jernih sebagai gejala pertama terjadinya infeksi. Selanjutnya daun muda lebih tegak, pendek, sempit dengan tangkai yang lebih pendek dari biasanya, menguning sepanjang tepinya, dan mengering. Daun menjadi rapuh dan mudah patah. Tanaman terhambat pertumbuhannya dan daun-daun membentuk roset pada ujung batang palsu. Morfologi dan Daur Hidup Dikenal sebagai Bunchy Top Virus atau Banana Virus 1. Sampai sekarang sifat virus tersebut belum diketahui dan belum dapat dimurnikan. Mudah disebarkan melalui bahan tanaman dan kutu daun. Tidak dapat ditularkan melalui alat pertanian atau cairan tanaman sakit. Perkembangan pernyakit dibantu oleh hujan, suhu tinggi, kesuburan tanah dan keadaan yang terlindung. Di dataran tinggi penularan penyakit oleh vektornya lebih baik. Di Indonesia penyakit ini tersebar di Lampung, Jawa, Bali, Kalimantan Barat, Jayapura, dan semua negara penghasil pisang. Pengendalian Cara Kultur Teknis Menanam bibit dari rumpun yang sehat Sanitasi/Eradikasi Sanitasi kebun dengan membersihkan tanaman inang. Pembongkaran rumpun sakit, lalu dipotong kecil-kecil agar tidak ada tunas yang dapat hidup. Cara Kimia Pengendalian vector dengan insektisida sistemik, terutama di pembibitan/pesemai Sumber : http://balitbu.litbang.pertanian.go.id/index.php/hasil-penelitian-mainmenu-46/897-deteksi-penyakit-kerdil-kuning-pisang-bbtv-berbasis-pcr https://agrilogy.blogspot.com/2019/01/penyakit-kerdil-pada-tanaman-pisang.html/. https://unsurtani.com/2017/08/pengendalian-penyakit-layu-fusarium-dan-pisang-kerdil-pada-tanaman-pisang Penulis : Iman Priyadi, (Penyuluh Pertanian Balai Besar pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian) email : imanpriyadi@yahoo.co.id