Penyakit adalah organisme yang menginfeksi dan merusak tanaman sehingga dapat menurunkan hasil, jika terjadi secara luas dapat menimbulkan kerugian besar. Oleh karena itu petani harus mengenal penyakit-penyakit yang sering menyerang tanaman paprika dan bagaimana melakukan pengendaliannya baik secara preventif maupun kuratif. Secara preventif adalah tindakan untuk mencegah timbulnya penyakit mulai dari pengolahan lahan, persemaian sampai dengan pasca panen sedangkan pengendalian penyakit secara kuratif adalah mengobati tanaman yang terinfeksi. Jika penyakit tidak dikendalikan dengan baik, maka akan menimbulkan kerugian antara lain menurunkan hasil persatuan luas dan menurunkan mutu buah paprika, meningkatkan biaya produksi, menurunkan pendapatan dan keuntungan usaha tani bagi petani. Penyakit yang menyerang tanaman paprika tidak hanya disebabkan oleh patogen saja, tetapi dapat pula disebabkan oleh faktor lingkungan seperti suhu, kelembaban, sinar matahari, air, nutrisi, penggunaan pestisida, dan lain-lain.. Penyakit yang disebabkan oleh faktor lingkungan disebut penyakit fisiologis. Penyakit fisiologis yang umum dijumpai pada tanaman paprika di Indonesia disebabkan oleh defisiensi unsur hara. Penyakit fisiologis yang disebabkan oleh unsur-unsur hara pada tanaman paprika. 1. Penyakit Tepung. Penyakit tepung disebabkan oleh cendawan Oidiopsis capsici dengan gejala adanya lapisan tepung berwarna putih terutama menempel pada sisi bawah daun, daun menjadi pucat dan cepat rontok. Pengendaliannya dapat dilakukan dengan (a) pemasangan dan pengasapan dengan pembakaran serbuk belerang seminggu sekali, dilakukan pada sore harinya, (b) penyemprotan fungisida jika serangan penyakit tepung rata-rata telah mencapai 5% luas daun, maka pertanaman paprika disemprot dengan fungisida selektif Fenarimol (Rubigan 120 EC) atau Heksakonazol (Anvil 50 SC). 2.Penyakit Layu Fusarium Penyebabnya adalah cendawan Fusarium oxysporu,gejalanya adalah terjadinya daun bagian bawah yang selanjutnya menjalar ke atas, ke ranting muda dan akhirnya tanaman mati. Selain itu, menyerang akar tanaman karena cendawan berada dalam tanah sehingga dikenal dengan cendawan tular tanah. Pengendalian penyakit dapat dilakukan dengan eradikasi selektif, yaitu dengan cara menyingkirkan tanaman dan media tanamnya lalu memusnahkannya dan menyiramkan fungisida ke perakaran paprika dengan dosis 100ml per polybag. 3.Penyakit Layu Bakteri Disebabkan oleh bakteri Ralstonia (Pseudomonas) solanacearum. Bakteri ini termasuk mikroorganisme patogen tular tanah atau dikenal dengan nama soil borne disease, dapat hidup bertahan dalam tanah dalam waktu yang relatif sangat lama sekitar 3-5 tahun. Serangan penyakit ini menyebabkan layunya daun-daun tanaman yang dimulai dari daun bagian atas. Setelah beberapa hari gejala kelayuan diikuti oleh layu yang tiba-tiba dan layu permanen seluruh tanaman, tetapi daun tetap berwarna hijau atau sedikit menguning. Pengendalian penyakit ini dapat dilakukan dengan: (a).perlakuan air penyiraman, yaitu pada air penyiraman ditambah kaporit sebanyak 1 ppm, (b).penggunaan musuh alami berupa bakteri antagonis Pseudomonas fluorescens. Larutan bakteri P. Fluorescens sebanyak 50 ml/polybag disiramkan ke dalam media tanam mulai umur 1 minggu setelah tanam dan diulang seminggu sekali, (c).eradikasi selektif, yaitu dengan cara mencabut dan memusnahkannya secara bergantian pada tanaman atau disiramkan ke dalam media tanam sebanyak 50 ml/polybag, seminggu sekali, (d).penyemprotan bakterisida secara bergantian pada tanaman atau disiramkan ke dalam media tanam sebanyak 50 ml/polibag seminggu sekali. 4. Penyakit Bercak Serkospora Penyakit ini disebabkan oleh cendawan Cercospora capsici,yang dapat menyerang daun, tunas, bunga batang dan bakal buah menjadi kerdil. Bercak berbentuk bulat melingkar dan bagian tengahnya berwarna abu-abu tua sedangkan bagian luarnya coklat tua dan retak, yang akhirnya daun dan buah yang terinfeksi dapat berubah menjadi berwarna kuning dan gugur ke tanah. Pengendaliannya adalah dengan: (a).Perlakuan benih yaitu merendam benih paprika sebelum disemai pada larutan Propamocarb (Previcur N) dengan konsentrasi formulasi 1 ml/l selama 24 jam, (b).Penggunaan mulsa plastik, sehingga dapat menghambat penyebaran infeksi cendawan ini, baik dari buah, daun atau batang ke media tanam, maupun dari media tanam ke bagian tanaman, (c).Penggunaan fungisida, (d).Jika serangan penyakit bercak serkospora telah mencapai 5% luas daun, maka tanaman paprika disemprot dengan fungisida. Fungisida yang dianjurkan untuk cendawan golongan Oomycetes, yaitu fungisida kontak Klorotalonil (Daconil 70 WP) dengan interval 4-7 hari dari fungisida sistemik Metalaxyl (Ridomil Gold MZ) atau Difenakonazol (Score 250 EC) dengan interval 7-10 hari.Pola pergiliran adalah 3-4 kali aplikasi fungisida kontak dan satu kali aplikasi fungida sistemik, kemudian diulang kembali dengan pola yang sama. 5. Penyakit mosaik (virus kompleks) Disebabkan oleh salah satu atau gabungan berbagai jenis virus seperti virus tomat mosaik (tomato mosaic virus = ToMV), virus mosaic tembakau (tobacco mosaic virus = TMV), virus mosaik mentimun (cucumber mosaic virus = CMV), virus kentang Y (potato virus Y = PVY) dan virus X kentang (potato virus X = PVX). Pengendaliannya dengan: (a).Melakukan penyemaian benih paprika pada rumah plastik yang dindingnya terbuat dari kasa, (b).Menjaga kebersihan tangan pekerja dan peralatan yang digunakan untuk pemeliharaan tanamanmenggunakan larutan alkohol 70%,(c).Pada saat melakukan pewiwilan, tangan pekerja disterilkan dengan menggunakan susu skim atau alkohol 70%, (d).Lakukan eradikasi selektif pada tanaman yang menunjukkan gejala terserang penyakit mosaik, yaitu dengan cara mencabut dan memusnahkannya. 6. Penyakit fisiologis Yaitu penyakit karena defisiensi unsur Fe , Mn, Mg , dan unsur Ca Disarikan oleh :Lasarus,Pusluhtan Sumber : 1. Standar Prosedur Operasional (SOP) Paprika di Greenhouse. Dirat Budidaya Tanaman Sayuran dan Biofarmaka, Ditjen Hortikultura, Deptan. 2006. 2. Nikardi G, dkk; 2006.Budidaya Tanaman Paprika (Capsicum annuum var.grossum) di dalam Rumah Plastik. Penerbit Balai Penelitian Tanaman Sayuran Lembang.